Bagi pemilik toko online, terutama yang bisa nge-track heat map pengunjung, pasti sudah biasa dengan menurunnya tingkat konversi dikarenakan halaman shopping cart atau halaman checkout yang biasa saja. Sebetulnya ini bikin dada agak nyesek, karena step paling terakhir diabaikan oleh pengunjung. Nah, jadinya, bagaimana cara agar pengunjung menyelesaikan ritual pembeliannya? Ini strateginya :

1. Visualisasikan proses checkout ke dalam satu halaman saja. Banyak studi yang menerangkan bahwa semakin sedikit proses klik ke halaman checkout maka akan semakin besar kemungkinan untuk konversi. Berikan pembayaran hanya di satu halaman saja, hindari multiple pages. Kalaupun harus memakai halaman yang agak banyak, berikan indikator visual mengenai proses yang sudah dilakukan.

2. Tambahkan checkout button (call to action) di atas dan bawah halaman. Prinsipnya, semakin cepat pengunjung menemukan checkout button ini, semakin cepat pula mereka akan mengkonfimasi pembelian.

3. Sertakan logo kartu kredit dan metode pembayaran lain dengan tanda security seals. Pastikan pengunjung tahu bahwa pembayaran yang dilakukan aman dan terpercaya.

4. Berikan opsi untuk tetap melanjutkan belanja (continue shopping) dari halaman checkout. Opsi ini akan membuat pengunjung yang lupa akan sesuatu untuk melanjutkan belanjanya.

5. Tambahkan opsi untuk membuat akun di toko kita setelah pengunjung membereskan orderannya. Ini akan menghilangkan kesan ‘cheesy’ ketika muncul pop-up ‘Register to Create an account’ jauh sebelum halaman terakhir. Rasionalnya, pengunjung akan dengan senang hati memberikan informasi atau membuat akun di toko kita untuk bisa men-trace orderan yang sudah dibuat.

6. Harus ada fasilitas untuk nge-print atau email isi shopping cart. Ini untuk jaga-jaga apabila pengunjung tidak menyelesaikan belanja-nya dikarenakan gangguan teknis, seperti ada pekerjaan lain atau tiba-tiba dipanggil bosnya. Dengan ada failitas ini, pengunjung bisa email shopping chart dan kembali lagi ke halaman yang ditinggalkan.

7. Shopping cart harus bisa di-save dan tambahkan wishlist. Ini wajib, memungkinkan pengunjung untuk melihat-lihat barang kita terlebih dahulu tanpa harus membelinya sekarang.

8. Jangan pernah memakai pop-ups di exit page (halaman keluar). Percaya deh, itu sangat menganggu. Mendingan lalukan follow up dengan data email yang sudah dimasukkan oleh pengunjung.

9. Ini penting : selalu ada link ke halaman privacy policy, shipping details, FAQs sampai dengan return policy. Tambahkan fasilitas live chat. Opsinya saya pernah tulis disini.

10. Tidak perlu terburu-buru, berikan pengunjung untuk me-review barang belanjaannya terlebih dahulu sebelum checkout. Pastikan terdapat halaman untuk mereview produk yang mereka beli, termasuk dari sisi jumlah, harga, dan jenis barang.

11. Berikan informasi mengenai produk-produk yang kita rekomendasikan pada saat sebelum checkout. Recommend related products ini bisa meningkatkan konversi untuk produk lain, bisa yang sejenis atau produk suplementary dari yang akan dibeli. Men-trigger pembeli untuk melakukan impulse buying, membeli produk yang tidak direncanakan.

12. Penting : selalu memasukkan order number (nomer order) dihalaman checkout. Ini akan membuat pengunjung merasa yakin membeli produk karena daat mencantumkan kode apabila suatu saat ada komplain atau pertanyaan. Nomer order akan memudahkan anda juga melacak barang yang sudah dibeli pengunjung.

13. Tunjukkan total harga pembelian sebelum checkout. Sebetulnya yang ini gak perlu disebutkan lagi. Sangat menolong ketika pengunjung membeli beberapa item.

14. Hadirkan kotak/box untuk kupon diskon di halaman checkout. Beri dan sebarkan beberapa kupon diskon yang berupa kode. Selain untuk promosi, kupon ini bisa dipakai untuk program bundling atau yang lainnya.

15. Sertakan selalu review rating produk dan testimoni kemudian berikan link ke sosial media. Jaman sekarang peran sosial media sudah sangat besar. Penting untuk menjaga loyalitas pelanggan dengan memberikan informasi mengenai produk yang akan dibeli dengan berbagai komen dan rating yang diberikan langsung oleh pembeli sebelumnya.

