Cara Download di Internet dengan FDM Lebih Powerful dari IDM

Gambar : Storyblocks

Halo guys, di artikel ini saya ingin berbagi mengenai hal sepele bagi sebagian orang. Ini perihal sesuatu yang disebut : Lisensi. Terlebih lisensi terhadap suatu software atau aplikasi.

Oke, apa itu lisensi? Berdasarkan pemahaman saya, lisensi merupakan suatu hak kepemilikan dari seseorang. Jika hak tersebut milik seseorang itu, maka perlu adanya izin dari orang yang memilikinya apabila kita ingin meminjam atau menggunakannya. Contoh sederhana, seperti kita meminjam barang seseorang perlu adanya izin terlebih dahulu, supaya disebut ‘legal’ atau sopan dalam bahasa sehari-hari.

Sekarang kita kembali menengok keseharian kita, terlebih pada gadget yang hampir setiap menit tidak pernah lepas. Hmm…mari kita sebut saja salah satu gadget : Laptop.

Kita mulai dari power on ditekan, kita masuk kepada sistem operasi pada laptop tersebut. Lalu, masuk ke desktop PC kita. Jeng-jeng.

Pertanyaan mainstream pertama apakah kita menggunakan sistem operasi dengan lisensi atau tidak (baca: bajakan)? Hehe..spontan dalil-dalil keluar dari mulut kita.

“Bill Gates sudah kaya bro!”
“Ada yg gratis, kenapa enggak?”
“Kita kan anak kos, wajarlah!”
“Ngaca!”
dll.

Buset. Jadi, pada nge-gas gitu. Santai-santai..

Semua manusia pada dasarnya memiliki ideologinya masing-masing, maka harap dimaklumi apabila terjadi perbedaan pendapat. Satu hal yg penting, Bhinneka Tunggal Ika. Merdeka!

Oke, kembali ke topik. Kalau kata Courtney Turk: “There is always another way.” Selalu ada jalan lain guys. Pelan-pelan saja, aja kesusu, njuk kelakon. Bagaimana pun, pembenaran terhadap sesuatu yang salah, itu tidak baik. Seperti, berbohong demi kebaikan, dan pembenaran lainnya.

Mari kita mulai dari sesuatu yang simpel terlebih dahulu. Contohnya, mencari alternatif dari aplikasi atau software yang berlisensi. Hmm. Maksudnya? Begini guys. Saya kasih tau apa yang saya tau ya. Jadi software tuh ada sumbernya/source-nya. Dibagi dua nih:

1. Open Source

Terbuka. Di mana software ini memiliki sumber terbuka. Apa itu yang terbuka? Jadi, si pembuat software mengizinkan kita untuk memiliki software tanpa uang, itu yang pertama. Kedua, kita nih boleh memodifikasi software tersebut? Mantap tuh untuk para petani kode yang ingin oprek-oprek. Mungkin softwarenya bisa dibuat lebih gahar. Hingga suatu saat, software tersebut bisa sempurna.

Sumber: hackernoon

Jadi, software open source kelebihannya antara lain: gratis selamanya, bisa dimodifikasi, terhindar dari malware karena tidak ada bajakannya. Aman guys.

Baca juga: Tutorial WordPress Lengkap Bagi Kamu Yang Mulai Ngeblog Sekarang Juga!

2. Close Source

Tertutup. Di mana software ini pastinya tertutup. Kemudian, bayar guys. Huh. Tapi para cracker diluar sana, berlomba-lomba membuat crack hingga banyak bajakan software ini. Bajakan itu memang gratis. Tapi, selalu ada dampak di kemudian hari. Pertama, crack tersebut akan tidak berguna lagi. Mengapa? Dikarenakan developer software selalu update sistem mereka untuk melindungi produk mereka. Kedua, ada malware yang mungkin terselip dalam kode crack pada software yang bersangkutan. Ketiga, tidak bisa dimodifikasi. Jadi, kurang aman jika kita menggunakan software bajakan ya guys. Hii.

Sumber: illogicopedia

Oke, sekarang keputusan ada di tangan kita. Pilihan ada di tangan kita. Mari kita renungkan bersama untuk mengambil keputusan kita masing-masing. Hehe. Apasih.

