Berbagai kejadian sekarang di dunia online Indonesia mau tidak mau mengingatkan saya betapa bahagianya tahun 2011. Eurofia menjadi affiliate ClickBank pada saat itu membuat saya memfokuskan pandangan kepada beberapa kejadian besar di Indonesia. Kita tidak akan lupa bagaimana bisnis online lokal, seperti Disdus yang di akuisisi oleh Groupon, atau DealKeren yang disuntik dana dari LivingSocial. Seyakin-yakinnya bahwa dunia internet di Indonesia akan terang-benderang dalam beberapa tahun mendatang karena berbagai transaksi ini.

Belum lagi Kaskus yang digandeng Djarum dan Detik yang diakuisisi oleh Para Group (Trans Corp). Grup-grup perusahaan besar ini tentu saja tidak begitu saja mengambil alih start-up yang ada. Okelah, start-up yang diambil memang sangat seksi, tapi tentu saja pertimbangan bisnis menjadi yang utama.

Dua tahun setelah 2011, tahun ini tepatnya, Multiply ditutup dan Zalora rugi 900 Milyar di tahun 2012. Pemain global ini (Multiply disokong oleh MIH grup dari Afrika Selatan dan Zalora dari Rocket Internet dari Jerman) ternyata ‘bleeding’ di lumbung padi. Pasar internet di Indonesia yang terus berkembang, buat mereka, menjadi seperti gelembung besar. Besar bulatan, tetapi kosong isinya. Walaupun Zalora masih percaya akan bisa ambil profit di tahun 2015, tetapi kerugian ini tidak bisa dibiarkan lama.

Well, kata guru saya, orang optimis selalu memandang setiap kejadian dengan kesempatan. Buat saya, terseok-seoknya pemain besar di bisnis ini dikarenakan kondisi pasar di Indonesia yang berbeda dengan Singapore, Malaysia ataupun India. Globalisasi yang diusung tidak bisa berjalan dengan baik apabila tidak didukung oleh strategi lokalisasi yang mumpuni dan membumi. Indonesia adalah negara yang sangat humble dengan family values yang masih sangat kuat. Ini saatnya untuk bisnis yang kecil (tapi lebih cepat) memakan yang besar (dan lambat). Berikut beberapa hal yang perlu dicermati dari apa yang terjadi :

1. Pemain besar selalu melihat awan, pemain kecil melihat apa yg ada di bumi – Ini asumsi yang sangat umum. Toko online besar melihat market hanya dari data, angka dan statistik. Toko online kecil melihat pasar sebagai manusia, yang punya hati dan perasaan. Perbedaan mendasar ini memunculkan implikasi besar. Data dan angka hanya akan menyederhanakan kondisi segmen pasar yang disasar, termasuk men-generalisasi kondisi psikografis segmen. Toko online besar, seperti lazada, tokopedia, lojai, dll; juga mempunyai jenis konsumen yang terlalu beragam. Tidak fokus. Ini yang membuatnya susah bergerak ketika satu segmen marketnya meredefinisi ulang dirinya. Pemain kecil akan lebih unggul, karena akan bisa lebih personalized pelayanannya. Kesalahan-kesalahan mendasar dalam hal pengiriman barang, pembayaran atau hal teknis lainnya akan bermaafkan oleh pelanggan karena hubungan interpersonal yang dibangun antara pengelola dan pelanggan.

2. Kumpulan kecil bukan berarti satu besar – Toko online sebaiknya menjual satu barang yang memang menjadi spesialisasinya. Parfum, Sabun herbal, Susu kambing atau apapun itu. Sebaiknya tidak menjual barang dengan diversifikasi yang beragam. Biar bagaimanapun juga, menguasai keywords di search engine adalah essensial. Ini berarti, toko kecil akan berusaha matu-matian untuk mempertahankan keywords toko online-nya. Toko besar? Mendatangkan traffic yang targeted menjadi tantangan tersendiri. Ide Multiply untuk mengumpulkan toko-toko kecil masuk ke satu mall bernama Multiply sebetulnya brilian. Tetapi ternyata orang Indonesia lebih menyukai membuka toko kecilnya sendiri, daripada membuka toko di mall yang minim traffic.

