Ada sebuah pertanyaan besar yang ada di benak saya setelah melihat perkembangan internet akhir-akhir ini. Rupanya pertanyaan yang sama juga ada di benak European Commission (EU) dan Federal Trade Commission (US) bahkan oleh Texas Attorney General. Apakah Google memonopoli internet?

Google CEO Eric Schmidt said this in 2009: “If you have something that you don’t want anyone to know, maybe you shouldn’t be doing it in the first place.”

Google, yang pemberkasan domainnya dilansir pada tanggal 4 September 1998, mengklaim bahwa tidak ada praktik monopoli sama sekali di bisnisnya. Walaupun demikian, secara khusus, Google mengatakan bahwa sedang berlangsung review tentang beberapa bisnisnya, termasuk DoubleClick, Admob dan ITA Software.

Masih fresh ketika dahulu, bulan April 2008, dunia digegerkan dengan rencana penggabungan Google dan Yahoo! Inc. Kalau itu benar terjadi, tak pelak akan ada monopoli besar di search engine dan sistem pemasarannya. Ini jelas bahaya karena perputaran uang di search engine akan berkutat di dua perusahaan terbesar ini. Untung gak jadi. Persis tiga jam sebelum Deparment of Justice-nya Amerika memasukkan gugatan, dealnya batal.

google photo

Sampai dengan saat ini, banyak gugatan yang mengarah ke Google dan berbagai perusahaan besar internet lainnya, seperti Facebook misalnya. Semuanya berkutat di permasalahan penggunaan data pengguna. Bahkan secara terang-terangan Facebook meng-email semua penggunanya untuk mempergunakan photo-photo untuk kepentingan bisnis Facebook. Karena kejadian ini Facebook banyak di protes penggunanyaHell no!

Yang paling gres dari Google adalah, beberapa hari yang lalu, pengacara perusahaan ini mengajukan permohonan untuk dapat membaca email dari setiap akun GMail. Yes, Google akan membaca isi setiap email yang kita kirim melalui sistem mereka. Alesannya simpel, sedikit naif juga menurut saya : “Scanning email is simply part of the business”. Whatt??

Wait. Mungkin ada benernya juga. Disetiap akun Gmail ada text-ads yang selalu muncul. Berawal dari sini, Google ‘maksa’ ingin membaca email kita. Keahlian algoritma Google yang membaca kata, tentu saja akan sangat berguna apabila bisa mendeteksi setiap kata di dalam email dan kemudian mengirimkan setiap iklan yang berhubungan dengan kata-kata tersebut. Boom! hasilnya tentu saja menjadi bentuk iklan yang sangat-sangat targeted. Masalahnya adalah, apakah akan berhenti sampai disitu saja.  Wallahualam.

Baca juga : 6 Alasan Kuat Mengapa Anda Harus Mempunyai Produk Digital Sekarang Juga!

Walaupun sudah bersusah payah untuk menangkis berita dari Edward Snowden, mata-mata yang membocorkan rahasia Amerika ke publik, yang mengatakan bahwa Google adalah salah satu perusahaan yang membocorkan data penggunanya ke NSA melalui PRISM Program. PRISM adalah nama kode untuk program pengumpulan data via internet yang didukung oleh Protect America Act. Awalnya, program ini dipakai untuk mencegah terorisme dengan membuka data dan akses ke setiap akun yang dicurigai oleh National Security Agency (NSA) akan membahayakan bagi Amerika. Perusahaan besar yang berpartisipasi dalam program ini adalah : Microsoft, Yahoo, Google, Facebook, PalTalk, YouTube, Skype, AOL dan Apple. Terakhir, Dropbox pun disebut akan join. Tentu saja, semua perusahaan ini membantah dengan keras keterlibatan mereka dalam PRISM.

Apapun itu, Google adalah raksasa besar. Karena besar berarti patut untuk sombong. Hanya saja, kesombongan itu tidak berarti di China. Entah kenapa, sekarang saya jadi mengerti mengapa Cnina menolak mentah-mentah Google dan men-support habis search engine domestik : Baidu. Tindakan yang dahulu dikecam banyak orang dunia, karena menghalangi globalisasi informasi katanya, sekarang menuai pujian. Hanya dengan keberanian semacam inilah, sebuah bangsa akan berdaulat besar. Kekuatan perusahaan global, yang didukung oleh Amerika, kemudian masuk menembus batas investasi dan ruang private, wajib dicurigai. Sayangnya negara kita tercinta ini masih malu-malu apabila berhubungan dengan perusahaan luar negeri. Lihat saja berapa banyak hasil alam kita yang dibawa ke luar negeri, oleh perusahaan luar negeri. Akankah, hasil intelektual kita termasuk  pemikiran dan teknologi, akan dikuasai oleh perusahaan asing juga? Betulkan Google sedemikian murah hati untuk memasang muka manis dengan Pemerintah Indonesia? Ini adalah dosa besar yang sudah dan akan diperbuat Google terhadap bangsa ini.

1. Sebelum Membeli Android, Ini Harus Tahu

Setiap kali pertama kali kita mengaktifkan smartphone android, akan ada notifikasi agar memasukkan akun Google kita. Saya baru menyadari ini sedikit janggal ketika sadar bahwa akun tersebut tidak akan pernah tertutup selama kita memakai android yang sama. Artinya, semua bisnis Google : Search Engine, Video: YouTube, Maps, Gmail dan Chrome termasuk Google CheckOut (sekarang Google wallet) akan terus berada dalam posisi ‘on’. Here’s the problem : ketik kata ’email’ maka kita akan diarahkan ke Gmail, padahal Gmail adalah layanan email yang ketiga terbesar di dunia. Yang pertama adalah YahooMail. Termasuk ketika kita ketik kata ‘analytic’ atau ‘translate’, tebak apa yang keluar pertama kali. Pencarian anda di Android tidak akan pernah fair. Google-lah yang berkuasa dan ini tidak pernah dikomunikasikan ke publik.

2. Google Maps : Intelejen atas nama Peta

Saya pernah posting di Bixbux ini tentang bagaimana Google Maps bisa sangat membahayakan. Ini sungguh terjadi. Dengan leluasa Google bisa mendeteksi dimana kita berada. Pejabat tinggi negara, lokasi instalasi militer sampai dengan lokasi rahasia akan terkuak dengan mudah. Jangan lupa, berdasarkan undang-undang kita, peta dasar sebuah wilayah hanya bisa disediakan oleh negara. Google sudah melanggar ini dengan menyediakan peta dasar setiap inchi ibu pertiwi. Pertanyaan : apakah anda yakin Google gak bisa liat berapa banyak tank atau pesawat kita yang diparkir di outdoor? Atau berapa banyak anggota militer kita dengan mengidentifikasi berapa banyak markas/barak militer yang kita punyai? Bagaimana dengan istana negara, yakinkah kalau presiden kita terbebas dari ancaman? Secara keluar masuknya kendaraan di istana negara dapat diketahui Google secara real time?