Dari tadi saya menulis belum relevan dengan judul artikel ya? Saatnya kita sambung benang merah yang sempat kusut. Jadi, judul artikel merupakan perwakilan dari aplikasi berbayar dan aplikasi gratis. Di mana, ada aplikasi download fenomenal IDM. Sehingga memunculkan stereotip,

“Download pake IDM aja!”

“Kok pake browser sih, ya lama downloadnya.”

“Sumpah, jadi cepat banget download pake IDM.”

Nah, penampakan dari IDM. Ya, salah satu penyalur kepuasan bagi kalangan pria maupun wanita. Digunakan pria untuk mengunduh game, software, dan ehem IYKWIM maybe. Lalu, digunakan wanita untuk download drakor dan film yang mereka cari.

Sumber: technojourney

Masalahnya adalah kita seringkali tidak aware terhadap sesuatu di luar pengetahuan kita. Terlebih karena pengaruh lingkungan. Teman-teman atau orang di sekitar kita. Pada search engine Google, saat saya mengetikkan “Download IDM” akan muncul rekomendasi yang membuat kita terkadang tidak sadar melakukan tindakan yang tidak tepat.

Di atas merupakan penampakannya. Berdasarkan website resmi IDM, perangkat lunak ini berbayar. Ada trial selama 30 hari. Seharusnya, ketika waktu trial habis kita diharuskan untuk membayar supaya bisa terus menggunakan IDM. Namun apa daya, beberapa orang memandang sebelah mata, mengenai ‘membayar untuk perangkat lunak’ dengan banyak alasan. Seperti dalih-dalih yang saya sebut di pembukaan. Padahal jika kita ingin register di situ ada informasi lebih lanjut.

Pada gambar di atas, kita diberi pilihan sesuai kebutuhan kita untuk dapat menggunakan IDM secara legal. Mulai dari, penggunaan 1 tahun saja untuk 1 PC hingga penggunaan lifetime atau seumur hidup untuk 2 PC atau lebih. Menurut saya itu worth it, dibanding diri kita setiap saat mencari crack atau bajakan IDM di internet, belum lagi risiko keamanan PC kita yang mungkin akan berdampak di kemudian hari. Mungkin virus, malware, dan lain sebagainya. Hingga pada suatu waktu, komputer rusak saat kita lagi sayang-sayangnya. Eh, waktu lagi butuh-butuhnya. Mau tidak mau, kita harus merogoh kantong kita untuk memperbaiki komputer tersebut. Hihhh.

Memangnya yakin komputernya bisa diperbaiki? Hehe. Kalau harus beli baru? Amsyong deh. Baru kita sadar deh. Klise sekali ya, penyesalan selalu datang di akhir.

Maka dari itu, wahai khalayak ramai! Mari kita mulai peduli pada hal-hal seperti ini. Dimulai dari perangkat lunak dengan size kecil seperti IDM. Sedikit demi sedikit, mengubah kebiasaan buruk yang tidak disadari menjadi kebiasaan baik. Insyaallah, kita akan mendapat ibrahnya (Baca: pelajaran, manfaat) di dunia atau mungkin nanti di akhirat. Aamiin. Selalu ada hukum timbal balik di dunia yang bulat ini. Eh, datar. Sebenarnya bulat atau datar ya?  Wallahu a’lam. Cukup kita nikmati saja, dunia yang indah ini. Sebagai warga negara Indonesia yang taat, coba selalu ingat semboyan Indonesia. Perbedaan bukan suatu yang buruk untuk negara ini. Justru menjadi sesuatu yang sering dibanggakan oleh pahlawan kita dulu. Merdeka!

Maaf guys, jadi melebar ke mana-mana pembahasannya. Emm, kita kembali kepada IDM dan FDM.

Dengan harga registrasi IDM yang saya paparkan di atas, tetap ada kondisi di mana kita memang belum mempunyai uang yang cukup untuk hal tersebut. Atau beberapa dari kita perlu menyisihkan atau menabung dahulu supaya bisa mendapatkan IDM secara legal. Maka dari itu, penulis ingin memberikan alternatif atau solusi untuk salah satu masalah bangsa ini.

