Instagram yang saat ini penggunanya sudah melebihi angka 150 juta orang mulai menggurita. Salah satu pengelola online store yang saya wawancara mengemukakan bahwa dia bisa mencapai penjualan 100-150 items dalam satu sehari. Padahal di dalam kategorinya, barang yang dijual mempunyai harga berada di atas rata-rata. Teman saya ini juga mengungkapkan bahwa penjualan via Instagram banyak dikirimkan ke wilayah kota besar di Indonesia.

Hal ini menunjukkan kondisi geografis pemakai Instagram (yang menjadi pembeli potensial) memang berada di perkotaan. Secara rinci, pembeli wanita lebih banyak dari pria dan berusia produktif 25-45 tahun. Instagram menjadi feminis? Tidak juga. Tetapi memang secara psikis, wanita jauh lebih bersosialisasi daripada pria. Bentuk visual Instagram, kesederhanaan layout dan kemudahan penggunaan membuat Instagram disukai. Belum lagi pengguna aktif Instagram yang rata-rata adalah penjelajah. Mereka sangat peduli kepada #harstag yang artinya ada kemauan besar untuk mencari komunitas yang mempunyai satu interest.

sfs instagram

Membuat online shop di Instagram, terus terang saja, awalnya saya tidak begitu percaya. Bagaimana mungkin bisa berjualan di space yang penuh dengan gambar seperti itu? – tetapi tentu saja saya, sekali lagi, salah besar. Saat ini, di Indonesia, Instagram menjadi platform yang digemari orang-orang untuk berjualan. Tonjolan visualisasi produk rupanya tetap saja menarik, walaupun tanpa satu kali klik Call For Action (CTA) button.

Hal menarik lain, antar online shop di Instagram dikenal istilah SFS atau Shoutout for Shoutout. Artinya adalah antar sesama online shop yang saling mempromosikan satu sama lain. Ini aturan main yang biasa dipakai :

1. Ukurannya adalah jumlah follower yang online shop anda punyai. Kalau cuma punya 500 atau 1000 masih belum bakal menarik online shop lain untuk saling barter promosi. Kalau anda baru saja buka online shop, berjuanglah untuk mendapatkan 1000 followers pertama. Atau bisa beli followers, ada banyak yang jual jasa ini. Tentu saja, kalau anda beli followers maka hampir dipastikan semuanya adalah bot (palsu). Tetapi untuk mendapatkan kepercayaan dilangkah awal bolehlah. Selebihnya pastikan anda mempunyai followers yang riil.

2. Tipping point untuk SFS biasanya 10.000 followers. Dengan jumlah itu, akan ada banyak online shop lain yang mengajak anda untuk saling promosi. Bentuk promosinya dengan memposting gambar atau video yang anda buat, termasuk dengan kata-kata yang anda pilih sendiri.

3. Kalau followers masih sedikit. Beberapa online shop dengan followers banyak biasanya menyediakan fasilitas promosi di akun mereka. Harganya bermacam-macam, biasanya berkisar antara 100rb-150rb. Promosi yang dilakukan adalah dengan memposting gambar/video yang kita buat pada jam-jam tertentu. Tetapi setelah 24 jam, postingan tersebut akan dihapus. Ini juga merupakan cara jitu untuk mencari followers dengan akun riil. Anda bisa memulai dengan mengirimkan pesan ke admin online shop besar yang anda mau.

4. Pada saat anda memutuskan untuk memakai SFS atau promo berbayar melalui online shop lain, pikirkan kontennya. Saran saya, jangan pake SFS untuk berjualan, ini terlalu cheesy. Pergunakan SFS atau promosi berbayar ini untuk mendapatkan followers baru. Jadi jangan posting produk yang anda jual, tetapi buatlah postingan yang disukai banyak orang. Misalnya dengan membuat jokes atau tips-tips menarik tentangs segala sesuatu yang berhubungan dengan produk anda. Perhatikan jumlah likes yang ada pada postingan SFS. Semakin banyak, semakin bagus. Cantumkan nama akun online shop anda di gambar. Ini berdampak bagus pada peningkatan jumlah followers.

5. Berhati-hatilah dalam memilih online shop untuk SFS. Well, kalau cuma SFS sebetulnya gak ada salahnya untuk saling promo dengan online shop yang tidak satu niche dengan produk yang anda jual. Toh gak bayar ini. Tetapi kalau anda memutuskan untuk promo berbayar, budgetkan untuk beberapa kali. Perhatikan mana yang memberikan followers baru terbanyak. Promo di online shop dengan niche yang sama, baju muslim wanita misalnya, berarti akan membuat kita head-to-head dengan online shop yang lebih besar tersebut. Hindari. Coba berpikir out-of-the-box. Cari niche lain dengan demografi pasar yang mendekati sama dengan produk anda.

6. Kalau followers online shop anda sudah diatas 10.000, akan ada banyak online shop lain yang mendekati. Banyak grup di LINE, BB atau WhatsApp yang berisikan online shop dengan jumlah followers tertentu. Kalau anda sudah masuk ke komunitas ini, SFS dan saling promo akan jauh lebih mudah. Tawaran itu akan datang setiap hari. Tinggal silakan anda yang memilih mau ambil yang mana. anda juga bisa membuka jasa promo berbayar. Lumayan jadi pendapatan sampingan 🙂

Yuk dapetin update email penuh cinta dari BixBux

Tags: , , , , , ,

ABOUT THE AUTHOR:

CEO of EntroBuzz. Passionate affiliate marketer. Coffee trailblazer. Believe in idea, creativity and rock 'n roll. Find me on Google+, Facebook, Instagram, or Twitter @WRahMada.

7 Comments on this article. Feel free to join this conversation.

  1. 4harga October 29, 2014 at 2:20 PM - Reply

    memang banyak cara untuk berjualan online salah satunya dengan menggunakan Instagram, sangat mudah simple dan tepat sasaran.

    Kira-kira siapa ya pencetus utama di Indonesia 🙂

  2. magic eve bra April 26, 2016 at 11:26 AM - Reply

    tanya dong mas, kalau teknik Shoutout for Shoutout dibanding dengan instagram ads bagusan mana ya?

  3. Panda Gila May 9, 2016 at 1:22 PM - Reply

    Instagram memang sedang menjadi fenomena toko online ya gan. Kalau menurut agan, bagusan SFS atau beli follower real saja? Kalau secara budget SFS mungkin lebih hemat sih ya

  4. Itha May 15, 2016 at 1:19 AM - Reply

    Saya udah 2th pake teknik SFS, akhirnya skarang saya tinggalin teknik ini karena spamming ke followers.. Kata seorang mentor, klo jualan jangan sampe melakukan spamming hehehe.. Klo mnurut mas gmn? Apa teknik ini efektif buat jangka panjang atau hanya pendek saja?
    Oiya, soal beli followers di awal Mnurut saya, sangat tidak disarankan, karena klo ketauan dengan onlineshop lain, akan diblacklist untuk urusan SFS..

    • Wientor Rah Mada May 15, 2016 at 9:29 AM - Reply

      Saran : gak perlu beli follower, mendingan bangun sedikit demi sedikit. Dan SFS bukan spamming karena atas sepengetahuan pemilik akun yg melakukan SFS.

Leave A Response