3. Adsense Publisher Indonesia? Banned!

Saya tidak menyalahkan Google karena banyak mem-banned akun adsense dari publisher asal Indonesia. Banyak banget sekarang penyedia layanan ads, baik itu ads-network atau traffic source company, yang menolak publisher dari Indonesia hanya karena banyaknya ‘fraud’ yang dilakukan. Yang tidak boleh dilupakan adalah : Google pun mencari uang di Indonesia. Pemasang iklan di Google dari Indonesia bisa dikatakan sangat potensial. Ketakutan Google ini ditandai dengan dibukanya kantor Google secara diam-diam. Sempat ada kontroversi apakah perlu Google memasang server di Indonesia, tetapi lambat laun berita itu senyap karena Google meng-klaim hanya mengaktifkan biro iklannya saja di Jakarta. Mau biro iklan atau apapun itu, uang dari advertiser asal Indonesia tetap saja ditarik mulus ke Singapore (kantor Google ada disana) sebelum dilarikan dengan senyuman ke Amerika.
Kalau perusahaan sebesar ini selalu menyalahkan Publishernya dan mendewakan Advertiser, terus mengapa setiap dollar dari akun yang ter-banned, yang selalu dibilang akan dikembalikan ke pemasang iklan (advertiser) tidak pernah terjadi. Kejadian ini pernah ditelusuri oleh rekan saya, Harrison Gervitz, yang akun adsense-nya dibanned, tetapi uangnya tidak pernah kembali ke advertiser (Harrison juga pemasang iklan di Google, pemegang akun premium Adwords).

4. Menguasai Pasar Indonesia dari Luar

Mengapa pemerintah Indonesia begitu tunduk terhadap Google? Jawabannya cuma satu : karena rakyat kita begitu bangga dengan produk yang mendunia. Lihat saja betapa orang kita sangat bangga berkenalan dengan orang-orang Google. Atau ketika terlibat dalam berbagai acara yang diselenggarakan oleh Google. They are not a God. Mereka adalah penguasa pasar search engine di Indonesia. Adakah search engine lokal yang sering kita pakai? No, gak ada. Terus kenapa tidak ada program pemerintah untuk memakai produk lokal, bahkan dalam kita berinternet? Jutaan traffic dari Indonesia saat ini betul-betul dikuasai oleh berbagai perusahaan luar negeri, dari luar negeri dan tidak ada perlindungan sama sekali dari pemerintah lokal. Apabila ada dispute, undang-undang ynag dipakai tentu saja undang-undang dimana kantor Google itu berada. Undang-undang Indonesia? Maaf ya, gak akan dipake, kecuali yang mengatur iklan digital. Eh, emang ada ya?

5. Google Play? Developer Indonesia Harap Menyingkir

Ini sangat riil. Tidak seperti Apple, Google tidak memperbolehkan developer aplikasi asal Indonesia, yang tinggal di Indonesia dengan akun bank Indonesia untuk ‘mencari uang’ di pasar aplikasi Android miliknya: Google Play. Bandingkan dengan berapa banyaknya pengguna Android di Indonesia. Di tahun 2011 saja, pengiriman smartphone Android ke Indonesia tumbuh 22 persen secara berurutan. Secara global, 48 miliar aplikasi Android yang sudah diinstal dan 2.5 miliar terakhir didapat hanya dalam kurun waktu 4 bulan saja. Untuk itu Google juga mengakui bahwa kini pendapatan mereka lebih banyak dari Google Play Store dibanding tahun lalu dan pendapatan per penggunaan juga meningkat 2.5 kali. Hal tersebut diungkap dalam acara Google I/O 2013 yang diselenggarakan diMoscone Center West, San Fransisco pada bulan Mei 2013. Jadi, operating systemnya masuk ke Indonesia (90% melalui handset Samsung), aplikasinya banyak diunduh orang Indonesia, tetapi orang Indonesia, yang tinggal di bumi pertiwi, dengan akun bank lokal, tidak diperbolehkan menjual aplikasi berbayar di Google Play. Dimana keadilan?

6. There ain’t no such thing as a free lunch!

Artinya : gak ada itu namanya makan siang gratis, semua ada timal baliknya. Oke, Google di Indonesia mempunyai program Bisnis Lokal Go Online. Salah satu programnya adalah menyediakan domain dan hosting gratis untuk 100.000 pengusaha kecil yang akan menggarap pasar online. Secara khusus disebutkan, saat ini hanya ada 75.000 UKM dari 17 juta UKM yang memiliki website sendiri. Santa claus? Wait, tunggu dulu. Bantuan lain dari program ini adalah Bantuan dari Google ini secara lebih rinci yaitu: (1) Gratis domain “.co.id” untuk satu tahun pertama setelah pendaftaran. Untuk tahun berikutnya peserta UKM akan dikenakan biaya maksimal Rp 150.000 per tahun, (2) Gratis konsultasi dan edukasi bisnis yang berkelanjutan, (3) Gratis iklan online dan terdaftar di Google Maps, (4) Kupon AdWords bernilai Rp 500.000 untuk 100.000 pendaftar pertama yang telah mengaktifkan situs mereka dan memiliki akun di AdWords. Hhmm..tiga dari empat poin di atas memakai kata gratis. Oke, tetap saja gak akan gratis selamanya, tetapi kita semua tahu, mempunyai website saja tidaklah cukup bagi sebuah perusahaan. Perjuangan untuk mendapatkan ranking pertama di search engine itu yang justru menarik. Akankah Google memberikan insentif posisi hasil search engine? Kecuali produk Amazon (karena 3 board director-nya Google dulunya dari Amazon, bahkan Amazon konon mempunyai integrasi platform ads PPC yang khusus dr Google), jangan harap Google akan mengulurkan tangan. Kapitalis bernama Google ini akan terus menarik setiap rupiah yang kita punya ke luar negeri.

Baca juga : Kalau Semua Ada di Google, Buat Apa Sekolah?

Terus terang, saya bukan antipati terhadap Google. Tetapi rasanya memang perusahaan ini perlu penyeimbang yang sebanding. Investasinya dipajak lebih banyak kek, atau harus bersikap ramah terhadap bangsa ini. Entah kenapa saya mempunyai keyakinan, kalau presiden kita masih Soekarno, tidak akan harkat dan martabat bangsa ini diinjak sedemikian dalam oleh perusahaan luar negeri. Sedih, tapi kita akan selalu diposisi yang kalah oleh Google. Gak percaya, yuk kita ‘googling’ lagi aja, daripada mikir yang beginian 🙂

Note : semoga artikel ini di-index Google dan Bixbux gak di sandbox.

Yuk dapetin update email penuh cinta dari BixBux

Tags: , ,

ABOUT THE AUTHOR:

CEO of EntroBuzz. Passionate affiliate marketer. Coffee trailblazer. Believe in idea, creativity and rock 'n roll. Find me on Google+, Facebook or Twitter @WRahMada.

311 Comments on this article. Feel free to join this conversation.

  1. John September 9, 2013 at 12:28 AM - Reply

    Aduh kakak berlebihan deh, its gonna be funny kalau lu tau dosa2 itu, tapi gw sangat yakin lu tiap hari pakai service google.. gih bikin campaign anti google!!