Kini saatnya kita move on dari IDM bajakan ke FDM dan lihat hasilnya untuk beberapa hari depan. Hidupmu menjadi berkah. Widih. Apa itu FDM? FDM adalah Free Download Manager. “Itu singkatannya Malih!” Sahut pembaca dari kejauhan. “Betul!” Balas saya.

Secara etimologi, Free = gratis; Download = unduh; Manager = mengatur. “Siap!” Kata pembaca dengan senyum kecut.

Langsung saja, kenapa perangkat lunak ini dibangun? Jawabannya jelas, untuk memberi kemudahan bagi anak kos. Setuju? Harus setuju dong. Seperti anak kos pada umumnya, saya masih perlu proses menabung untuk mendapatkan perangkat lunak berbayar seperti IDM. Oleh sebab itu, anak kos selalu mencari alternatif lain bagaimana mengatasi hal-hal yang membutuhkan uang. Haha.

Oke guys, langsung saja gas ke website resmi FDM. Tautan website ada pada gambar di bawah ya. Let’s check it out!

Sepertinya tautan website tidak terlihat ya. Coba silahkan ketikkan keyword “Free Download Manager” di mesin pencari Google. Atau kalian bisa klik tombol berikut, karena sudah saya tautkan dengan website FDM.

Lalu, bisa kalian unduh melalui browser kalian ya. Ingat, jangan mengunduh melalui ‘IDM Bajakan’ nanti tidak berkah. Hehe.

Seperti saya dong, mengunduh melalui Google Chrome, insyaallah berkah untuk di masa mendatang. Aamiin. Oke, setelah kita mengunduh FDM, sekarang kita memasuki tahap instalasi FDM. Dimulai dengan double click fdm5_x64_setup kemudian akan muncul dialog box seperti di bawah ini.

Kita klik Next untuk melanjutkan proses.

Browse berfungsi untuk mengganti penempatan folder untuk install FDM. Secara default, otomatis mengarah pada Drive C: sehingga menjadi opsional. Boleh kita ganti sesuai dengan keinginan masing-masing. Saya lebih prefer tidak perlu diganti karena size FDM yang akan terpasang di PC kita, tidak membutuhkan ruang penyimpanan yang besar. Which is, tidak akan memenuhi storage harddisk kita. Maka dari itu, langsung kita lanjutkan proses instalasi ini, dengan klik Next, supaya kita segera menjadi pribadi yang lebih baik (?).

Sedangkan pada dialog box di atas, merupakan pemberitahuan bahwa akan ada folder ‘Free Download Manager’ yang berfungsi untuk menaruh hasil pemasangan FDM di PC kita. Kita langsung Next saja.

Oke pada langkah ini, akan saya jelaskan beberapa poin yang akan kita checklist pada dialog box di atas. Berikut:

  • Create a desktop icon, di sini kita ditawarkan apakah kita akan membuat shortcut atau jalan pintas berbentuk ikon yang ada di desktop kita nanti. Fungsinya supaya kita tidak perlu mencari di start menu dan bisa langsung double click pada desktop.
  • Create a Quick Launch icon, sebelas dua belas dengan fungsi di atas, which is untuk membuat proses menjadi lebih efektif.
  • Associate with .torrent files, apa itu torrent files? Secara sederhana FDM kita beri izin untuk mengasosiasikan file dengan ekstensi torrent. Sedangkan torrent sendiri merupakan file yang berisi informasi mengenai file yang akan download. Jika saya analogikan torrent merupakan identitas file yang siap diunduh. Namun cara kerja secara detailnya, akan saya jelaskan di artikel saya selanjutnya ya. See u there!
  • Associate with magnet links, magnet links masih berhubungan dengan torrent sebelumnya guys, jadi magnet links ini merupakan tautan untuk mengarahkan pada file yang akan diunduh.

Berdasarkan penjelasan diatas, maka saya memberi saran untuk checklist semuanya, supaya FDM bisa bermanfaat secara optimal. Sekarang, kita lanjutkan proses instalasi FDM kita dengan klik Next.

Jika muncul demikian, FDM telah siap untuk dipasang di PC kita. Mari kita klik Install.