3. Yang langsing selalu lebih gesit daripada yang gemuk – Kondisi yang sudah sangat umum. Ini lah mengapa orang ingin menjadi langsing. Ini juga alasannya kenapa dulu Carrefour membeli Alfamart, karena ingin bergerak gesit. Toko online lokal menjadi sangat gesit karena dengan mudah bisa meningkatkan pelayanan, mengganti karyawan atau menggapai pasar baru tanpa perlu rapat direksi atau perdebatan di board room. Sedangkan toko online konglomerat, bisa dibayangkan birokrasi dan tingginya struktur organisasi di dalamnya.

4. Strategi lokal hanya bisa dipahami oleh orang lokal – Errr..ini tidak bisa dipandang jamak tapi paling tidak merepresentasikan bahwa masyarakat lokal senang dengan hal-hal yang berbau lokal. Merek-merek dunia sudah banyak yang merasakan kehebatan sistem lokalisasi. Banyak yang berhasil, banyak juga yang tersandung. Starbucks, McDonalds, KFC, Pizza Hut bahkan Coca-cola pernah merasakan kedasyatan kekuatan lokal sehingga mereka harus mengganti logo, nama produk atau bahkan kebiasaan global yang tidak bisa diterima oleh pasar lokal.

5. Strategi distribusi yang rumit – Permasalahan ini dikemukakan di TechinAsia ketika mereka mengumpulkan juragan toko online besar di Indonesia. Jakarta dan kota besar barangkali bukan masalah. Tetapi Indonesia mempunyai lebih dari 17.000 pulau. Untuk produk-produk yang logistic intensive, seperti kosmetik, baju, elektronik, dll ini memerlukan perhatian khusus dan tidak bisa diabaikan begitu saja. Bukan hanya memastikan barang akan diterima oleh konsumen, tetapi juga harus dipastikan barangnya diterima dengan kondisi yang utuh dan tepat waktu. Beberapa pemain dunia menganggap jasa kurir di Indonesia tidak cukup banyak untuk memberikan pilihan bagi mereka untuk bekerjasama (kita semua tahu ini). Permasalahan lainnya adalah, perusahaan distribusi (baca: kurir) juga menerapkan tarif yang tinggi. Bahkan, tertinggi di ASEAN. Menyedihkan bukan?

6. Mall online = investasi jangka panjang, toko online = investasi jangka pendek. Ini jelas. Makanya jangan memulai dengan sesuatu yang besar. Mulai saja dengan hal yang kecil. Kalau punya tetangga yang membuat sepatu, coba jualan sepatu online. Fokus. Bahkan, sepatu masih bisa dibagi lagi niche nya. Coba jangan jualan segala jenis sepatu, tetapi sepatu wanita misalnya, atau bahkan sepatu olahraga. Investasi pemain kecil di toko online, dengan tanpa kegiatan produksi, tidaklah begitu besar. Otomatis kegiatan yang dilakukan hanyalah melakukan promosi online dengan fasilitas yang ada. Return On Investment ( ROI) mall online besar harus di strech sepanjang-panjangnya, sembari menanti pasar betul-betul matang. Ini seperti kalau kita goreng telur saja. Pasar toko online kecil sudah matang terlebih dahulu karena berada di pinggir, sedangkan mall online harus menunggu seluruh telur matang. Lama.

7. Trust, gampang diucapkan, susah diterapkan – Problem terbesar adalah masalah payment gateway. Walaupun bank sudah mulai membuka diri dengan permasalahan ini, tetapi kondisinya belum maksimal. Masyarakatnya sudah siap bayar, tapi saluran pembayarannya masih tersendat. Toko online kecil akan bisa mengatasi ini karena kepercayaan yang sudah dibangun lama. Barang kirim dulupun gak ada masalah kalau memang sudah pelanggan lama. Toko online besar? Boro-boro.

Jadi, sekarang adalah saat yang tepat untuk mendigitalisasi toko online, atau mempertajam pasar dari toko online yang sudah anda punyai. Pada saat pemain besar sedang ketar-ketir karena rilis multiply dan zalora, ini saatnya pemain lokal melaju kencang. Setuju?

Yuk dapetin update email penuh cinta dari BixBux

Tags: ,

ABOUT THE AUTHOR:

CEO of EntroBuzz. Passionate affiliate marketer. Coffee trailblazer. Believe in idea, creativity and rock 'n roll. Find me on Google+, Facebook, Instagram, or Twitter @WRahMada.