    • Wientor Rah Mada September 9, 2013 at 7:22 AM - Reply

      Hahaha..masih pake chrome kok ini, tapi mikir2 lagi buat buka Gmail 😀

      • twoh September 9, 2013 at 11:04 PM - Reply

        Sebenernya kalo GMail nggak usah takut mas, karena itu semua automatic process dan no human reads your email 🙂 karena Google Indonesia khusus sales n marketing saja, nggak ada developer

        • twoh September 9, 2013 at 11:06 PM - Reply
        • Wientor Rah Mada September 10, 2013 at 12:03 AM - Reply

          Mudah2an ini bener mas, yg mengenai Gmail

        • insan June 15, 2015 at 1:53 PM - Reply

          wah kata siapa email ga bisa di baca oleh orang google 😀 sangat bisa.. saya yakin 100%.. ga ada yang namanya privacy di layanan google.. semua bisa di baca.. kalo masalah dosa2 google.. simple aja.. jangan pake semua layanan google.. dan sebener nya sama aja.. mo google mo yahoo atau yang lainnya.. selama kita mengunggah data ke dunia maya.. maka ga ada yang rahasia hehe..

    • Jasa Backlink September 9, 2013 at 8:50 AM - Reply

      Haha, kayaknya 99,9% pengguna internet di Indonesia make layanan google

    • Ucok September 10, 2013 at 12:31 AM - Reply

      Kalo gw sih lebih mikir ke arah positifnya dari artikel ini. Kenapa orang indonesia ga ada yg membuat hal serupa???
      Gw yakin koq dari sekian banyaknya orang di negara ini pasti ada yg punya kemampuan membuat search engine sendiri dan berbagai hal terkait lainnya. But why he/she doesn’t do it??? Itu yg jadi pertanyaan besar…
      Jadi, gimana2 ya salah kita2 juga…berharap aja ada banyak mastah online yg bangkit bergerak membuat search engine hehehe…

      • Wientor Rah Mada September 10, 2013 at 12:54 AM - Reply

        Sudah ada beberapa sih, tapi algoritmanya gak secanggih Mr G memang..tapi proses akan mendewasakan..insya allah..

        • vimax March 11, 2014 at 8:55 PM - Reply

          saya rasa sama saja baik Google,Yahoo ataupun search engine sejenis.Karena mereka blm ternama seperti google jadi tidak terlalu disorot seperti Google.Mungkin juga ada upaya lain untuk menjatuhkan Google karena Google yang terbesar saat ini jadi yang kecil ingi merangkak naik

          masalah Android harus memasukan Gmail mungkin dikarenakan akses untuk membuka Android harus umur tertentu dan Google bisanya sdh bisa mendeteksi apabila ada niatan pengguna Android untuk melakukan kejahatan jadi ada baiknya memang ada login memakai E-mail Google tapi serba salah memang dalam prakteknya bisa mengarah kepada aksi penyadapan oleh oknum

          Tapi saya setuju bahwa search engine kalau bisa jangan dimonopoli oleh satu company

      • alaska pulsa March 26, 2014 at 8:40 AM - Reply

        iya kang ane stuju seperti negara cina yang di kuasai oleh web . lokal saja . sampe gogle hengkang dari sana

      • Boy November 11, 2014 at 1:42 AM - Reply

        Betul bang…kenapa ya org kita ada yg suka banget ngejudge orang salah…orang berdosa…daripada berpikir bagaimana supaya kita ga ketinggalan sama orang2 yg dianggap berdosa….bagaimana kita mau maju kalo kita selalu berpikir negatif ya…kalo memang ini suatu ancaman (menurut “dia”) ayo kita pikir…gimana cara kita mematahkan niat2 jelek/ancaman2 (kata “dia”) mereka….Let’s Think…!!! Go Positive…!!! 😀 🙂

  2. Selamet Hariadi September 9, 2013 at 12:34 AM - Reply

    cuma 6? apa mungkin kurang ya…

    😀

    • Wientor Rah Mada September 9, 2013 at 7:23 AM - Reply

      Tambahin mas, bisa jadi 12 kalo kita semua nulis dan suatu saat bisa jadi amunisi buat ngomong ke pemerintah 🙂

  3. Mas Titus September 9, 2013 at 12:53 AM - Reply

    artikel yang sangat membuka mata kita bangsa Indonesia untuk bangkit membuat pesaing Googleshit.

  4. Nath September 9, 2013 at 2:22 AM - Reply

    Terima kasih pencerahannya. Wah… susah nih cara gini, kalo google brani buka2 email kita, dispam aja skalian

  5. Mbah Katob Ganteng September 9, 2013 at 3:15 AM - Reply

    Betul-bentul mencerahkan mas bos. Salut dech, coba ada sepuluh aja blogger seperti sampeyan, kita bisa ‘melek-Google’ dalam arti yang sebenarnya.. BRAVO!

    • Wientor Rah Mada September 9, 2013 at 7:25 AM - Reply

      Aku kan belajar banyak dari sampeyan juga mbah *peluk jantan*

  6. Jefferly September 9, 2013 at 4:54 AM - Reply

    Dan parahnya orang Indonesia begitu mendewakan Google.
    Setuju bahwa pemerintah harus memberi pajak lebih untuk Google. Perusahaan sebesar ini betul-betul “menjajah” Indonesia.

    • Wientor Rah Mada September 9, 2013 at 7:27 AM - Reply

      Pemerintah kita juga mendewakan google. Google maps disembah2. Kalau pajak agak susah, ya berhentiin saja service search engine-nya di Indonesia. Gitu aja kok repot..hehehe < kalo aku jadi menkominfo

      • Jasa Promote September 9, 2013 at 3:49 PM - Reply

        Dengan bangganya guru sekolah saya bilang seperti ini :
        “Anak jaman sekarang kan enak, mau apa-apa mau belajar apa tinggal ‘googling’.”

        Terima kasih pencerahannya 🙂

  7. Farhan September 9, 2013 at 5:08 AM - Reply

    Weleh… ternyata begitu. Kalo dilihat lagi, 6 dosa tersebut bukan hanya berlaku diindonesia tapi negara lain 🙁

    • Wientor Rah Mada September 9, 2013 at 7:28 AM - Reply

      Bener om, di eropa sdh ada gugatan mengenai ini. Terutama bgmana big G mengambil data penggunanya

  8. buchin September 9, 2013 at 5:19 AM - Reply

    Artikel ini menyuarakan benak ane sob, thanks

  9. Fadli Firmansyah September 9, 2013 at 5:50 AM - Reply

    Mantap… Memberikan sudut pandang yang berbeda. SE lokal dulu sempat ada namun perlahan2 mati karena kurangnya hasil pencarian (tidak lengkap). Semoga para IM Expert membentuk wadah dan memikirkan gimana caranya Indonesia bisa bersaing… 🙂

    • Wientor Rah Mada September 9, 2013 at 7:30 AM - Reply

      Gak ada yg bisa ngalahin kalo orang Indonesia bersatu padu. Pake bambu runcing pun Belanda kabur. Tp bgmana nyatuinnya ya?

