ea50de3a2c835174_640_success-person

Setiap profesi selalu saja memunculkan kemampuan dasar yang harus dimiliki. Blogger ya paling nggak harus bisa nulis, welder ya harus bisa ngelas, sampai dengan tukang becak yang harus mempunyai tenaga yang cukup untuk mengayuh becaknya. Menjadi seorang affiliate marketer juga demikian. Ada 3 kemampuan dasar yang minimal harus dimengerti. Ini dasar banget. Kalau kemampuan ini meleset, dijamin akan menyesal memilih profesi sebagai affiliate marketer.

Pertama, memahami dan mampu memanfaatkan/menggunakan berbagai Trafic Sources (TS). Setiap traffic source mempunyai karakteristik yang berbeda. Pemahaman tentang TS ini bisa disamakan dengan pemahaman seorang supir dengan jalanan kota yang akan disinggahi. Semakin banyak traffic source yang bisa dikuasai, semakin besar peluang untuk meningkatkan penghasilannya.

Saat ini, paling nggak ada 5 jenis traffic source yang lazim dipakai oleh para affiliate marketer :

  • Social Media: Facebook, Twitter, LinkedIn
  • PPV (Pay-Per-View): Traffic Vence, MediaTraffic, Direct CPV
  • Search Engine: Google Adword, BING
  • Mobile Traffic: LeadBolt, TapIt, Adiquity, AdsMobi
  • Adult Traffic: ExoClick, TrafficJunky, JuiceAds

dan masih sangat buaaanyak lagi….

Seorang affiliate harus mahir memilih dan menggunakan traffic source yg sesuai dengan campaign-nya, bahkan melakukan scale-up dari winning campaign ke berbagai traffic source yang sesuai/sama karakternya.

Kedua, keterampilan menggunakan Tracking Software. Ini juga wajib banget, cuma sayang jarang sekali affiliate Indonesia yang mahir menggunakan ini. Ada banyak juga tracking Software yang dapat dijadikan pilihan, seperti : CPVLab, Prosper202, iMobiTrack, LinkTrackr dan Voluum. Yang terakhir ini yang paling saya suka, sangat revolusioner. Tanpa keterampilan memanfaatkan tracking, rasanya mustahil anda bisa jadi affiliate marketer yang sukses. Karena, affiliate marketing adalah pengetahuan yang sepenuhnya berdasarkan data, bukan kira-kira atau ramalan.

Ketiga, keterampilan mendefinisikan/create sebuah “Angle” dari sebuah campaign. Kalau bahasa kerennya : kemampuan menciptakan ‘sudut pandang’ dari campaign yang unik. Kemampuan ini yang membuat anda menjadi “berbeda” dengan affiliate marketer yang lain. Dari “angle” inilah akan lahir Banner, AdsCopy dan Landing Page. Begitu ketemu “angle”-nya, soal Banner & LP tinggal order aja di Fiverr. Kunci utama kesuksesan para supper affiliate kalau saya lihat adalah kemampuan dia dalam menentukan sebuah “angle”.

Yuk dapetin update email penuh cinta dari BixBux

ABOUT THE AUTHOR:

Indonesia's internet marketing guru, who's now focusing on affiliate marketing. Famous with KebunEmas.com, his tremendous works have inspired most of Indonesian who works online.

10 Comments on this article. Feel free to join this conversation.

  1. made suparta August 2, 2015 at 9:59 PM - Reply

    dear Pk Rully,

    bisa dijelaskan secara detail lagi pk tentang ” angel ”

    salam

    made. s
    di Jimbaran – Bali

  2. mazbhenks October 30, 2015 at 3:29 PM - Reply

    @Bpk Made Suparta:
    sepertinya artikel diatas tidak menyinggung tentang “angel” pak. Mungkin yg bpk maksud adalah “angle”..?

  3. Adi November 10, 2015 at 12:40 AM - Reply

    Sama dg pertanyaan di atas.. bisa lbh spesifik pak jelaskan mengenai apa itu ‘angle’?

    • Wientor Rah Mada December 15, 2015 at 12:08 AM - Reply

      Angle itu adalah cara melihat permasalahan. Bahasa indonesianya : sudut pandang. Misalnya : untuk offer apps install antivirus. Anda bisa promote pake angle : keamanan handphone, keamanan data, kalau hilang bisa di trace, atau bahkan angle agresif : HP anda kena virus! Bersihkan atau data anada akan hilang dalam waktu 30 detik!

      • Madyaba December 21, 2015 at 3:11 AM - Reply

        Terima kasih atas pencerahannya om.

  4. Ania firma February 8, 2016 at 10:29 PM - Reply

    Baru mau masuk dunia affiliate baca artikel ini jadi makin semangat :D, udah dapet pijakan awal yang bagus. Makasih mas sarannya

  5. Freddi May 15, 2016 at 8:41 AM - Reply

    Untuk yang baru mau memulai sebaiknya mulai darimana ya Om?

    • Wientor Rah Mada May 15, 2016 at 9:30 AM - Reply

      Dari sini udah paling pas. Habis itu banyakin baca2 topik yg sama

Leave A Response