Apabila anda terjun di suatu bidang, kemudian mencintainya sepenuh hati, akan dengan sangat mudah melihat apa yang terjadi. Perubahan sedikitpun akan terasa. Demikian juga saya. Ketika memutuskan untuk terjun di Affiliate Marketing, tidak ada keraguan sedikitpun. Sepenuh hati saya curahkan (walaupun harus berbagi dengan waktu mengajar saya), dan sejauh ini tidak pernah mengecewakan. Saya seringkali berujar, menjadi seorang internet marketer itu seperti punya tato di wajah. Perlu full komitmen.

Hanya saja, industri affiliate yang ada dari tahun 1987 ini minim inovasi. Secara teknologi sih iya. maksudnya, kalau secara teknologi, industri ini terus berkembang. Dari offers/vertical yang ada, ragam dan bentuknya semakin berkembang. Termasuk teknologi adnetwork (CAKE, hasoffers dan custom), tracking, realtime bidding CPM di traffic source sampai dengan spying. Tetapi apabila kita berbicara tentang strategi dan teknik, hampir-hampir tidak ada bedanya dahulu dan sekarang.

differences photo

Tetapi sejak tahun 2013-14, saya menyadari ada banyak keraguan dan ketidakpastian yang dirasakan oleh para affiliate. Banyak pemain baru yang bermunculan, lihat saya member dari STM (salah satu forum terbesar komunitas affiliate) hampir setiap hari selalu bertambah. Artinya, semakin banyak orang yang menginginkan menjadi seorang affiliate marketer. Walaupun demikian, kenaikan tarif CPM di traffic source tidak bisa juga dihindari. Ini berarti juga, disadari atau tidak, entry barrier masuk ke industri ini juga semakin tinggi.

Ketika tantangan sudah semakin kecil, halangan menjadi semakin membesar dan kompetisi semakin liar; beberapa super affiliate merubah haluan dan keluar dari comfort zone-nya. Seperti Robert Gryn yang memutuskan untuk mengembangkan Voluum dan Zeropark, atau Lorenzo Green yang membuat F5Media dan STM. Well, pada akhirnya kita memang memerlukan tantangan lebih untuk bisa merasakan hidup yang lebih hidup..syedapp..

Sebetulnya, apa yang terjadi di atas sangatlah natural. Pertanyaan besarnya adalah, dimanakah kita? Apa konsep keunggulan bersaing yang kita punyai sehingga bisa membuat pesaing kita menjadi outbid?

Menurut definisi, keunggulan bersaing merupakan suatu kondisi yang membuat sebuah perusahaan (atau individu) dalam sebuah bisnis yang superior. Masalah dalam mendapatkan keuntungan dari sebuah kompetisi dalam Affiliate Marketing adalah sebuah paradoks, kebanyakan dari kita memulai dari posisi yang sama, kondisi yang sama, dan keadaan yang sama.

Kita adalah suatu kerumunan, dengan persenjataan yang sama yaitu :

  • Banners yang sama
  • Landing pages yang sama
  • Penawaran yang sama
  • Payouts yang sama
  • Budgets yang sama
  • Bidding strategies yang sama
  • Traffic sources yang sama
  • Dan masukan yang sama lainnya.

Ketika kita sedang bersaing melawan sesuatu yang sama, sulit untuk kita memperoleh keuntungan. Para pemain baru yang masuk hampir bisa dipastikan akan mempunyai persenjataan yang sama (persis) seperti diatas. Itu yang membuat mereka bertarung dan mati ditengah jalan. Karena memang industrinya memerlukan hal yang berbeda. Perbedaan terbesar antara newbie dan pro adalah, newbie selalu nyontek, dan pro selalu berusaha untuk berbeda.

Sebutlah dari 7 milyar orang di bumi ini, setiap hari ada 10 orang yang secara serius berkomitmen fokus di Affiliate Marketing. Sepuluh orang ini akan membaca bacaan yang sama dari blog yang sama, mempunyai tracking yang sama, mendaftar di adnetwork yang sama, bergabung di forum yang sama dan parahnya, melakukan campaign yang sama (yang dibagi di forum) dengan harapan masih ada ‘sisa’ kejayaan cari campaign tersebut. Forget it. Kenapa campaign itu dibagikan gratis di forum? Karena sudah tidak lagi menghasilkan profit. Titik.