  10. Zapra Gartiast September 9, 2013 at 6:50 AM - Reply

    Wah keren nih artikel, bukan cuma Indonesia aja yang perlu tau, tapi dunia juga perlu tau…
    Mungkin lebih asik lagi kalo judulnya adalah “The Secret of Google Business” hehehehe

    • Wientor Rah Mada September 9, 2013 at 7:31 AM - Reply

      Bagaimana kalo : Google Business Undercover..kayak Jakarta Undercover gitu hehehe

  11. Agus Kristianto September 9, 2013 at 7:15 AM - Reply

    Setuju banget, perlu keseimbangan antara pajak investasi Google yang sudah masuk ke Negara Indonesia.

    Belajar dari negara china, yang berani menolak Google masuk ke negaranya. Karena mereka sudah memikirkan efek jangka panjangnya.

    • Wientor Rah Mada September 9, 2013 at 7:50 AM - Reply

      Yang jelas kita memang harus belajar ke china. Mereka luar biasa!

  12. Anton Hilman September 9, 2013 at 7:18 AM - Reply

    artinya kita perlu figur seperti bung karno, gak offline gak online indonesia benar2 parah ya

    • Anton Hilman September 9, 2013 at 7:19 AM - Reply

      kalau ada yg mau mentranslate nya ke english saya akan post di blog saya 🙂

      • Wientor Rah Mada September 9, 2013 at 7:51 AM - Reply

        Pake Google Translate kang…bhuahahahahaha *tepok jidat*

  13. Penjual Kopi Luwak Liar September 9, 2013 at 7:45 AM - Reply

    Betul bang, kita orang Indonesia sering bangga jika bersentuhan dg yang berbau luar negeri. Saya sangat setuju sekali, jika artikel abang ada solusi yang bisa kita-kita pemilik toko online bisa gunakan tanpa berharap besar dari google.

    • Wientor Rah Mada September 9, 2013 at 7:52 AM - Reply

      Siappp. Disiapkan jurus jitu menjadi besar tanpa google yaa..

  14. joigoo September 9, 2013 at 7:51 AM - Reply

    info yang menarik..saya aja ga kepikir sampe segitu..mungkin saya orang yang termasuk mendewakan google..tapi setelah baca ini..ada pemikiran lain 😀

    • Wientor Rah Mada September 9, 2013 at 8:01 AM - Reply

      Intervensi Google memang gila-gilaan di hidup kita, tapi ketergantungan harus diperkecil kang 🙂

  15. aris September 9, 2013 at 7:58 AM - Reply

    mantap nie artikelnya … membuka pikiran kita tentang google

  16. Ardi Pradana September 9, 2013 at 8:06 AM - Reply

    Saya dapat link ke artikel ini dari teman saya.

    Sebagai pengguna Google AdWords, AdSense dkk di Australia, kalo boleh saya urun rembug:

    1. If you don’t like Android, don’t buy it… Btw, Google mau membuat seamless experience untuk customernya. Sama aja dengan Blackberry atau iPhone dimana anda harus memasukkan login atau mendaftar terlebih dahulu. Jadi apa bedanya?
    2. Google map untuk Indonesia itu sangat basic sekali… mana mungkin bisa liat pake Street View dll tentang ‘lokasi tank atau pesawat yang diparkir outdoor’… Yang perlu diketahui lebih lanjut Google itu produk buat customer, kalo yang buat negara, pasti sudah jauh lebih maju lagi teknologinya (apalagi dengan drone-drone nya Amerika).
    Untuk di Australia, Google Map jelas yang nomer satu, karena Apple map dan Bing map masih banyak error. Kalo sistem GPS navigasi, mending beli alat kaya’ TomTom.
    3. Kalo di-banned berarti khan praktik ilegal, kenapa harus dibela? Mungkin ‘fraud’ di Indonesia adalah hal lumrah, karena menurut artikel anda, ‘itu hanya fraud’. Tetapi fraud merupakan dosa besar bangsa kita di mata Google. Kalo mau ga dibanned, hindari praktek ilegal!
    4. Emang cuma Google aja yang ‘menguasai pasar Indonesia dari luar’ ?… Silahkan coba cara Cina yang bikin Weibo dan Renren sendiri 🙂
    5.Again, don’t like don’t buy 🙂
    6. Kalo peribahasa Jawa: Dikek’i ati ngerogoh rempelo… If you don’t want the help, you are not obliged to ask for it 🙂 Saya setuju kalo gratis bukan berarti selamanya, dan itulah yang harus diperhatikan oleh pengguna program ini.

    Saya setuju dengan beberapa komentar diatas dimana bangsa kita seharusnya memiliki search engine sendiri. Tetapi bisakah suara kita terdengar oleh telinga yang dipertuanagung di istana?

    • Wientor Rah Mada September 9, 2013 at 8:13 AM - Reply

      Beautiful insight! Yang paling saya setuju adalah : if you don’t like it, don’t buy it! Thks mas ardi. Thumbs up!

  17. zaqi September 9, 2013 at 8:17 AM - Reply

    Masyarakat kita sudah terlanjur tergantung dengan segala macam produk google, Google terlalu menjadi dewa di negeri ini. Mungkin kita harus menilik cina, yang berhasil membesarkan baidu dan jaringanya… Tapi butuh perjuangan super untuk merubah pola pikir masyarakat, apalagi pemerintah.. hehe.. mikir ekonomi negara aja masih carut marut, apalagi mikirin hal kayak gini.. ndak tau kapan deh indonesia bisa benar2 berdiri diatas kaki sendiri…

    • Wientor Rah Mada September 9, 2013 at 8:24 AM - Reply

      Kalo kita bersama-sama pasti bisa mas, pemerintah harus punya regulasi yang jelas buat ini. Sekarang masih melempem sayangnya.

  18. ahmad feri fauzi September 9, 2013 at 8:21 AM - Reply

    Di cermati ada benarnya, dan bisa en bilang ini hampir mirip teori konspirasi, tapi ane seneng baca model gini, out the box …

    Dan secara ga langsung kita harus bisa bikin model google buat bangsa INI ….. !!!

    ReCAPTCHA, juga punya google yah om kalo ga salah, hehehehe

    • Wientor Rah Mada September 9, 2013 at 8:31 AM - Reply

      Kalo bisnis kemudian ditumpangi kepentingan intelegen ya udah jelas pasti konspirasi broo 🙂

  19. Adji Website September 9, 2013 at 8:24 AM - Reply

    Ngeri juga dengernya sumpah ndak kepikir jika hal itu bisa di salah gunakan …. -_-

    #Google juga …. Hikh hik hik

  20. parker jotter murah September 9, 2013 at 8:28 AM - Reply

    hmm untuk masalah fraud itu belum gentu maen curang loh, cuma gara2 “oknum” fraud jadi yg maen jujur jga kena imbasnya >.<

    • Wientor Rah Mada September 9, 2013 at 8:34 AM - Reply

      Waini! Suara asli publisher baek-baek. Kalo bisa maen bersih, kenapa harus curang. ya nggak mas?

  21. Anwar September 9, 2013 at 8:47 AM - Reply

    Bener banget tuh… Tapi apakah indonesia bisa bikin mesin pencari seperti google? email gratis yang memberikan space hingga 8 GB per user?