69 Comments on this article. Feel free to join this conversation.

  1. Helmi May 5, 2013 at 5:14 AM - Reply

    Terima Kasih…
    sangat Menginspirasi Pak Wientor…

  2. joko May 5, 2013 at 7:01 AM - Reply

    semangattt..selalu ada kesempatan dibalik kejadian besar πŸ˜€
    thanks advicenya boss

    • Wientor Rah Mada May 5, 2013 at 9:57 PM - Reply

      Selalu ada kesempatan, tinggal bagaimana kita membuka mata dan hati kita..

  3. kue pia May 5, 2013 at 7:22 AM - Reply

    Nice artikel mas bro. Saya samgat setuju bener tuh poin nomor 4 dan sepertinya beberapa situs deal2 coupon gt juga masih berdarah2 tuh injek dana dan profit tidak sebanding banget.

    • Wientor Rah Mada May 5, 2013 at 9:59 PM - Reply

      Terima kasih bro! Mereka menang modal besar aja, bertarung di pasar lokal pasti banyak luka πŸ™‚

  4. Iklan Baris May 5, 2013 at 7:39 AM - Reply

    wau mencerahkan, begitulah nasib para pemain monopoli pasar, yang kecil selalu kuat bertahan

    • Wientor Rah Mada May 5, 2013 at 10:00 PM - Reply

      Sudah banyak contohnya, yang kecil selalu lebih gesit..

  5. Yayan Sugiana May 5, 2013 at 10:46 PM - Reply

    Saya jadi tambah semangat jualan sepatu online-nya! πŸ™‚

  6. Riki Yohanes May 6, 2013 at 7:43 AM - Reply

    Setuju sekali dengan om Wientor, saatnya melaju lebih kencang sedikit. Trims informasinya

    • Wientor Rah Mada May 29, 2013 at 11:13 PM - Reply

      Sama-sama om riki. Sayang kita gak bisa ke Multiply lg ya? πŸ™‚

  7. Hertha Febrianto May 6, 2013 at 10:51 AM - Reply

    Wah analisa yang sangat bagus sekali Pak Wien, memang Indonesia adalah negara yang unik dengan tingkat kemajemukan masyarakat yang tinggi, memiliki berbagai suku bangsa, ras, dan agama yang berbeda-beda. Dengan demikian diperlukan berbagai strategi yang berbeda pula dalam melangkahkan kaki bagi setiap pelaku bisnis.

    Dari 7 poin diatas, sudah sangat jelas jika pihak asing akan sangat kesulitan mencicipi gurihnnya pasar di Indonesia jika tidak mengikutsertakan / menggandeng para pemain lokal yang sudah paham betul kondisi pasar di sini.

    Sudah saatnya Indonesia menjadi tuan rumah di negeri sendiri bukan pihak asing.
    I love my country, I love Indonesia..

  8. nurdin nurung May 9, 2013 at 10:57 PM - Reply

    wah…sangat meninspirasi,,semoga langkah2 kecil yang diambil sdh benar nih

  9. Diskon May 9, 2013 at 11:08 PM - Reply

    Artikelnya sangat menginspirasi mas Wientor

    memang sudah saatnya sekarang Indonesia menjadi tuan rumah di negeri sendiri bukan pihak asing.

    ada beberapa bisnis yang berdarah2
    tapi biasanya 2 tahun pertama ,tp kalo bisa survive 2-3 tahun biasanya sudah mulai untung besar

    Ada artikel sekitar okt tahun lalu mungkin menginspirasi > http://bit.ly/ZRKYxr

  10. Baju Batik Wanita May 10, 2013 at 3:08 PM - Reply

    Setuju, namun pemain kecil juga harus punya strategi untuk bisa bertahan dalam persaingan yang sudah cukup tinggi.