Menyedihkan ya? Memang begitulah kondisinya. Buat yang sudah lama terjun di dunia ini akan mengerti betapa pentingnya mencari banners, landing page, angle dan bahkan traffic source baru. Keunggulan lain yang juga dipunyai adalah karena jejaring di industri yang sudah terbangun. Buat baru mau akan belajar Affiliate Marketing musti take note yang ini : anda dan para senior mempunyai sumber ilmu yang sama. Bedanya adalah ini :

1. Senior sudah mempunyai hubungan baik dengan Affiliate Manager (AM) di Adnetwork. Hubungan ini bahkan terkadang melebihi pacar, intensitas ngobrol dengan AM akan jauh lebih sering daripada telp pacar hahahaha… Buat affiliate marketer ini menjadi sangat penting. Jangan dipikir nambah AM di Skype terus beres. Afiliate Manager yang baik akan berada di pihak affiliate dan terus mendorong affiliate untuk mengirimkan traffic ke network. Seorang AM juga memungkinkan untuk mem-bump (menaikkan payout) dan bahkan meminta kita untuk menjalankan private offers yang orang lain tidak jalankan. Di perjalanan saya di Affiliate Marketing, sudah banyak AM yang saya temui. Saya sendiri dulu pernah menjadi AM juga di salah satu network USA. Jadi saya tahu persis tugasnya, yaitu membantu affiliate untuk mendapatkan profit. Itu saja.

2. Senior juga menjalin hubungan baik dengan representatif Traffic Source (TS). Jangan heran, sebagian besar duwit anda akan masuk ke perusahaan Traffic Source, jadi penting untuk menjaga hubungan baik dengan representatifnya. Beberapa teman yang saya kenal (yang dari Indonesia) bahkan seringkali harus nelp perusahaan TS di Amerika untuk memastikan traffic-nya berjalan dengan lancar atau sekedar menaikkan limit budget daily-nya. Apabila jalinan ini sudah terjalin dengan baik, bukan tidak mungkin kitia akan diberikan whitelist dari TS tersebut. Whitelist ini adalah daftar website atau domain atau app yang mempunyai konversi. Jadi sangat menghemat waktu kita dalam split test dan tentu saja membuat budget kita menjadi lebih efektif.

3. Senior sudah sangat mengerti perubahan yang terjadi. Anggap saja begini, kita setiap hari berkutat dengan hal yang sama, sedikit saja perubahan yang terjadi akan bisa langsung dirasakan. Jaman dahulu, masih bisa kita buat 10 campaign adult, sebar di semua TS, optimasi sedikit dan secepatnya langsung profit. Sekarang jangan berharap lagi seperti itu. Lupakan masa-masa keemasan itu. Semua Affiliate Marketer sekarang tahu betul bahwa permainan sudah berubah, alih-alih tebar campaign, lebih baik fokus di satu TS dan satu campaign dari satu offer sampai dengan profit. Terkadang, perlu 3-4 hari untuk bisa profit. Budget yang dipergunakan untuk split test 3-4 hari itu bisa sampai UDS300-500 atau bahkan lebih. Amatir gak akan tahan seperti itu. Newbie selalu ingin profit cepet dengan modal sekecil mungkin. Well, baguslah. Mental beginian akan membuat industri ini jadi kurang pesaingnya, karena pasti newbie jenis ini akan berhenti dengan cepat hahahaha..

4. Senior tahu bagian mana yang harus diinovasi. Pernah melihat iklan adult (silakan masuk ke situs porno anda dipastikan akan melihat iklan ini) yang : Better Than Tinder? – ini inovasi yang sederhana tapi mengena. Tinder adalah aplikasi dating yang sangat hits saat ini di USA. Sudut pandang ‘Tinder’ diperkecil dengan slogan Better than Tinder. Entah siapapun yang menemukan slogan itu pasti diawal-awal sangat menikmati konversi yang masuk. Pasar adult atau dating (masih) sangat besar. Traffic dari niche ini luar biasa. Dan hampir semua newbie berpikiran yang sama : spying memakai HydeMyAss, scrap beberapa banners dan landing page, masuk ke TS dan mulai campaign. Benar begitu? Salah besar! Semua orang, sekali lagi, akan melakukan hal yang sama. Seorang Pro tidak akan seperti itu. Khusus untuk adult dating, saya biasanya melakukan spying sampai semingguan. Tidak hanya melihat banners dan Landing Page. Tetapi juga offer apa yang dibawa, apakah ada advertiser yang melakukan campaign sendiri sampai dengan jam berapa saja banner itu nongol. Panjang, tapi worthy.

