Jaman sekarang, ada saja orang yang ingin popularitasnya naik, entah untuk menambah penghasilan atau sekedar untuk eksistensi diri. Beberapa akun twitter saya tengarai menjadi banyak followernya dikarenakan selalu mentwit hal-hal yang berbau Ketuhanan atau kebaikan.

Bahkan, saya pernah mengatakan, mengenai bagaimana mungkin seorang wanita, orang Indonesia, sekarang menjadi motivator dan pembicara laris, yang tinggal di Singapore, berumur kurang dari 30 tahun, selalu men-twit mengenai kata-kata bijak. Okelah dia sudah mengeluarkan 2-3 buku, tapi untuk seumuran dia, rasanya lebih pantes kalo mentwit hal-hal yang suka-suka, daripada kata-kata bijak. Sekali lagi, pencitraan itu penting.

Dalam bahasa pemasaran, kegiatan tersebut adalah : Buzzing, atau Buzz Marketing atau dikenal dengan nama Guerilla Marketing atau Viral Marketing atau juga populer dengan nama Word of Mouth Marketing. Kalo dahulu, untuk menciptakan isu kemudian dilempar ke publik dan menjadi gosip diperlukan beberapa saat, karena tidak ada social media, sekarang ini sungguh berbeda. Semuanya serba real time.

Mark Hughes, dalam bukunya, Buzz Marketing, mengatakan ada enam cara untuk buzzing. I really love this book so much, karena betul-betul straight to the point. Berikut adalah cara yang bisa dipakai untuk menaikkan popularitas melalui Buzz Marketing :

The Taboo

Masih inget kejadian Ariel-Cut Tari-Luna Maya beberapa tahun yang lalu? Dan masih ingatkah dengan betapa cepatnya kejadian ini menyebar dan meluas? Setiap orang berlomba-lomba untuk mendapatkan DVD bajakannya. Nah, ingin cepat terkenal? Mainkan posisi : The Taboo.

menaikkan popularitas di sosial media

Beberapa bulan terakhir juga banyak sekali iklan di Facebook yang menampilkan ‘the taboo’, entah iklan ‘sponsored link’ – yang berasal dari Fan Page (entah kenapa bisa lolos oleh Facebook) yang tidak pantes ada. Termasuk peragaan malware yang seolah-olah menampilkan gambar porno/ video porno. kenapa bisa seperti ini? Mudah, karena gambar porno, video porno atau gambar yang nyerempet-nyerempet ke arah sana mempunyai CTR (Click Through rate) yang tinggi. Tendensi untuk meng-klik iklan tersebut tinggi.

The Unusual

Pada bulan Juni 2011, Sumardy, mengirimkan beberapa buah peti mati ke beberapa redaksi koran dan majalah nasional. Pada saat itu, sedang heboh-hebohnya ledakan kecil bom di utan kayu yang ditengarai ditujukan untuk Ulil Abshar Abdalla, dedengkotnya Jaringan Islam Liberal. Secara serentak, kiriman peti mati tersebut menjadi berita nasional karena banyak yang mengkait-kaitkan dengan ledakan bom tersebut.

menaikkan popularitas di sosial media

Sumardy adalah pengarang buku ‘Word Of Mouth Marketing’, dan peti mati itu adalah caranya yang ‘unusual’ untuk mempromosikan buku yang diterbitkan. Well, agak kebangetan memang, tapi cukup efektif untuk menarik perhatian massa.

The Outrageous

Satu pertanyaan? Apa yang sudah diperbuat oleh Syahrini sehingga popularitasnya menjadi tetap naik seperti sekarang ini? Pilihan jawaban : 1. Albumnya meledak di pasaran, 2. Sinetronnya laris manis, 3. Berprestasi. Jawabannya tidak ada di pilihan tersebut diatas.

menaikkan popularitas di sosial media

Begitu juga ketika film ‘Goyang Karawang’ (yang kemudian diprotes oleh warga Karawang dan berganti nama) diproduksi. Kontroversi berantemnya Julia Perez dan Dewi Persik sungguh menggelikan. Hembusan angin gosip untuk menaikkan popularitas film tersebut sangat kencang. Kasusnya pun sekarang berhenti entah dimana. Disidang, tapi gak jelas hukumannya. Namanya juga buat naikin rating . Hal yang sama juga berlaku untuk Farhat Abbas yang saya pernah tulis di artikel sebelumnya.