  11. fitriana May 15, 2013 at 8:44 PM - Reply

    wow, benar-benar keren analisanya..
    Saya sebagai pemilik toko online kecil mengamini pendapat anda.
    Saya dulu sempat membuka toko online di MP karena iming2 free ongkir, tapi saya nggak suka dengan sistem pencariannya produk disana, sempat ada beberapa barang yang laku di MP.
    Alasan saya meninggalkan MP adalah karena tidak ada sistem pencarian barang dr harga terendah-tertinggi, atau sebaliknya.
    malah ada option pencarian A-Z (emang apa gunanya model pencarian kyk ini)
    Padahal sebagai konsumen, (sebenarnya ada banyak barang yang saya minati di MP apalagi free ongkir) saya masih suka nyari barang yang harganya paling murah πŸ˜€
    inilah alasan saya untuk menekuni toko online sendiri daripada aktif jualan di MP, apalagi dengan biaya cuma 150rb/tahun, sy sudah memiliki toko online dg domain .com

  12. Rosalie S. Barr May 25, 2013 at 4:54 AM - Reply

    Kalau saya perhatikan, saat ini semakin banyak pengusaha yang bermunculan di Indonesia. Tidak hanya pengusaha berskala besar tapi juga pengusaha kecil dan menengah, bahkan usaha kecil menengah (UKM) saat ini mengalami peningkatan yang cukup besar pertumbuhannya. Adanya peluang bisnis dengan modal kecil membuat orang untuk mencoba membangun usahanya sendiri. Cukup banyak pengusaha kecil menengah tidak hanya membuka toko yang ada fisik nya tetapi toko virtual di internet yang dapat menjangkau orang lebih banyak lagi, bahkan beberapa pengusaha online yang saya kenal memiliki penghasilan yang membuat saya β€œngiler” hehehe. Nah setelah saya melihat bisnis online kenalan saya itu sangat berhasil, saya tertarik untuk membuat artikel yang berhubungan dengan bisnis, baik itu bisnis offline dan juga online.

  13. sandy May 26, 2013 at 6:13 PM - Reply

    “pembayaran atau hal teknis lainnya akan bermaafkan oleh pelanggan karena hubungan interpersonal yang dibangun antara pengelola dan pelanggan”

    => sampai-sampai mereka tak sungkan untuk menelpon walau sudah larut malam.. dan menelpon layaknya menelpon seorang teman saja. Hal seperti ini tidak bisa ditemukan pada perusahaan2 besar yg menggunakan bahasa yang terlalu formal.

  14. Kholil Aziz May 31, 2013 at 2:58 AM - Reply

    Saya punya lima teman (teman pertama jualan kulit, kedua jualan baju cewek, ketiga aksesori HP, keempat helem, kelima mainan anak), mereka jualan secara konvensional.
    Rencananya saya mau menjual kelima barang itu secara online dalam satu toko online. Namun setelah baca artikel ini saya jadi ragu.
    Saya minta saran kepada bapak Wientor Rah Mada bagaimana semestinya yang harus saya lakukan?
    Apakah saya harus membuat lima toko online (untuk menjaring banyak pembeli) atau tetap satu toko online?

    • Wientor Rah Mada June 3, 2013 at 3:10 AM - Reply

      Sebaiknya jangan dibuat dalam satu toko online mas. Semuanya harus membidik keywords yang berbeda, pisahkan saja. Pilih satu-satu kemudian optimalkan. Semoga sukses!

  15. Divinan Darmesta June 11, 2013 at 10:35 PM - Reply

    Wah artikel nya keren pak Wientor.
    Sangat bermanfaat.
    Semakin semangat saya mengembangkan jaringan bisnis toko online saya.
    Sekalipun toko online modal kecil tapi dengan kekuatan network saya yakin bisa mengalahkan pemain2 besar.. mall2 online..
    Saya setuju kita harus fokus 1 niche dan optimasi keyword.

  16. Busana Muslim June 28, 2013 at 1:46 PM - Reply

    Wah mas wientor artikelnya mantap nih :), oiya ajarin tentang CPA dong. hehehe. terus kenapa sih harus ngegunain landing page? kenapa ga langsung aja ke web yang kita tuju kalo maen di CPA?

    • Wientor Rah Mada July 8, 2013 at 9:37 AM - Reply

      Landing page itu kayak penguat sinyal mas, bisa memperkuat kepercayaan traffic terhadap offer yang kita bawa. Walaupun begitu, gak semua offer juga bagus pake LP, terkadang direct link lebih mempunyai ROI yang oke juga. Kuncinya di split test.