5. Senior mengerti dan membaca statistik. Pikirkan Voluum. Isinya adalah data dari traffic yang kita kirimkan ke offer. Bisakah anda membacanya? Pada saat seperti apa anda harus mengganti gambar di Landing Page, mengganti banners atau sudah pantaskah campaign anda diberhentikan. Amatir gak mengerti ini. Dapet konversi sedikit senengnya minta ampun. Yang ditampilkan selalu screenshot ROI yang 1000% atau bahkan 2000%. Maaf ya, kalau kita tidak memasukkan CPC (cost per click) dengan benar di Voluum, atau kekecilan masukinnya, ya ROI-nya akan melambung tinggi. Senior akan fokus pada : CTR, CR , EPV dan EPC. ROI hanya menjadi akibat saja. Jangan takut ROI kecil, 20% misalnya, tapi kalau campaign-nya bisa buat jangka panjang ya kenapa nggak. Saya ada satu campaign yang sudah jalan hampir 2 bulan dengan ROI 35%, tetapi karena konsisten ya saya biarkan saja jalan. Selama tidak rugi, kenapa musti diberhentikan. Jadi, lupakan ROI, fokuslah pada hal yang lebih fundamental di statistik.

Lima hal itu yang membedakan Affiliate Marketer beneran dengan yang bohong-bohongan (kalau ada). Itu pula yang membuat Pro bisa bertahan sedemikian lama di industri ini. Buat anda yang baru akan masuk, semoga lima tips itu bisa membuat anda mengerti bahwa Affiliate Marketing bukan untuk anda yang hanya ingin main-main saja. Kalau anda bisa belajar dari artikel ini, saya jamin akselerasi anda menjadi betul-betul professional di bidang ini akan segera didapat. Lupakan screenshot, lupakan baca buku yang berlebihan; setelah baca artikel ini segeralah action. Bikin diri anda pusing dengan angle, LP, banners dan network yang rewel. Karena dari situ semuanya berawal, kalau anda masih tetap tersenyum at the end of the day, berarti industri ini mungkin memang untuk anda. Selamat datang!

Yuk dapetin update email penuh cinta dari BixBux

Tags: ,

ABOUT THE AUTHOR:

CEO of EntroBuzz. Passionate affiliate marketer. Coffee trailblazer. Believe in idea, creativity and rock 'n roll. Find me on Google+, Facebook, Instagram, or Twitter @WRahMada.

12 Comments on this article. Feel free to join this conversation.

  1. Elmail Clinton March 22, 2015 at 10:37 PM - Reply

    Keren artikelnya! Menambah wawasan. Semoga Saya bisa segera jadi affiliate marketer profesional 🙂

  2. Dave March 26, 2015 at 7:23 AM - Reply

    Mencerahkan om Wien…
    Ditunggu case study campaign adultnya yang NSFW :v

    BTW Mengingatkan saya sama tulisannya Flinch soal Competitive Advantages
    😉

    • Wientor Rah Mada March 26, 2015 at 11:24 AM - Reply

      Finch memang mencerahkan semua orang om 🙂

      • Dave March 27, 2015 at 4:42 PM - Reply

        Sampai ketemu besok Om…
        Hehehe…
        😉

  3. Agung May 25, 2015 at 7:14 PM - Reply

    kangen dulu sebelum ketemu Om saya 😀

  4. wongjowo May 27, 2015 at 5:20 PM - Reply

    dari yg ga ngerti sama sekali apa itu internet marketing, jadi lebih ngerti. thanks om bermanfaat sekali..

  5. ade mobo June 2, 2015 at 6:27 PM - Reply

    Wah makasih udah di up, walaupun sebagian ad yg masih kurang paham istilahnya, z merasa msh newbie di bidang AM, bisa dikasih penilaian gak blog sy.

  6. Edo Pratama September 24, 2015 at 8:32 AM - Reply

    Sebagai seorang advertiser, saya merasa tertampar dengan artikel ini.

    “pengiklan yang hebat tau yang penting bukan modal kecil, tetapi profit yang besar”

    banyakin artikel affiliate marketer do and don’t ya om 😀

    salam kenal 🙂

  7. Safr December 19, 2015 at 12:37 PM - Reply

    Saya tertarik sekali dengan Affiliate Marketing. Untuk pemula seperti saya yg mau terjun, ada bahan bacaan/sumber untuk dipelajari dari awal (dari 0)??

    Makasih Gan Mada

    • Wientor Rah Mada December 22, 2015 at 12:50 PM - Reply

      Semua affiliate marketer belajar otodidak. Learning by doing. Belajar biasa dimana saja (forum, blog, dsb) tapi action jauh lebih penting..

Leave A Response