Berulang kali saya mendapatkan pertanyaan di inbox : bagaimana sih caranya Media Buying? Hari ini saya akan bahas tuntas, tapi sebelum lanjut, harus digaris bawahi bahwa media buying bukan ‘mainan’ untuk semua orang. Cara ini sangatlah riskan. Dan seperti kebanyakan cara yang penuh dengan resiko, cara ini adalah salah satu cara untuk menaikkan earning anda menjadi empat, lima bahkan enam digit dalam satu hari. Panduan ini adalah untuk pemula yang akan menjelaskan bagaimana memulai dengan direct site-media buy, mudah-mudahahan, dengan meminimalisasi resiko yang ada.

Saya akan membagi panduan ini menjadi 4 (empat) langkah mudah :

  1. Memilih offers dan melakukan riset
  2. Menyeleksi website yg menjadi target
  3. Menghubungi webmaster dari website dan negosiasi
  4. Optimalisasi

Beberapa orang berpikir bahwa langkah 1 dan 2 adalah yang termudah. Well, menurut pengalaman saya, justru itu paling susah. Saran saya, untuk memilih offer yang bagus, kontak saya Affiliate Manager dari Network anda. Dia pasti akan ngasih tahu semua offer dengan EPC (Earnings Per Click) yang bagus. Biasanya dikasih dalam bentuk excel spreadsheet.

2014-bmw-4-series-dash-3

Ada 2 (dua) cara untuk mendapatkan ROI yang tinggi dalam direct media buy. Yang pertama adalah dari website yang mempunyai informasi yang sama dengan offer, tetapi dengan traffic yg jauh lebih berkualitas. Misalnya gini, websitenya Indovision seharusnya cocok untuk offer mengenai TV Satelite. Dua-duanya menawarkan produk yang sama. Atau cara kedua, yaitu dengan mencari website dengan target demografi yang sama dengan offers yg kita pilih. Misalnya : website yang mengupas mengenai rajutan, akan pas dengan offers mengenai skin care karena pengunjung kedua website sama-sama wanita separuh baya.

Sekarang coba kita pilih website yang menjadi target. Kalau kita memilih website yg niche untuk offer yg niche juga, itu mudah. Cari di google kata kuncinya, pilih 10-20 website yang mempunyai posisi bagus di google tapi tidak mempunyai layout iklan yg bagus. Kalau kita mencari website untuk offer yang umum, seperti dating, games, download, dll; disini kita harus memulai dengan demografi pengunjung website target kita. cara yg paling mudah untuk mengetahui demografi pengunjung adalah dengan Quancast Measure. Contohnya ini dr Bloglovin.Com.

Silakan sign up di Quancast, kemudian masukkan landing page offers yg kita pilih. Lihat demografinya. Kemudian masukkan website target yang sudah kita pilih terlebih tadi. Masukkan website ke Quancast dan cari yang demografinya sama. Pastikan anda memilih yang paling relevan/paling mendekati sama demografinya. Jangan memilih yang pengunjung/visitornya banyak saja. Setelah menemukan website target yang ber-demografi sama, kemudia sortir lagi : cari website target yang mempunyai banyak Google Adsense. Contoh : untuk offer download Game Vance, setelah melihat data di Quancast, website target yang paling pas adalah blog gosip selebriti, website image hosting dan beberapa website game untuk wanita. Yang terakhir tidak mempunyai pengunjung yang banyak, tetapi sangat cocok secara demografi.

Setelah menentukan website tujuan, hubungi pengelolanya dan negosiasi. 3 (tiga) cara untuk menghubungi adalah : (1) cari form contact us atau email yag bisa dihubungi, (2) apabila tidak ada, atau mereka tidak membalas email; cobalah cari whois nya. Tipe pengelola website yang mudah untuk bernegosiasi adalah yang tidak pernah mendengar mengenai affiliate marketing sebelumnya. (3) apabila tidak ada whois, atau di proteksi, cari tau pengelolanya melalui google. Setelah dapat,; telp mereka, email mereka, facebook atau apapun itu cara untuk memulai kontak dengan mereka. Inilah mengapa saya menganjurkan untuk mempunyai 15-20 daftar website target, karena terkadang mereka tidak merespon email kita.

