Mungkin, terlepas dari banyaknya orang yang memiliki impian untuk bekerja di perusahaan ternama; mendapatkan gaji serta tunjangan yang besar, fasilitas mewah, dan masa depan karir yang jelas, tetapi masih banyak yang bermimpi untuk menjadi entrepreneur yang sukses. Memiliki bisnis/perusahaan sendiri, memiliki pegawai sendiri, hingga menghasilkan pendapatan sendiri mungkin masih menjadi impian sebagian besar orang dibandingkan menjadi pekerja kantoran yang dengan istilah kasarnya ‘menjadi pegawai orang’.

Banyak di antara Anda juga yang memiliki impian tersebut. Tetapi seringkali impian menjadi entrepreneur sukses, atau setidaknya mengambil langkah untuk menjadi seorang entrepreneur, kerap dihalangi oleh ketakutan-ketakutan yang tentu akan muncul di kemudian hari. Akan ada banyak ketakutan yang muncul di hadapan Anda, dan 5 di antaranya harus bisa Anda atasi untuk menjadi entrepreneur sukses.

5 Ketakutan Ini Harus Diatasi Untuk Menjadi Entrepreneur Sukses

1. Kegagalan

Kegagalan adalah ketakutan yang paling sering dihadapi setiap orang, bukan saja untuk menjadi seorang entrepreneur, tetapi hampir di setiap aspek kehidupan sebelum mengambil langkah tertentu demi mencapai tujuannya. Takut gagal sering menjadi alasan untuk tidak memulai. Tak terkecuali menjadi entrepreneur. Kegagalan adalah aspek yang sangat manusiawi ketika berjuang. Anda sangat mungkin untuk gagal, tetapi Anda kemudian bisa belajar darinya.

Ketika Anda tahu bahwa Anda akan gagal ketika mulai berbisnis, teruskanlah perjuangan Anda hingga kegagalan tersebut benar-benar terjadi. Bukan berarti Anda bodoh atau tidak ‘awas’ dalam berbisnis, tetapi Anda mampu mengatasi rasa takut tersebut dan kemudian mengevaluasi di mana letak kegagalan tersebut.

2. Takut Akan Risiko

Semua aspek mengandung risiko dengan level tersendiri. Jadi Anda mungkin sudah terbiasa dengan risiko di kehidupan. Risiko di dalam dunia bisnis/wirausaha mungkin akan jauh berbeda dengan risiko yang sudah biasa Anda hadapi. Anda takut akan risiko ketika berbisnis karena takut jika modal yang sudah dikeluarkan akan jadi sia-sia. Anda takut akan risiko ketika berbisnis karena takut jika semua upaya yang sudah dilakukan menjadi sia-sia. Ketahuilah bahwa tidak mungkin seorang entrepreneur menjadi sukses jika tidak mengambil risiko. Tidak ada bisnis yang mampu berjalan tanpa menghadapi risiko dalam prosesnya.

Jadi persiapkan diri Anda dengan risiko yang mungkin muncul ketimbang harus takut akan risiko itu sendiri.

3. Takut Akan Penilaian Orang

Apapun yang Anda lakukan tak akan pernah luput dari penilaian orang lain. Jadi mengapa harus takut akan penilaian orang lain untuk mulai membuka bisnis? Tak perlu takut apalagi gengsi! Apapun ide Anda yang ingin dikonversi menjadi bisnis, jalanilah! Tak perlu gengsi. Entah itu menjadi pedagang baju, pedagang pernak-pernik handmade, apapun itu selama Anda senang menjalaninya dan berhasrat menjadikannya sebuah bisnis sukses. Orang-orang akan memiliki penilaiannya sendiri, dan Anda memiliki penilaian sendiri. Jalanilah dan buktikan bahwa sebagian besar penilaian negatif orang-orang salah.