Tunggu hingga proses install selesai. Jika kita kebetulan terhubung ke internet akan ada ucapan dari website resmi FDM. Selamat! Kita telah berhasil memasang FDM pada PC kita.

Jika kita klik Finish maka FDM akan otomatis jalan, karena telah kita checklist pada dialog box sebelumnya. Berikut tampilan FDM yang telah kita pasang pada PC kita.

Yeay! Menarik bukan? Seperti ada manis-manisnya gitu, jika kita menggunakan barang maupun produk original. Setuju? Percaya saja. Oke, langsung kita testing saja ya bagaimana mengoptimalkan penggunaan FDM di kehidupan kita.

1. FDM bisa memudahkan kita mengunduh dari Youtube!

  • Buka youtube, pilih video yang ingin kita unduh. Pause saja videonya guys, supaya hemat. Lagipula videonya akan kita unduh.

  • Kemudian, klik kanan guys pada video tersebut. Lalu, klik Copy video URL. Seperti gambar di bawah ini.

  • Sekarang buka FDM lagi ya guys. Kemudian, klik lambang + yang ada di pojok kiri atas.

  • URL yang telah kita copy di Youtube tadi, akan muncul otomatis.

  • Jika kita klik OK, akan mengarah pada dialog box di bawah ini. Di sini kita bisa mengatur, penempatan file yang akan kita download. Kemudian, kualitas video yang kita inginkan, dan bisa membuat jadwal download file tersebut.

  • Terakhir, kita bisa klik Download untuk memulai proses unduh video dari Youtube tersebut. Tunggu hingga selesai, dan selamat menonton.

Baca juga: Apa itu MCN YouTube? Ketahui Keuntungan Dan Kekurangannya Sebelum Memutuskan Untuk Bergabung!

2. Mengintegrasikan dengan Browser di PC

a. Google Chrome

  • Dimulai dengan membuka browser Google Chrome. Lalu klik seperti di gambar di bawah.

  • Kemudian akan muncul tab, arahkan pada More tools >> Extensions

  • Berikut tampilan menu Klik ikon seperti di gambar, yang ada di pojok kiri atas.

  • Sehingga muncul slide dari sebelah kiri. Kemudian, klik Open Chrome Web Store.

  • Jika telah muncul chrome web store maka tinggal ketik ‘Free Download Manager’ pada textbox.

  • Hasil yang ditemukan akan ada beberapa ya guys. Pada poin ini saya ingin menekankan sesuatu hal terkait hasil yang ditemukan pada chrome web store. Coba perhatikan gambar di bawah ini.

  • Kita perlu memahami bahwa plugin yang akan kita pasang di browser merupakan plugin resmi. Misalnya, plugin dari FDM ini. Kita perlu memperhatikan secara seksama. Di situ terlihat Offered by: Free Download Manager.ORG. Selain itu kita perlu memperhatikan hal lain seperti pengguna yang telah memasang plugin tersebut. Kita pastikan dengan membandingkan hasil yang lain. Setelah yakin, baru dilanjutkan.

  • Sekarang saatnya kita klik Add to Chrome.

  • Klik Add extension seperti di bawah ini ya guys.

  • Kita tunggu hingga proses pemasangan selesai, akan muncul notifikasi seperti di bawah ini.

  • Plugin pada Google Chrome berhasil dipasang. Sekarang mari kita uji coba sejenak. Bagaimana plugin ini bekerja di lapangan. Misalnya, kita membuka website salah satu antivirus free yaitu Avast. Berikut tampilannya.

  • Coba klik Download Free Antivirus.

  • FDM akan muncul secara otomatis. Di situ kita bisa mengatur hampir seperti saat kita download video di Youtube sebelumnya.

  • Langkah terakhir, tinggal kita klik Proses akan berjalan seperti biasanya.

b. Mozilla Firefox

  • Dimulai dengan membuka browser Mozilla Firefox.

  • Langkah selanjutnya dengan klik icon garis tumpuk tiga guys.

