Iklan Adsense Di Landing Page Internet Positif, Kemana Uangnya?

Ini lagi rame. Halaman internet positif sebagai redirect untuk laman yang diblokir oleh Kemkominfo ternyata menyimpan banyak misteri. Misteri terbesarnya adalah : kemana uang hasil iklan adsense yang nongol di laman internet positif?

Sebetulnya ini isu basi. Tapi gak pernah ada jawabannya. Semua internet marketer tahu bahwa iklan itu nongol dengan sengaja dan pasti ada yang klik. Ini kayak riddle : duluan mana telor apa ayam? Gak pernah ada jawaban pasti yang muncul. Sepertinya memang sengaja digantungin. Emang enak? Hih.

Gambar : Pintekno

Persoalan muncul ketika akun twitter @lantip mempermasalahkan ini beberapa hari yang lalu. Status yang sudah dibagikan lebih dari 6.500 kali itu awalnya mempertanyakan uang hasil iklan kemana dan kemudian juga secara pelan tapi pasti mempertanyakan juga kontrol terhadap konten iklan yang muncul.

Hipotesisnya begini :  Pemerintah (c.q Kemkominfo) melarang kita untuk melihat sebuah halaman (dengan asumsi kita melihat laman yang negatif), tapi justru diarahkan ke laman internet positif yang isi iklannya terkadang (negatif) gambar wanita sexy, iklan judi atau bahkan terkadang hal-hal yang berbau pornografi. Olrait!

Cuitan Roni Lantip di akun @lantip ini mendapatkan banyak tanggapan. Salah satunya tanggapan menarik justru dari adek saya sendiri, Riko Rasota Rahmada, yang saat ini bekerja di Kemkominfo. Tanggapan ini di ditulis oleh adek saya di status facebook-nya :

Jawaban adek saya ini seperti ini :

1. Technically speaking, Kominfo tidak pernah memblokir akses secara langsung kepada suatu domain/subdomain.

Kominfo hanya menyediakan daftar blacklist domain/subdomain, yang kemudian diterapkan pada mesin DNS setiap ISP. Bagaimana cara ISP memperoleh data blacklist tersebut tidak akan saya ungkap secara teknis disini, yang jelas caranya tidak sesederhana meng email daftar tersebut ke sluruh isp atau menyuruh mereka mendownloadnya dari server kominfo.

2. DNS adalah mesin yang mentranslate nama domain/subdomain menjadi IP address (misalnya www.kominfo.go.id ditranslate menjadi 202.89.117.69)

ISP, punya kekuasaan penuh merubah translate ip yang di list dalam blacklist menuju alamat ip address manapun. Mereka pun mengarahkannya ke IP adress yang sama. IP adress ini berisi halaman yang seringkali dilihat user saat surfing ke situs negatif.
Jadi, halaman siapa yang sedang anda lihat? MILIK ISP ATAU PARTNER DARI ISP, yang memanfaatkan blacklist untuk menambah sedikit penghasilan lebih. Jadi terjawab sudah masuk ke kantong siapa penghasilan iklan-iklan tersebut.

Selain tanggapan dari adek saya di atas, ada akun @SPangerapan – punya Dirjen Aplikasi Informatika Kemkominfo : Semuel Abrijani Pangerapan, yang juga merespon langsung :

Berdasarkan dari klarifikasi 2 (dua) orang yang berada di Kemkominfo, kesimpulan yang didapat adalah : Kemkominfo gak makan duwit iklan itu. Nah, jadi duwit hasil iklan di laman internet positif masuk ke ISP.

Bentar belum selesai ini 🙂

Akun @lantip juga menyertakan hasil risetnya tentang publisher id yang dipakai untuk ngiklan di laman internet positif. Ini pub-id nya :

Gambar : @lantip

Ternyata selain dipasang di laman redirect internet positif itu, juga dipasang di tempat lain :

Gambar : @lantip

Kemudian dicaritahu juga siapa pemilik domain uzone.id yang membuat heboh ini. Ketemu dengan nama di bawah ini :

Nah sudah mulai clear nih. Uzone.id adalah kepunyaan sebuah perusahaan bermana PT. Metra-Net. Berarti laman internet positif itu dikelola oleh PT ini.

Ternyata, PT Metra-Net ini adalah anak perusahaan Telkom yang bergerak di layanan ‘monetizing’ traffic. Mungkin kayak adnetwork kalo di affiliate marketing. Cuma ini lokal dan salah satunya ngambil traffic paksaan dari Telkom. Ini list partner yang ada di websitenya :

Duer! Ada laman internet positif disitu. Jadi iklan Adsense yang ada dihalaman itu dikelola oleh perusahaan ini. Anak perusahaan Telkom Indonesia yang berfungsi sebagai Adnetwork. Dituliskan juga diweb-nya, bisnis PT Metra-Net ini ada 2, yaitu : 1. UAd, ini platform mempertemukan publisher, advertiser dan agency untuk bisa melakukan aktivitas digital advertising secara efektif dan efisien, dan 2. UPOINT. yang adalah alat pembayaran virtual dan menu layanan untuk melakukan transaksi pembelian secara virtual.

Pertanyaan goblok saya, dari sudut pandang affiliate marketing adalah, kenapa musti Adsense? Gak perlu perusahaan sekelas ini buat masang adsense di web. Kenapa bukan produk sendiri? Atau produk yang disesuaikan dengan traffic yang masuk? Atau coba traffic-nya di split test dahulu. Atau landing page-nya yang di split tes biar masilnya maksimal. Atau..sini kasih ke saya traffic-nya..hahaha

Ah sudah lah. Mending adsense. Pasang trus tinggalin. Duwit ngalir sendiri lha traffic-nya hasil redirect. Bukan murni karena usaha sendiri. 😀

Yuk dapetin update email penuh cinta dari BixBux

Artikel terkait

1 Komentar

Berikan komentar

Email Anda tidak akan kami publikasikan. Wajib diisi *