Ada sebuah kisah yang menggambarkan bagaimana seorang karyawan berperilaku, kisah tersebut bermula dari taman bermain Disney, ada seorang gadis yang tidak sengaja menjatuhkan bonekanya, kemudian tanpa diperkirakan lewatlah seorang karyawan Disney yang mengambilnya, ketika diambil boneka tersebut telah berlumuran oleh lumpur. Lalu dapatkah anda tebak apa yang terjadi selanjutnya? Karyawan tersebut memandikan sang boneka, memberikannya pakaian, serta berfoto dengan boneka itu beserta boneka tokoh Disney yang lain. Setelah itu barulah dia mengembalikan boneka itu kepada pemiliknya sebelum taman bermain itu tutup. Kurang lebih seperti itulah  kisah yang diceritakan Dilip Bhattacharjee, Bruce Jones, dan Francisco C. Ortega dalam laman Harvard Business Review. yang menggambarkan bagaimana seorang karyawan berperilaku seharusnya.

Tindakan karyawan tersebut yang sangat tidak diperkirakan sebelumnya dan tanpa adanya rekayasa, sehingga orang tua anak tersebut menyebutnya adalah keajaiban. Disney yang telah mendidik karyawannya dengan baik itu berhasil menghasilkan efek keterikatan yang tinggi terhadap konsumennya, meskipun hanya sebuah kejadian kecil, konsumen yang terlibat akan banyak menceritakan hal tersebut kepada banyak orang yang menyebabkan meningkatknya konsumen walaupun tidak signifikan. Kemudian timbullah pertanyaan, bagaimanakah menciptakan seorang karyawan yang memiliki semangat juang dan motivasi yang tinggi? Menurut Bhattacharjee, Jones, dan Ortega ada 4 cara untuk mencapai hal tersebut, yaitu:

1.Dengarkanlah keinginan dan kebutuhan karyawan
Perusahaan harus mencari tahu apa yang diinginkan oleh karyawan, dengarkan kebutuhannya secara mendetail serta pertimbangakan dengan baik keinginannya dengan baik agar terjadi ikatan emosional antara karyawan dengan manajemen yang menyebabkan karyawan lebih termotivasi dan loyal terhadap perusahaan.

2.Jangan rekrut orang berdasarkan bakat, namun berdasarkan sifat
Seorang yang memiliki bakat cenderung sombong dan menutup diri dari pembelajaran serta hal baru sifat tersebut akan sulit diubah dan dikhawatirkan akan menghambat kinerja perusahaan, lain halnya dengan karyawan bersifat baik, ingin belajar, dan berpikiran terbuka, walaupun dia tidak memiliki bakat, namun dengan kerja keras serta ketulusan hati pasti akan bisa mengalahkan orang yang berbakat.

3.Berikan karyawan sebuah tujuan, bukan peraturan mengekang
Jelaskan dengan baik tujuan perusahaan, visi dan misi juga harus dijelaskan kepada karyawan agar mereka tahu arah perusahaan. Peraturan yang ada juga jangan terlalu mengikat, hal tersebut akan menyebabkan ketidaknyamanan karyawan dalam bekerja.

4.Berikan ruang kreatifitas merata ke seluruh karyawan
Cobalah berikan karyawan anda kebebasan untuk berkarya atau berekspresi dalam melakukan pekerjaannya. Hal tersebut akan meningkatkan daya kreatifitas karyawan serta menambah performa kerja.

Yuk dapetin update email penuh cinta dari BixBux

Tags: , ,

ABOUT THE AUTHOR:

Part-time post graduate student. Full-time online marketer. Social media junkie and Gadget freak. Think out side the box. Get to know Dewa at Google+, Facebook & Twitter @Dewanta_

1 Comment on this article. Feel free to join this conversation.

  1. Iyan Riana February 23, 2014 at 3:26 PM - Reply

    “Jangan rekrut orang berdasarkan bakat, namun berdasarkan sifat” ada benernya juga. Makasih banyak bang Dewa 😀

Leave A Response