    Mudah2an bisa 🙂

    Tenang saja, kalau mereka punya google map kita punya malaikat 🙂

    Salam sukses

    • Wientor Rah Mada September 9, 2013 at 8:51 AM - Reply

      Kalau pemerintah turun tangan, mau 12 GB per user juga pasti bisa mas 😀

  22. Desem Bagos Rasah Protes! September 9, 2013 at 8:48 AM - Reply

    saya bukan penggelut bisnis di internet tapi lumayan memperhatikan. tulisan ini sangat membantu membuka wawasan saya. bagus mas 🙂

  23. Karel Luchmansky September 9, 2013 at 10:18 AM - Reply

    Google tetap dapat menguasai China melalui Android. Bukankah login Android cuma melalui Gmail? Atau adakah cara lain?

    • Wientor Rah Mada September 9, 2013 at 11:19 AM - Reply

      Ibu berarti masuk ke Google account kita mas 🙂

  24. Zho September 9, 2013 at 10:27 AM - Reply

    tulisan admin ini memang benar, tapi untuk saat ini agaknya kita masih sulit menjauh dari google. Thanks pencerahannya

  25. Bawenang September 9, 2013 at 10:31 AM - Reply

    Sebagai developer mobile apps, saia setuju banget yang nomer 5. WTF with that? Dan waktu ditanya ke representatif Google waktu ada event kapan hari, mereka cuman senyum doang. 🙁

    • Wientor Rah Mada September 9, 2013 at 11:20 AM - Reply

      Ratusan ribu aplikasi menyerbu masuk Indonesia dan kita gak punya ‘self defence’ karena gak ada kesempatan, pdhl skill kita juga mumpuni 🙁

  26. Jojon September 9, 2013 at 10:36 AM - Reply

    betul sekali. big G seolah-olah jadi kekuatan adidaya di dumay. sifatnya tak ubah USA yg mendikte negara lain.

    mgk orang2 yg berpikiran sama spt anda perlu kumpul utk merumuskan Indonesia perlu buat apa? Jika ingin mengganjal big G, maka setidaknya kita perlu buat kekuatan jaringan yg sama dengannya.

    Semoga Indonesia bisa mewujudkan.

    • Wientor Rah Mada September 9, 2013 at 11:21 AM - Reply

      Yuk kumpul yuk mas, ‘globalisasi’ kalo gak diimbangi dengan ‘lokalisasi’ pada akhirnya hanya akan jadi maenan pemain besar

  27. Deo Reiki September 9, 2013 at 10:42 AM - Reply

    Terima kasih infonya sangat menarik….

  28. tomi September 9, 2013 at 10:51 AM - Reply

    mungkin bukan dosa mas.. tp opini mengenai google terhadap bangsa indonesia..

    karena menurut saya google tidak 100% salah.. kita tau android sll terhubung dengan akun gmail kita tapi mengapa kita ttp pake android? kan masih ada OS lain 😀

    yahoo, bing jg termasuk search engine tp mengapa setiap hari semua orang termasuk saya ttp milih google hehehe..

    intinya karena kita kecanduan terhadap google 😀 itu sih opini saya 🙂

    • Wientor Rah Mada September 9, 2013 at 11:23 AM - Reply

      setuju mas, ini juga melibatkan perilaku sosial kita sehari-hari kok 🙂

  29. imankikuk September 9, 2013 at 11:39 AM - Reply

    Harus balance sih mas menanggapi sesuatu, memang google ada jeleknya, tapi ada manfaatnya juga.. Mungkin nanti harus dibuat artikel : 6 manfaat googe bagi Indonesia.. hehe

    Ane masuk di kategori 3 sih, sekitar 2 tahun lalu memang terjadi banned massal utk Indonesia, Malaysia, dan Pakistan.. Ya tapi karena memang saat itu sedang marak arisan klik, mau gimana lagi mas..

    Sekarang google udah nerapin register dengan 2 step, jadi kudu menggunakan website sendiri utk daftar.. Jaman dulu website orang bisa kita comot lho.. hehe

    Semoga kedepannya baik search engine dan blogger indonesia bisa lbih baik, dikurangin lah AGC nya..

    Salam blogger Indonesia ^^

    • Wientor Rah Mada September 9, 2013 at 11:50 AM - Reply

      Siap mas iman! Salah satu yang saya suka dari Google yaa..Google Doodle-nya 😀

  30. ayoturu September 9, 2013 at 11:39 AM - Reply

    tulisan mas admin emang ok, tapi ya apa memang bisa kita menjauh dari google, sedangkan kita aja masih banyak yang ketergantungan dengan google

    • Wientor Rah Mada September 9, 2013 at 11:52 AM - Reply

      Gak harus sekarang mas, awareness saja dulu, tapi kalo bisa ya kita kurangi dikit2, buat kebaikan sendiri kok 🙂

      • Irfan September 9, 2013 at 4:27 PM - Reply

        Setuju nih.. yang penting kesadaran diri. Soalnya gimana gimana, memang dari awal google juga udah banyak bantu kita kita ini.

        • Wientor Rah Mada September 9, 2013 at 11:53 PM - Reply

          yes..setuju mas, selalu balik ke diri kita sendiri kok

  31. Solopost.co.id September 9, 2013 at 11:56 AM - Reply

    Artikel ini dari awal sampai akhir saya baca tanpa ada yang terlewatkan, q sendiri pengguna android mania yang selalu memanfaatkan gmail sebagai komunikasi antar buyer… tapi untuk saat ini belum ada efek yang terlalu merugikan buat saya..

  32. Ayahniea September 9, 2013 at 12:04 PM - Reply

    Fakta yang tak terbantahkan namun susah dielakkan 😀 … tapi mau tidak mau kita harus tahu, dan mau tidak mau pula kita harus menerima. Menjungkirbalikkan Google ?? waduh bagai Tarkam lawan MU ya mas Wien, Bantai abiss

    • Wientor Rah Mada September 9, 2013 at 11:43 PM - Reply

      Kalo tarkamnya sekampung lawan MU yg sebelas bisa kali? Hehehehe

      • Ayahnieda September 13, 2013 at 9:38 PM - Reply

        Hahaha … benar-benar betul Mas Wien, artinya kalo “KITA” bersatu kita bisa mengalahkan si Mbah setuju khan ?

  33. Pandu Aji September 9, 2013 at 12:16 PM - Reply

    Ulasannya mantap mas :D, membuka banyak pikiran saya.

    Terima kasih

  34. MdarulM September 9, 2013 at 12:26 PM - Reply

    Google membuat orang kecanduan….tapi kalau sampai buka email sih rasanya sudah gak asyik lagi si google.

    • Wientor Rah Mada September 9, 2013 at 11:44 PM - Reply

      Gak buka email sih kayaknya mas, tapi scanning (entah apa itu bedanya..hehehe)

  35. Titis Kaifa September 9, 2013 at 12:45 PM - Reply

    Oh my god! Saya termasuk orang yang sangat Googley, terimakasih untuk memberikan pandangan lain soal Google 🙂

  36. Ricky September 9, 2013 at 12:57 PM - Reply

    Super sekali mas tulisannya.
    Membuat saya was-was jika memakai layanan si mbah G ini. 😀

    • Wientor Rah Mada September 9, 2013 at 11:44 PM - Reply

      Belum saatnya was-was mas, kalem saja duluuu..hehehe

  37. imamboll September 9, 2013 at 1:33 PM - Reply

    terima kasih mas, artikel di atas memang telah memberi pencerahan dan pengetahuan baru bagi saya…

    saya sebagai publisher adsense dan juga pengguna layanan blogspot juga akan mengambil sisi positifnya, yang jelas dunia selalu ada hitam putihnya, yg penting aware dulu 😀

    • Wientor Rah Mada September 9, 2013 at 11:45 PM - Reply

      Ini komentar kelas dunia! Salut mas!