The Hillarious

Saya gak pernah ngerti sama stand up komedi di Indonesia (mohon maaf, ini mungkin karena tingkat kecerdasan saya yang terbatas), karena sangat berbeda dengan di luar negeri. Terkadang saya kebetulan menonton di salah satu siaran televisi, dan masih terheran-heran dengan ketawanya penonton live yang ada di studio. saya sendiri gak ngerti, dimana lucunya. Justru berasa dipaksain, ceritanya nggak mengalir, dan plotnya pun muter-muter. Walaupun demikian, stand up komedi Indonesia dengan sukses memunculkan beberapa selebriti baru yang, mudah-mudahan, lucu.

menaikkan popularitas di sosial media

Gambar ini adalah iklan dari beberapa produk. Hal yang semacam ini akan cepat memunculkan buzz. Secara gampang, kalo lihat yan beginian orang akan dengan mudah mengambil photonya, kemudian di share di facebook atau di twitter atau instagram. Jadilah viral yang ampuh.

The Remarkable

Pernah dengar cerita mengenai ‘iPhone girl’? Silakan cari tahu di Google deh kalo penasaran. Tetapi ceritanya begini, ada beberapa photo-photo wanita/gadis China yang ‘nyangkut’ di beberapa iPhone yang dijual di Eropa dan Amerika. Secara ‘gak sengaja’ photo-photo itu ada di iPhone yang baru dibeli. Berbagai rumor dan gosip menerpa Apple pada saat itu dan tanggapan dari Apple sangatlah simpel : Well, itu adalah photo-photo pegawai kami di China, dan mereka terlihat sangat ceria dan gembira, begitulah keadaan pabrik kami di sana, selalu ceria. Done!

menaikkan popularitas di sosial media

Serta merta penjualan iPhone melonjak karena ‘iPhone girl’ ini. Semua ingin melihat dan membuktikan sendiri. Ada yang bilang ini adalah kejadian tidak disengaja, dan ada yang bilang apabila ini adalah kejadian yang sengaja dibuat oleh Apple untuk menaikkan rasa ‘penasaran’ pembelinya. Yang benar? Hanya Apple dan Tuhan yang tahu.

The Secret

Saya adalah fans berat dari Julian Assange, pendiri dan inisiator WikiLeaks, situs yang membocorkan dokumen-dokmen rahasia dunia, termasuk CIA dan bahkan Indonesia. Prinsipnya tentang keterbukaan informasi sungguh bisa mengecilkan konspirasi yang banyak terjadi di dunia ini.

menaikkan popularitas di sosial media

Baru-baru ini Julian menerima Sam Adams Awards yang diberika oleh Oxford Union Society untuk apa yang telah dilakukannya. Julian Assange ini adalah tipe-tipe from Zero to Hero. Dari entah bukan siapa-siapa, kemudia menjadi buronan negara-negara besar karena aktivitasnya yang membahayakan. Contoh lain adalah akun @triomacan2000 yang banyak berkoar-koar mengenai korupsi. Ingin terkenal juga? Tiru cara keduanya.

 

ABOUT THE AUTHOR:

Founder EntroBuzz. Passionate marketer. Coffee trailblazer. Believe in idea, creativity and rock 'n roll. Find me on Google+, Facebook or Twitter @WRahMada.

5 Comments on this article. Feel free to join this conversation.

  1. yansugie February 11, 2013 at 8:50 PM - Reply

    Saya coba ikuti jejak langkah mereka…. :)

  2. Riskha April 13, 2013 at 9:35 AM - Reply

    info yg fresh gan, kayaknya sangat menarik utk diterapkan dalam marketing insidental..

  3. aplikasi android July 26, 2013 at 3:48 PM - Reply

    What’s up to every body, it’s my first pay a visit of this web site;
    this website contains amazing and in fact excellent stuff in support of visitors.

  4. Dengar suara hati September 11, 2013 at 8:25 PM - Reply

    rasanya lebih pantes kalo mentwit hal-hal yang suka-suka, daripada kata-kata bijak. Sekali lagi, pencitraan itu penting…….betul sekali kata kata anda ……namun kadang seseorang mencari jati diri dengan mencoba mencari figur yang sesuai dengannya dengan memberikan kata kata yang dimana akan di minati oleh orang yang mungkin di rasa cocok untuknya sebagai figur di dunia maya yang luas….MENURUT pengalaman TAPI…thanks

Leave A Response