Apabila anda berhasil berhubungan dengan seseorang pengelola website, ini saatnya untuk negosiasi. Informasi pertama yang harus anda tanyakan adalah : average Unique View (UV) dan total number of page view. Semakin besar Unique View berarti semakin banyak non-repeat visitor, ini semakin bagus untuk iklan kita nanti. Oke, banyak pengelola website yang terkadang gila, seperti meminta $5 cpm. Cpm adalah sekali kita bayar untuk 1000 impresi. jadi kalau website target itu mempunyai 500,000 impresi perbulan, maka kita harus bayar $2,500 buat pasang iklan sebulan. Ini sangat kemahalan. Kalau ada nego yg seperti ini sudah tinggalkan saja atau sekedar basa basi minta percobaan/trial iklan kita selama satu hari, kemudian tinggalkan.

Terus terang saja, saya lebih menyukai harga yang flat untuk media buy. Jadi, pengelola website target mematok harga yg flat untuk periode waktu tertentu. Ini jauh lebih mudah. Di beberapa kasus, CPM yang berlaku sama dengan ketika kita beriklan di facebook. Untuk target website dengan 750,000 impresi per bulan dan meminta 0.25 cpm, ambil saja. Cara berhitungnya adalah : (750,000x 0.25)/1000 = $188 per bulan. Cobalah minta untuk percobaan sehari terlebih dahulu sebelum memulai. Perhatikan data di tracking software yang anda pakai, terutama CTR iklan dan konversi.

Cara lain untuk media buying adalah dengan menggunakan AdServers sepeti OpenX, Adbucks, Adperium, Exoclick (adult), Jumptap (mobile), dll. Adservers ini semacam broker. Mereka bernegosiasi dengan banyak pengelola website dan yang tugas kita hanya memasukkan iklan kita yang paling oke kemudian melakukan bid. Ini jauh memudahkan karena kita tidak perlu bernegosiasi dengan pemilik websitenya langsung.

Baik direct media buy atau melalui adservers, optimasi iklan adalah hal yang sangat penting. Buatlah 5-10 iklan sesuai dengan ukuran yang sangat sangat eye catching, kalau perlu pakai blink blink 🙂 atau audio. Jangan lupa untuk terus melihat indikator eCPM di adservers. Jangan fokus di CTR atau CR, fokuslah hanya pada eCPM – Effective Cost per Mille. eCPM berfungsi untuk mengetahui seberapa besar keefektifitasan iklan kita.

Beberapa iklan yg memakai animasi sebagai pemanis akan mempunyai CTR yg tinggi tetapi barangkali rendah di CR (Convertion Rate). Ganti saja iklan yang seperti ini, fokus kita adalah mencari $$$. Selamat mencoba!

Yuk dapetin update email penuh cinta dari BixBux

Tags: , , , ,

ABOUT THE AUTHOR:

CEO of EntroBuzz. Passionate affiliate marketer. Coffee trailblazer. Believe in idea, creativity and rock ‘n roll. Find me on Google+, Facebook, Instagram, or Twitter @WRahMada.

8 Comments on this article. Feel free to join this conversation.

  1. eko nofianto November 26, 2014 at 6:42 AM - Reply

    Pernah mencoba buysellads Om?, dari forum yang pernah saya ikuti sepertinya punya cost yang friendly untuk pemula? Kalau bisa sesekali tulisannya ulasan tentang case study ya Om biar para nubi2 yang ingin memulai dapat sedikit pencerahan, hehe.

    • Wientor Rah Mada November 26, 2014 at 2:39 PM - Reply

      Kalau gak punya killer LP sama budget lebih jangan masuk buysellads om. Mereka bagus buat produk health sebetulnya, tapi budget riset harus direlakan agak banyak. Case study nyusul yaa

  2. Yadhi Irmawan April 22, 2015 at 1:17 AM - Reply

    Menurut Akang, untuk pemula sebaiknya menggunakan affiliate network yg mana ? tolong rekomendasikan ya Kang…

    • Wientor Rah Mada April 27, 2015 at 8:29 AM - Reply

      tergantung niche traffic yang kita punya apa. kalo adult di adsimilis atau advidi, kalau mobile di f5media, glispa atau mundomedia..kalau yg konvensional di peerfly atau neverblue..

  3. Kunkun March 16, 2016 at 7:25 AM - Reply

    “cari website target yang mempunyai banyak Google Adsense”

    Alasannya kenapa harus memilih yg banyak GA nya Kang ?

    nuhun.

    • Wientor Rah Mada March 18, 2016 at 7:36 AM - Reply

      Karena kita akan menggantikan spot iklan adsense dengan iklan kita, jadi web yg banyak GA-nya jauh lebih mudah dinego drpd yg cuma pasang satu widget GA 🙂

  4. Alif July 25, 2016 at 7:22 PM - Reply

    Super ni websitenya bro…bookmark ya.

Leave A Response