  17. zaqi September 9, 2013 at 8:28 AM - Reply

    Saya sangat suka dengan ulasan artikel ini Mas, kadang orang seperti saya terlalu memikirkan jangka panjang dan malah membuat saya sulit melangkah, tapi ketika saya mulai dari hal yang kecil, misal membuat sebuah toko online yang targeted produknya, malah cepat sekali jalan, dan otomatis pengembanganya juga akan terus berjalan seiring waktu…

    • Wientor Rah Mada September 9, 2013 at 8:44 AM - Reply

      Selalu dimulai dari hal kecil mas, suatu saat pasti akan menjadi besar juga πŸ™‚

  18. Ade Setiawan September 9, 2013 at 10:53 AM - Reply

    Thanks mas Wientor,

    Analisanya lumayam “tajam”. Bikin saya jadi makin semangat jalanin usaha ini (Toko Online)

    • Wientor Rah Mada September 9, 2013 at 11:24 AM - Reply

      Ayo mas! Saatnya mendominasi pasar lokal! Pasti bisa!

  19. Aminuddin September 16, 2013 at 10:56 PM - Reply

    Luar biasa, kecil itu indah, kecil itu kuat. Sayapun menikmati saat menjadi kecil. Toko online herbal online yang saya rintis alhalhamdulillah telah membuat saya berhenti bekerja walaupun dengan gaji besar. Saya dapat menjamin kostumer saya, herbal yang mereka pesan akan diterima, jika tidak jaminan kirim ulang akan saya berikan. Bagi saya kostumer seperti saudara… makasih pak. inspiratif..

  20. Lukman Doank October 28, 2013 at 7:06 AM - Reply

    Artikel nya bagus pak, jadi tambah semangat di bisnis online, khusus nya toko online..

  21. lava October 31, 2013 at 9:17 PM - Reply

    Good article. Love my Indonesia. CHeers! xoxo

    http://www.lavabra.com

  22. store-22 November 10, 2013 at 6:31 AM - Reply

    Begitu ya gan, lebih semangat ni bagi para pemula bisnis toko online πŸ™‚

  23. baju murah March 3, 2014 at 9:09 PM - Reply

    terima kasih artikelnya sangat inspiratif

  24. Didik Wahyudi March 21, 2014 at 3:10 PM - Reply

    Hai Mas Wientor. Menarik sekali ulasannya. 88db pun akhirnya tutup. Niatnya bagus dan baik. Yang saya lihat mencoba meniru kesuksesan alibaba di China. Mengumpulkan pelaku ukm dalam satu wadah besar dengan pendekatan ketimuran. Menyasar ukm hingga ke daerah dan mengajak bermain online. Tapi sayang gagal.

    Dan pasar besar Indonesia tidak hanya diminati pemaing asing besar untuk investasi. Pemain lokal yang setiap harinya berusaha menipu pun, hampir setiap hari saya temukan di pasar online. Semoga mereka juga gagal!

    Salam online.

    • Wientor Rah Mada April 16, 2014 at 10:27 AM - Reply

      Iya mas Didik, tokobagus pun sekarang sudah mulai banyak spam. Musti hati2.

  25. Distributor busana muslim bermerek November 4, 2014 at 11:08 AM - Reply

    Saya suka dengan kata “Pemain besar selalu melihat awan, pemain kecil”
    memang saatnya kita bergerak untuk mendominasi pasar online mengingat permintaan yang semakin besar di dunia online.

  26. Jual jam tangan online February 5, 2015 at 7:27 AM - Reply

    Kalau seandainya jasa kurir lebih murah lagi ini pasti toko online lebih banyak lagi. JNE yang tidak murah aja bisa laku laris manis. Artikel sangat bermanfaat pak

    • Wientor Rah Mada February 6, 2015 at 9:17 AM - Reply

      SAlah satu yang membuat Multiply bangkrut di Indonesia ya karena jasa kurir di negeri ini masih tinggi..tapi ya dimaklumin aja, negara kita kepulauan..

  27. Edison July 4, 2015 at 8:32 PM - Reply

    Salam kenal pak, luar biasa artikelnya, sangat berisi, trims tuk ilmunya dari pengalaman dan penelitian bapak yg telah di share tuk kita semua. Mohon juga pencerahannya pak… kira2 bisnis online apa yg prospeknya cerah, saya tinggal di batam. Trims

  28. Jual Tas Wanita Online July 12, 2015 at 4:41 AM - Reply

    This piece of writing will assist the internet visitors for creating new blog or even
    a weblog from start to end.