      • habsi February 8, 2015 at 5:14 AM - Reply

        Menurut saya mbah G perlu di pantau oleh pemerintah service apa yang mencurigakan…

        tapi yang paling penting, para pembuat blog gratisan di Indonesia perlu berbenah diri, jika membuat artikel COPY-PASTE tolong dipikirkan.

        berarti anda semakin memenuhi internet dengan artikel ASAL jadi !!!

        ada pepatah lama,
        “Jika Tidak Bisa Membantu Setidaknya Jangan Menyusahkan.”

  38. afdil September 9, 2013 at 1:37 PM - Reply

    wow. kupasan yang sangat mendalam. Google emang kejam.
    Saya sepakat mengapa search engine Indonesia tidak ada yang berkembang sementara begitu banyak ahli internet di Indonesia. Jawabannya memang tidak adanya kebijakan pemerintah meniru China untuk berani menghapus layanan google. Selama masih ada google jangan harap SE lokal bakal berkembang
    Semoga aja pemerintah mendengar dan semoga Indonesia lebih maju.

  39. Nurir Rohmah September 9, 2013 at 1:46 PM - Reply

    Pas di US dulu, ada temen dari china yang bingung caranya pakek facebook. dia juga gak pernah pakek Google katanya. saya bingung awalnya kenapa, ealah akhir2 saya tau ternyata di banned aksesnya. dulu saya aneh juga kenapa China mau membanned perusahaan besar kayak Google, tapi lumayan ngerti lah sedikit gara2 ni artikel.

    Temen saya di Indonesia, yang lucu, menulis rasa “thanks to Google” di lembar persembahan skripsinya. keren berarti kan Goole bisa dikasih tempat spesial seperti itu.
    Saya walaupun tidak menulis Google di persembahan saya, tapi for sure, I often use Google. Oh, No, I’m addicted, I guess.

    Anyway, Saya setuju sama prinsip, “if you don’t like, don’t buy”, tapi kalau kita gak “buy” ntar dibilang gak gaul gara-gara gak pakek andro. hehehe.

    However, saya sedih juga sama aplikasi2 dari Indo yang “dipaksa” tidak boleh masuk ke persaingan di google play, tapi positive sidenya, mungkin si Google sadar kalau aplikasi kita itu bagus2. jadi daripada kesaingi, mending di tolak mentah2. (IMO)..

    Semoga ke depan (entah kapan), kita bisa lebih mandiri deh, terutama masalah internet.

  40. fikri September 9, 2013 at 1:53 PM - Reply

    Lah situ pake chrome history nya ke google semua kali.
    Yang pake Android? semua aktifitas mau browsing buka apps, chat, di catet :)) inget aja kasus Carier IQ di Android.

    Makanya jangan herat iklan2 di facebook, google sesuai sama yang ente lagi cari.

  41. gembel www September 9, 2013 at 2:09 PM - Reply

    atas dasar itulah terutama masalah “bubble” maka lahir http://duckduckgo.com , Tor anonymouse network.. dll.. untuk memecah sentralisasi menjadi desentralisasi…

    more info:

    http://dontbubble.us/
    http://donttrack.us/
    https://www.torproject.org

  42. Elsa September 9, 2013 at 2:24 PM - Reply

    COOL.. Bagus kakak analisisnyaa.. Somehow, saya setuju sih, dan gak bisa dipungkiri those right things.
    Tapi, semoga saja salah kak :D, Can’t imagine what will be if those are true. Saya sihh positif2 aja mikirnya, banyak juga manfaatnya. Dari nyari tugas sampai nyari jodoh hahahaa..

  43. Agus Maulani September 9, 2013 at 3:04 PM - Reply

    Artikel ini membuat pikiran dan mindset saya tentang search engine terbesar ini terbuka. Akan Tetapi masih banyak lagi yang belum saya ketahui tentangnya.

    • Wientor Rah Mada September 9, 2013 at 11:50 PM - Reply

      Demikian pula saya mas, masih harus banyak belajar kok

  44. peluang usaha September 9, 2013 at 4:45 PM - Reply

    betul banget, tapi sampai sekarang saya masih cari duit lewat ‘boogle’

  45. Firman Nugraha September 9, 2013 at 5:04 PM - Reply

    Dapet link artikelnya dari temen dan tertarik ngeklik ngeliat headlinenya 😀

    Ada beberapa poin dari artikel di atas yang ingin saya komentari.

    Poin Pertama
    —————–
    Sebetulnya kita bisa mematikan beberapa service Google di Android setelah kita sign-in, sudah disediakan fiturnya. Dan soal Google yang lebih mempopulerkan produk sendiri ketika pencarian menurut saya wajar dan ini praktik bisnis yang umum. Di Windows Phone, default search engine-nya itu Bing dan tidak bisa diubah. Di iPhone user diarahkan untuk menggunakan iTunes.

    Poin Keempat
    ——————
    Menurut saya tidak masalah jika memang Google menguasai pasar di Indonesia lha wong produknya memang bagus. Indonesia sebetulnya punya beberapa search engine lokal tapi fiturnya kurang dan algoritma searchnya juga masih kurang. Konsumen menurut saya tidak begitu peduli dari mana produk itu dihasilkan, yang penting kalo fiturnya memang bagus ya digunakan.

    Poin Kelima
    —————
    Memang di Indonesia developer masih belum bisa jualan aplikasi, tapi pernah tanya dari sisi Google kenapa mereka belum bisa mengaktifkan developer Indonesia untuk jualan aplikasi? Jawabannya satu: regulasi pemerintah yang ribet.

    Kalau pernah berurusan dengan birokrasi pemerintah (paling simple ngurusin KTP) pasti sudah tau seberapa ribetnya birokrasi pemerintah.

    Mereka sebetulnya sudah berusaha dan setahu saya perusahaan seperti Google tidak bisa dan tidak boleh menggunakan jalur “cepat” atau “selipin amplop” untuk mempercepat birokrasi pemerintah karena perusahaan mereka bisa dihukum berat di negeri asalnya.

    Walaupun pengembang aplikasi Indonesia belum bisa jualan menggunakan layanan Google, masih ada 3rd party billing yang bisa digunakan untuk jualan di aplikasi Androidnya. Ada juga model bisnis melalui iklan yang dapat dimanfaatkan oleh developer Android

    Di luar pembuatan produk aplikasi oleh developer, permintaan untuk proyek seputar pembuatan aplikasi Android semakin besar.

    Melihat itu, kenapa developer disarankan harus menjauhi Android? Menurut saya malah developer harus platform agnostic, tidak boleh memuja satu platform. Kalo platformnya bisa dimanfaatkan oleh developer kenapa tidak?