  • Klik Pengaya guys, atau dengan jalan pintas Ctrl+Shift+A

  • Nantinya akan tampil seperti di bawah ini. Lalu, kita klik ‘Temukan lebih banyak pengaya’. Pengaya jika kita translate adalah Btw, terkadang cukup aneh jika bahasa Inggris pada browser diterjemahkan menjadi bahasa Indonesia. Sehingga saran saya, gunakan bahasa default browser tersebut.

  • Setelah itu akan muncul jendela baru lagi. Nah di sini kita akan mencari plugin untuk Free Download Manager di textbox Kita tinggal mengetikkan kata kunci seperti gambar di bawah. Setelah tekan Enter.

  • Di situ akan ditemukan beberapa hasil pencarian, selalu ingat untuk memperhatikan developer resmi software tersebut, which is pengembang FDM oleh freedownloadmanager(.)org
  • Jadi kita download FDM seperti pada gambar di bawah. Kemudian klik plugin tersebut.

  • Hingga muncul jendela baru untuk menambahkan plugin FDM pada Mozilla Firefox. Klik Tambah ke Firefox.

  • Kemudian kita klik Tambahkan untuk melanjutkan proses.

  • Kita telah berhasil menambahkan plugin pada Firefox.

  • Di pojok kanan atas, akan muncul ikon FDM, di mana firefox telah terintegrasi dengan plugin dari FDM, sehingga jika kita melalui proses download, akan dieksekusi otomatis oleh FDM. Selamat di uji coba.

c. Microsoft Edge

Yah, untuk browser besutan Microsoft yang otomatis terpasang pada Windows 10 sayangnya belum bisa terintegrasi dengan FDM. Sehingga tidak ada tutorial integrasi di browser ini.

Jika kita lihat pada menu Settings di FDM, kemudian pada Browser Integration untuk browser Edge dan IE belum enable. Which is Microsoft belum menyediakan dukungan untuk plugin dari FDM. By the way, memangnya di sini ada yang menggunakan browser itu?

“Ada!” sahut dari kejauhan.
“Anda luar biasa bung!” balasan saya.
“Ruang harddisk PC saya terbatas Om. Jadi, pakai yang ada saja. Maklum anak kos.” curhat anak kos tersebut.
“Oke, siap.” timpal saya.
“Kalau saya pribadi si, menggunakan browser tersebut untuk mengunduh Google Chrome!” Ada yang menyahut dari pojok dengan nada meninggi.

3. Kesimpulan

Oke guys, sepertinya artikel ini sudah mencapai ending. Semoga bermanfaat untuk kita semua. Dengan kita mulai menggunakan produk free license (Baca: gratis). Kita pun akhirnya terhindar dari pembajakan produk yang notabene tidak baik khususnya bagi pribadi dan secara umum merugikan para developer produk tersebut. Sehingga, rencana kita untuk menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya tercapai.

Percayalah perbuatan baik sekecil apapun akan ada balasannya. Gambar di bawah ini merupakan suatu jalan lain yang mungkin bisa menjadi solusi untuk menghindari produk bajakan terutama pada pemakaian produk perangkat lunak.

Sumber: Tertera

Namun jika kondisi kita memang sedang tidak memungkinkan. Seperti contohnya, kita telah terbiasa dengan Photoshop (walaupun bajakan) untuk desain dan aktivitas lainnya. Minimal dalam hati berkata begini, “Suatu saat jika gaji saya telah cukup, saya akan beli produk aslinya.” Minimal ada panggilan hati demikian.

Oya, btw mengenai move on dan menghindari produk bajakan sudah digaungkan oleh beberapa komunitas, khususnya komunitas open source. Sehingga kalian jangan merasa sendirian. Justru pada Facebook pun banyak sekali grup sharing experience saat mereka praktik menggunakan free software, misalnya Gimp sebagai alternatif Photoshop, dan Inkscape sebagai pengganti Corel Draw. Nah salah satunya grup seperti gambar di bawah ini. Di situ para pelaku open source saling berdiskusi mencari solusi mengatasi masalah yang mereka hadapi. Oke guys, cukup sekian artikel kali ini. Semoga bermanfaat. See you soon.

Yuk dapetin update email penuh cinta dari BixBux

Artikel terkait

Berikan komentar

Email Anda tidak akan kami publikasikan. Wajib diisi *