  29. mahmud yusuf July 28, 2015 at 12:13 PM - Reply

    sangat inspiratif…
    memang kendala utama bisnis onlinr di negara kita ini mungkin pengiriman

  30. Ayudia August 2, 2015 at 4:12 PM - Reply

    Terimakasih Mas Wientor ulasanya sangat bagus, dan menginspirasi kita kita para ukm, sukses

  31. gilaxxx August 4, 2015 at 8:36 AM - Reply

    ulasan nya bisa di terima om wientor,,, nambah wawasan….

  32. maryatid dimursi August 5, 2015 at 1:13 PM - Reply

    Terima kasih atas tulisannya. Saya baru membuka toko online di instagram. Untuk pemain baru yang ga punya modal besar ternyata toko online itu solusi banget. Cuma baru belajar supaya bisa ningkatin traffic dan kunjungan.

    Aku pernah buka channel di beberapa toko online besar seperti tokop**ia dan ol*… Tapi karena memang terlalu variannya barang yg dijual di sana trafficnya kurang tinggi. Akhirnya Sekarang benar2 mau fokus aja di instagram atau sosmedia yg lain.

    Thank you atas tulisannya sekali lagi ?

  33. eloratour August 11, 2015 at 1:57 PM - Reply

    Noted !
    πŸ™‚

  34. jatibagus August 17, 2015 at 3:39 PM - Reply

    Keren sekali tulisannya.

  35. Lifekomputer August 18, 2015 at 1:51 PM - Reply

    Mall Online itu sejenis market place gtu a? Toko onine yang menjual produk orang lain itu juga termasuk toko online atau mall online?

  36. airsoftpistols August 21, 2015 at 6:01 AM - Reply

    Salam Pengusaha Online Lokal πŸ™‚

  37. Kampung Herbal September 26, 2015 at 8:40 PM - Reply

    Point 2 .. Setuju sama mas Wientor RM, dalam bisnis skala kecil harus berusaha fokus dulu mati-matian dari 1 produk, terasa banget ketika masih serakah dulu, malah hasil yang dicapai minim, tapi ketika fokus ke 1 produk… ternyata hasilnya luarbiasa πŸ™‚ dari situ baru di bisa duplikasi untuk produk yg lainnya ..
    thx infonya mas πŸ™‚

  38. jam tangan jakarta October 22, 2015 at 5:54 AM - Reply

    analisa yang keren banget, tks pak wintor utk sharingnya.

  39. eloratour November 28, 2015 at 1:59 PM - Reply

    Informasi artikelnya berguna …
    thanks 4 sharing

  40. Kris December 6, 2015 at 1:38 AM - Reply

    Terima Kasih telah membuka pandangan jangka panjang dan pendeknya krn sering kali org kalah ketika memikirkan panjangnya πŸ˜€

  41. Adi May 11, 2016 at 6:04 PM - Reply

    Point nomor 7 adalah yang paling penting, trust.. Meski semua point udah bagus tapi kalau nomor 7 ini tidak ada, saya rasa calon pembeli akan pikir ulang.

  42. Sandi Maulana June 22, 2016 at 2:57 PM - Reply

    yang paling saya setuju ialah point 3 dan tujuh,,
    action action kang..

  43. cicimukena July 30, 2016 at 6:01 PM - Reply

    Terimakasih, tulisan yang menginspirasi. Saat ini sangat berat persaingannya , dulu website saya nomer satu di halaman google dengan satu kata kunci. sekarang terlempar di halaman ke empat, dikarenakan halaman pertama di kuasi oleh marketplace besar. mohon petunjuk bagaimana caranya bisa kembali ke halaman pertama, atau minimal halaman ke kedua.

  44. bayuwin September 2, 2016 at 11:06 PM - Reply

    akan menjadi kata-kata melegeda dari seorang legend

    small, speed dan faster

    thanks artikelnya..

  45. hartoto September 3, 2016 at 11:13 AM - Reply

    nice share om wientor semoga ilmu nya jadi berkah & rahmat buat sesama…

  46. Jeany Surya October 22, 2016 at 5:40 PM - Reply

    Baru tau ada lojai.com, di cek eh dah tutup juga.
    Point 7 mu mas, terutama “Barang kirim dulupun gak ada masalah kalau memang sudah pelanggan lama”. Jadi moment “AHA” ku, seperti hit jakpot.
    Warbiasah om mentor rah mada ini

Leave A Response