4. Kurangnya Pengalaman dan Keahlian

Mungkin sebagian besar orang takut memulai bisnis karena mereka merasa bahwa keahlian dan pengalaman mereka kurang dalam hal bisnis. Mungkin Anda takut karena kurangnya pendidikan dan pengalaman di bidang tertentu, Namun ketahuilah bahwa kita punya waktu seumur hidup untuk belajar. Cara terbaik untuk mendapatkan keahlian dan pengalaman adalah dengan benar-benar melakukannya. Konversi ide Anda menjadi sebuah tindakan nyata. Perlahan Anda akan belajar tentang apa yang sudah Anda lakukan dan bagaimana melakukannya dengan lebih baik lagi.

Jika Anda takut karena Anda tidak punya pendidikan formal yang mumpuni untuk memulai bisnis, ingatlah bahwa Mark Zuckerberg dan Bill Gates tidak pernah lulus kuliah namun mereka mampu menciptakan bisnis dengan inovasi yang merubah dunia seperti sekarang ini.

5. Modal

Alasan mengapa modal saya tempatkan di bagian akhir karena modal sudah menjadi alasan paling umum mengapa orang-orang takut menjadi entrepreneur. Modal memang menjadi rintangan tersendiri. Tetapi jika Anda sudah memantapkan hati untuk mengubah ide Anda menjadi sebuah bisnis maka jangan berhenti sebelum Anda mencobanya. Banyak bisnis yang tak memerlukan modal untuk memulai, apalagi jika Anda sudah memiliki peralatan yang dibutuhkan (peralatan teknis seperti komputer dan sambungan internet, dan peralatan teknis lainnya).

Anda bisa menjadi entrepreneur dengan barang-barang yang sudah Anda miliki; seperti komputer, internet, smartphone, dan sebagainya. Dengan barang-barang tersebut Anda bisa membuat sebuah blog gratis menggungakan Blogspot, WordPress.com, hingga Tumblr. Jual keahlian Anda seperti menerjemah, menulis artikel, dan sebagainya. Jika Anda punya kamera dan senang fotografi, jual saja hak cipta foto Anda kepada agensi periklanan, media, dan sebagainya. Satu foto original dari Anda bisa berharga Rp 100.000,- hingga Rp 3.000.000,-, bisa lebih tinggi lagi jika kualitasnya memang sangat baik.

Atau jika Anda lebih tertarik menjual produk fisik, yakinkan teman-teman atau keluarga Anda untuk meminjamkan modal. Jika mungkin, ajak saja mereka bekerjasama untuk menjadikan ide Anda menjadi sebuah bisnis yang nyata. Konflik mungkin akan terjadi di kemudian hari, tetapi Anda bisa mengatasinya dengan keyakinan dan keputusan bersama dari awal. Kembangkan jangkauan pasar Anda dengan memanfaatkan teknologi internet, seperti membuat toko online untuk menjual produk fisik Anda.

Kesimpulan

Menjadi entrepreneur yang sukses menjadi mimpi sebagian besar orang. Anda juga mungkin memiliki impian tersebut. Jadi ketakutan-ketakutan yang ada di daftar kerap muncul, bahkan sangat mungkin muncul, dan mengetahui strategi untuk mengatasinya akan sangat membantu Anda menjadi entrepreneur yang sukses. Intinya, jangan pernah takut untuk memulai!

Yuk dapetin update email penuh cinta dari BixBux

ABOUT THE AUTHOR:

Walter Pinem: Lulusan Ilmu Hubungan Internasional dan saat ini bekerja sebagai copywriter dan web developer. CEO dan Developer dari Seni Berpikir dan juga berkreasi di walterpinem(is)me. Saat ini aktif dalam hal Content Writing dan Traveling. Follow Walter Pinem di Twitter @walterpinem dan Linkedin Walter Pinem.

1 Comment on this article. Feel free to join this conversation.

  1. anik September 24, 2015 at 3:26 PM - Reply

    Mantap ini artikelnya. I love this article, it is useful to strengthen the mentality of selling.

    Apa boleh saya share?

Leave A Response