    ==================

    Setelah saya baca artikelnya, beberapa poin lebih cocok bukan tentang dosa Google, tapi lebih tepat menurut saya tentang dosa kita sendiri baik itu mulai dari masyarakat biasa hingga pemerintah.

    • Wientor Rah Mada September 9, 2013 at 11:57 PM - Reply

      Jualan aplikasi tidak berhubungan dengan aturan pemerintah yg ribet deh mas. Di apple store developer indonesia di-welkom kok 🙂

  46. tjpmax September 9, 2013 at 5:12 PM - Reply

    Woow mantaap artikelnya bung… ane suka ngebacanya, dari kesimpulan saya dan dgn sedikit ilmu paranormal kebatinan, batin saya mngatakan bahwa google itu ingin merajai semua pasar internet dunia dgn gigihnya dan mmperbesar perusahaannya dan mnguasai negara negara didunia supaya mnggunakan fasilitas produk dari google.. nah ane juga salut ama cina, apa sih yg ga bisa dari cina..??? mainan aja banyak yg di bajak… wkwkwkw, tp ga bisa dipungkiri kita sndiri saja masih mmbutuhkan google… spt blog saja kbanyakan blogger indonesia juga mnggunakan blogspot, saya pribadi juga masih mmbutuhkan itu.. kcuali kalo indonesia bisa buat spt google, tp apa indonesia bisa…??… saya juga ga tau………..??? , pemerintahan kita saat ini aja masih semrawut lbh mmentingkan perutnya sendiri2….
    hehehe… kalo ane mo komentar ntar panjang bangeet..

    • Wientor Rah Mada September 9, 2013 at 11:58 PM - Reply

      Nuhun komentarnya brother. Panjang atau pendek tetep saja menyenangkan 🙂

  47. iblissedih September 9, 2013 at 5:27 PM - Reply

    Gue cuma mo nanya ama loe bro, ribuan mungkin jutaan orang2 di negri loe ini, ya termasuk gue. LOE ??
    masih cari makan dari google.

    Gue cuma bisa bilang tulisan loe ga mengubah sesuatu apapun selama bangsa loe masih primitif cara pikirnya.

    Kasus IM2 indosat aja ga usah jauh jauh lah.

    soo biarkan aja mengalir, bangsa loe ini, bangsa gue juga masih butuh waktu buat mikir sampe bisa mandiri dari berbagai sisi termasuk menjadi bangsa yang mandiri di dunia maya.

    • Wientor Rah Mada September 9, 2013 at 11:59 PM - Reply

      Untungnya alhamdulillah udah gak cari makan dari Google lagi mas. Tapi make Google ya masihhh..wkwkwk

      • iblissedih September 10, 2013 at 3:20 AM - Reply

        Hehehe, tulisan yah tulisan, banyak orang, banyak kepala, banyak pandangan. orang berbeda bukan berarti orang itu salah.

        dengan atau tanpa google bangsa ini tetep harus belajar mandiri didunia maya.

        have fun 🙂

  48. Yadi September 9, 2013 at 8:33 PM - Reply

    Dari segi bisnis tidak ada yang salah dengan Google, kitanya aja yang mau dgn kondisi seperti ini.
    Semoga pemimpin kita ke depan bisa menggalang potensi2 lokal yang ada skrg

  49. wendi September 9, 2013 at 8:34 PM - Reply

    Menurut ane, It’s Life ! Siapa yang berjuang dia yang mendapatkan.Nah Itu hak Google sendiri dong, ntoh dia yang punya..Lagipula ane ngrasa perkembangan internet juga didukung besar sama google,Percaya deh..Share.Conect. Gimana cara pandangnya aja sih, fanatik atau positive.

    • Wientor Rah Mada September 10, 2013 at 12:00 AM - Reply

      Semoga saya termasuk yg berpandangan positif..hehhehe

  50. Hildan Supplier Sepatu Safety September 9, 2013 at 9:10 PM - Reply

    Monopoli ini berjalan secara natural.Krn pasar tdk menyadari visi besar mereka. Semua produk2 USA selalu terintegrasi dgn kepentingan pemerintah.

    Skrg kesempatan kita utk menyuarakan VISI BESAR netizen Indonesia. Segera direalisasikan next step nya Mas. Ajak para IMers utk berpartisipasi.

    SALAM INDONESIA RAYA !!!

  51. Karir September 9, 2013 at 10:59 PM - Reply

    Google adalah Raja Dunia maya dengan banyak strategi dan aksi :d

  52. mobile file September 9, 2013 at 11:24 PM - Reply

    itu mang udah jadi stategi org yahudi mas….menuasai dunia dengan cara internet google, fb dll

  53. Iklan Baris Online September 10, 2013 at 2:44 AM - Reply

    “Entah kenapa saya mempunyai keyakinan, kalau presiden kita masih Soekarno, tidak akan harkat dan martabat bangsa ini diinjak sedemikian dalam oleh perusahaan luar negeri.”
    setujuuu, dulu Soekarno dgan yakin dan gagah berani menolak kerjasama luar negri yang merugikan negara. karna beliau sadar bahwa negara kita memiliki kekayaan alam yang sangat besar, yang bila dikelola oleh anak bangsa akan menjadikan negara ini negara yang besar, berdaulat, makmur dan sjahtera. apa yang beliau khawatirkan sekarang sudah terbukti, kekayaan negri ini trus tersedot ke luar..
    menyedihkan..tapi kita harus tetap semangat untuk bisa bangkit kembali..semangaat 🙂

  54. Kontil September 10, 2013 at 3:12 AM - Reply

    Sing gawe artukel Pekok Luar Biasa…
    makanya oerbanyak wawasan jangan cyma banyak baca Kitab suci… :-p

    • Wientor Rah Mada September 10, 2013 at 8:43 AM - Reply

      Haahaha..sing nggawe artikel pekok, sing komentar iki cerdas luar biasa 🙂

  55. svd_64 September 10, 2013 at 3:55 AM - Reply

    Saya sudah sadar sejak lama…
    bahwa google memata2i seluruh perkembangn ekonomi wilayah asia! maka dari itu china menolak habis2 search enggine ini “google”…
    svd__anon_id

  56. ahmad September 10, 2013 at 6:45 AM - Reply

    ikut program prism break aja bang…heheh
    http://prism-break.org/
    yuk pakai apps dan layanan yang aman,

  57. Sandi Mulyadi September 10, 2013 at 7:06 AM - Reply

    saya PAKE VPN apa masih bisa di lacak

    • Wientor Rah Mada September 10, 2013 at 8:47 AM - Reply

      Bukan IP nya yg bermasalah mas, tapi konten emailnya yg di scanning

  58. anggriawan el September 10, 2013 at 7:59 AM - Reply

    TAKE IT OR LEAVE IT DUDE..

    itu resiko nya..

    kalo ga mau temenan sama gugel.. tinggalkan.. ga repot bukan.. dan buatlah seperti china yang punya baidu, qq dan segala macamnya tanpa tergantung ke ameriki :LOL

    kalo cuma mau sambat dan ngeluh gegara selama ini kena tipu gugel ente salah besar..

    ngeluh, anak kecil juga bisa kok gan.. tapi ijinkan ane bertanya secara sederhana : BISAKAH ANDA MEMAJUKAN DAN MENEMUKAN SOLUSI 6 SEKTOR YANG ANDA KELUHKAN DI SINI ?