16. Sediakan opsi promo free shipping (pengiriman gratis). Pengunjung akan sangat tidak suka terbebani dengan biaya pengiriman. Usahakan selalu ada fasilitas free shipping. Apabila tidak memungkinkan, berikan promo free shipping untuk pembelian sejumlah tertentu.

17. Berikan fasilitas bagi pengunjung untuk dapat mengetahui kapan barangnya akan sampai. Agar tidak perlu menanyakan tracking code (yang biasanya ada di perusahaan ekspedisi), berikan estimasi kapan barangnya akan diterima. Mengurangi pertanyaan yang nggak penting di live shat customer service.

18. Promo harga coret. Pengunjung Indonesia sangat suka dengan diskon. Kira-kira bunyinya begini : Dulu harganya Rp. 5000, sekarang jadi Rp. 2000 sampai tanggal sekian, atau sekedar bilang apabila : Anda menghemat Rp. 3000 apabila membeli sekarang.

19. Resiko buka toko online : customer service harus bisa dihubungi 24 jam dan return olicy harus 365 hari. Percaya deh, kalau customer service susah dihubungi, pengunjung tidak akan pernah balik lagi.

20. Upsell dan Downsell. Berikan opsi bagi pengunjung untuk membeli barang suplementary dari barang yang mereka beli sekarang. Bentuknya bisa ditaruh di recommend related products. Kalau pengunjung menolak yang upsell, ya berikan yang downsell.

21. Selalu lakukan follow up dengan email. Kirimkan email untuk mengecek apakah barang sudah diterima atau membuat kuis diskon atau juga bisa bentuk survey untuk menanyakan pelayanan dari toko online yang kita punya. Pastikan pengunjung selalu merasa ter’konek’ dengan toko kita untuk menjaga loyalitasnya.

Selamat mencoba!

Yuk dapetin update email penuh cinta dari BixBux

Tags: , ,

ABOUT THE AUTHOR:

CEO of EntroBuzz. Passionate affiliate marketer. Coffee trailblazer. Believe in idea, creativity and rock 'n roll. Find me on Google+, Facebook, Instagram, or Twitter @WRahMada.

15 Comments on this article. Feel free to join this conversation.

  1. Agan khalid September 28, 2013 at 6:54 PM - Reply

    Perlu diterapkan. Ssssssstt jgn disebar sebar pak dosenn. Artikel powerfulll

  2. Reza Aditya September 30, 2013 at 11:50 PM - Reply

    Sayangnya, saya belum punya toko online. Masih mau coba pecah telor dari microniche … hufftt

  3. tas motogp October 27, 2013 at 5:29 AM - Reply

    artikel mantap, ijin langsung diterapkan gan di toko online ane…

  4. perkofashion October 28, 2013 at 3:17 PM - Reply

    Asikkkkkk banget ne artikel. Alhamdulillah semua udah ada di toko ane. cuma yang ada paket free ongkir dan bonus-bonus yang belum ada,hihihi. makasih gan

  5. Riky Fahri Hasibuan November 28, 2013 at 5:32 AM - Reply

    Waaah….bagus ni artikelnya….makasih ya mas….saya sama istri saya juga lagi berencana buat bikin toko online buat jualan busana muslimah….

  6. cara meningkatkan penjualan online January 9, 2014 at 6:01 PM - Reply

    wah mantap sekali… terima kasih atas ilmunya gan..

  7. eko bagus January 9, 2014 at 9:46 PM - Reply

    Mantap om artikelnya, cuma masih bingung kalo bangun toko online pake cms wordpress plugin yang mendukung kira2 apa aja?

  8. totok January 30, 2014 at 11:14 PM - Reply

    artikelnya mantap…analisisnya tajam…asyik 🙂

  9. Reseller Baju Muslim May 23, 2014 at 9:10 AM - Reply

    Plakkkkk…
    Serasa di tampar baca tulisan ini
    Ternyata masih banyak banget yang belum di terapkan di blog saya
    Makasih banyak Pak artikelnya, saya akan terapkan semuanya.
    Semoga barokah, Aamiin 🙂

  10. titopratama January 7, 2015 at 12:02 AM - Reply

    kalo untuk memperbnyak visitor gimana

    • Wientor Rah Mada January 12, 2015 at 10:56 AM - Reply

      untuk toko online baru disarankan via facebook ads atau google adwords 🙂

  11. anik January 7, 2015 at 12:03 AM - Reply

    agar visitor bisa bnyak gimana ya… trus urusan feednya gmna

  12. Garmen Studio November 12, 2016 at 12:15 PM - Reply

    Wahh sangat bermanfaat.. Makasih pak dosen

Leave A Response