Pernah bermain-main dengan Facebook Ads? Kalo iya, pasti sudah pernah merasakan kedasyatannya, baik untuk branding atau untuk mencari konversi. Buat saya, facebook ads adalah simbol kekuatan keakuratan segmentasi pasar yang luar biasa. Segmentasi pasar itu berarti kita mengelompokkan pasar sasaran karena mempunyai kesamaan diantaranya. Segmentasi pasar, menurut Philip Kotler, dibagi menjadi 3, yaitu geografi, demografi, dan psikografi. Nah, hanya di facebook ads kita bisa menemukan ketiganya.

facebook photo

Segmentasi geografi itu membagi pasar ke dalam wilayah, bisa berdasarkan negara, negara bagian (states), distrik, kabupaten, kota, kecamatan, bahkan sampai ke desa. Segmentasi geografi ini dilakukan dengan memandang bahwa kebutuhan/keinginan warga kota tersebut akan sama karena kesamaan geografi yang dimilikinya.

Segmentasi demografi, membagi pasar berdasarkan umur, gender, status perkawinan, pendapatan, pekerjaan, pendidikan, agama, sampai dengan ras. Umur 18-26 tentu saja berbeda kebutuhan dengan 55-64. Laki-laki juga akan membutuhkan barang/jasa yang berbeda dibandingkan dengan perempuan.

Yang terakhir, segmentasi psikografi, membagi pasar ke dalam kondisi psikologisnya. Bukan berarti yang gila dikumpulkan jadi satu dengan yang gila, tetapi lebih kepada atribut perilakunya. Misalnya dengan membagi ke kelas sosial atau life style nya. Kelas sosial yang A+ (kaya), secara psikologis akan membeli barang untuk pemenuhan ego/gengsinya, bukan untuk pemenuhan kebutuhan akan fungsi barang tersebut. Bahasa gampangnya, orang kaya beli ballpoint MontBlac (gengsi), orang biasa akan beli Pilot (fungsi).

Ketiga segmentasi ini menjadi satu di Facebook Ads. Berterima kasihlah kepada 1 Milyar penggunanya yang sudah secara sukarela memberikan data-data ini kepada Facebook. Terima kasih juga Facebook karena sekarang kita bisa beriklan di Afrika Selatan, Ghana, Brasil, Peru bahkan sampai Nepal; tanpa kita harus pergi kesana. Bisa milih lagi, orang Afrika Selatan dengan umur 30-45 dan menyukai Anjing (interest). Kalo saya mau ekspor makanan anjing, ya disini ngiklannya. Ini yang dinamakan laser targeted. Semakin tertarget, semakin bagus.

Yuk dapetin update email penuh cinta dari BixBux

Tags: , , , ,

ABOUT THE AUTHOR:

CEO of EntroBuzz. Passionate affiliate marketer. Coffee trailblazer. Believe in idea, creativity and rock 'n roll. Find me on Google+, Facebook, Instagram, or Twitter @WRahMada.

3 Comments on this article. Feel free to join this conversation.

  1. eko nofianto January 29, 2013 at 7:24 PM - Reply

    Pernah punya pengalaman promosi in digital produk untuk produk vertical jump, Dari isi ebooknya menurut saya nyasarnya ke orang yang pingin / hobi main basket / volly. Maka aku pilih pic yg ga jauh dri pemain basket, gender male, range age 15 – 25, interest basketball, trus yang ngefans sama basket ball club (Chicago bulls, NBA, etc). Untuk negara aku pilih sesuai riset Google insight untk bbrpa keyword related. Tapi hasilnya click nya kecil bnget dan ga ada penjualan. Kira kira adakah yang salah dg strategi yg saya pilih atau kira kira apa ada yang miss ya mas : )

    • Wientor Rah Mada January 29, 2013 at 9:29 PM - Reply

      Harus tetep pake split tes mas, kalo gak ada kita kayak mancing di kolam yang burem

  2. joko susilo October 19, 2013 at 6:14 AM - Reply

    thx gan atas infonya.

Leave A Response