    TALK LESS DO MORE.

    banyakin aksi mu gan .. jangan cuma ngeluh disini.. ngeluh disini apa yang ente dapet ? palingan komen sejutu sesama pembenci remason, sianis, wahyudi, deelel..

    bukan ane ngebelain gugel atau semacamnya, tapi ane cuma heran aja. ya maap kalo komen ane rada bijimane gitu bunyinya..

    • Wientor Rah Mada September 10, 2013 at 8:52 AM - Reply

      Ini komentar juara! yang paling saya suka bagian terakhir: biji ane rada gimana gitu bunyinya hahahahahaha..peace gan 🙂

  59. omagus September 10, 2013 at 8:46 AM - Reply

    Hmmm sepertinya lebih mas, gak cukup 6.
    Kl produk android masih bisa di root, dan di oprek buat cusrom mas. masih ada kemungkinan kita pangkas semua layanan googlenya.

    • Wientor Rah Mada September 10, 2013 at 8:56 AM - Reply

      Om agus bisa ngerootnya? mau berbagi di Bixbux om?

  60. Rangga Ps September 10, 2013 at 8:49 AM - Reply

    Wah, keren banget artikelnya….Emang dah dulu sih bnyk pertanyaan di pikiran saya ttg google, tp karna pengetahuan yg sy miliki dikit banget, jd sy bnyk baca dulu aja deh, hehehe….
    Mau dong jadi followernya Mas Wientor Rah Mada…
    Thx bnyk yah, Mas

    • Wientor Rah Mada September 10, 2013 at 8:57 AM - Reply

      Hehehe kita saling follow yuk has hehehe @wrahmada

  61. firdaus September 10, 2013 at 10:24 AM - Reply

    sudah dari dulu curiga sih, tapi im too addicted with google :I. bdw, itu yang tidak boleh jual app di playstore, salah satunya adalah india. padahal india gudangnya developers. makasih infonya.

  62. ahem2 September 10, 2013 at 10:27 AM - Reply

    1. Sebelum Membeli Android, Ini Harus Tahu ..

    wajar aja toh itu produk yg punya google, wajar mereka punya policy sendiri. kalau ga setuju ya jangan pakai android, simply bug out and choose another smartphone

    2. Google Maps : Intelejen atas nama Peta

    Satelit dengan kemampuan intelijen (foto-frekuensi) udah ada jauh sebelum google map nongol, dan udah punya kemampuan mengambil foto close up dari jaman jadul. terlalu berlebihan kalau nge judge google map seperti itu. untuk info lebih lanjut silahkan googling aja.. eh maaf, jangan ntar ke sadap lho >..<

    5. Google Play? Developer Indonesia Harap Menyingkir

    masa sih ? search lagi coba.. search lebih teliti,

    6. There ain’t no such thing as a free lunch!

    Ya iya lah, dan wajar. Kalau ga enak banget hidup kalau seperti itu :))
    banyak orang yang berprinsip free tanpa imbalan, tapi kebanyakan dalam bentuk skema sosial, bukan bisnis. core google sendiri itu bisnis atau sosial ? there you got the answer 🙂

    • Wientor Rah Mada September 10, 2013 at 10:01 PM - Reply

      Bisnis..eh sosial..eh bisnis…eh sosial..eh bisnis ding..eh sosial juga lah hahahaha…nuhun pencerahannya mas. Dan iya developer ID yg make bank ID dan tinggal di ID gak bisa masuk google store

  63. 3nabl3 September 10, 2013 at 10:49 AM - Reply

    konspirasi nih, tapi seru! sukses mas win

  64. Azhar September 10, 2013 at 11:04 AM - Reply

    Saya sudah jengkel dg google (android) sewaktu pertama kali tau kalau developer kita tidak bisa menjual produknya di google play.
    Betul2 tidak fair. Kita cuma dijadikan target pasar. Di kondisikan cuma untuk mengkonsumsi. Seolah2 kita nggak bisa buat game mobile dan aplikasi berkualitas.

    Hal2 yang diangkat dalam diartikel ini sebaiknya dijadikan issue yang terus digulirkan.
    Sampai kesetaraan itu bisa diwujudkan bagi semua.
    Saya siap jadi pendukung kalau sekiranya ts mau mengkoordinirnya.

  65. haha September 10, 2013 at 12:09 PM - Reply

    artikel sampah dari penulis gak mutu

    • Wientor Rah Mada September 10, 2013 at 10:12 PM - Reply

      wah..alhamdulillah yang baca semuanya bermutu 😀

  66. Madarah September 10, 2013 at 6:34 PM - Reply

    LOL ! Hahaha, 😀 Dosa tuh Tuhan yang ngatur. Buat apa nyalahin google tanpa seluk beluk tau sejarahnya.. 🙂 Tua tapi tidak dewasa. Kenapa kita hanya liat sisi negatifnya setelah banyak yg dilakukan google untuk perkembangan tekhnologi ? Okay, Fanatik. Ayo dong yang setuju buang dosa2nya 😀 ” FEAR ” dong ! Buang dosa2nya .. Buang semua yang sangkutan sama google deh, Apapun itu , android kek, Google adsense kek,Google plus kek, Gmail kek, embel2nya kek, yang udah di singgung diatas noh, Hihihi Fearkan? Rasakan indahnya hidup tanpa opini “dosa”mu 😀 Gmana? Sanggup? Kalo gak sanggup ya SANGGUPIN ! Gentle.

    • Wientor Rah Mada September 10, 2013 at 10:13 PM - Reply

      Bagaimana kalau kita buang juga muka kita mas? Hehehehehe

      • Madarah September 12, 2013 at 6:40 PM - Reply

        buang aja muka lu :v , ngaca , kayak anak kecil .

  67. Riky Fahri Hasibuan September 10, 2013 at 6:36 PM - Reply

    betul kata om agus…selama android bisa diroot, kita bisa buang semua aplikasi bawaan yg pake embel2 “Google”.

    saya juga ga pake gmail di android saya, saya hanya sinkronisasi kontak hp dan email supaya saya ga usah repot2 lagi backup contact di hp saya….selain itu… “No Google” 🙂

  68. AjegileeeX September 10, 2013 at 7:42 PM - Reply

    Hari geneeeh maseeh berharap sama pemerintahan kitehh? hiuiuiuiuiuiuiui///// gakan dtanggepin, apalagi kayak2 gini mana ngerti mereka? mereka cmn ngerti duit duit duit. have fun, istri banyakin, terus korupsi, jalan2 ke bali, hail \m/

  69. asdf September 10, 2013 at 7:52 PM - Reply

    terus gunanya buat artikel ini apa? solusi yang ditawarkan selain google apa? jangan bodo lah, semua aplikasi/sesuatu pasti punya kurang dan lebih. ga bisa dipungkiri bahwa google yang selama ini mengakomodir kehidupan anda bung. lol

  70. Syahrizal Inagurasi September 10, 2013 at 9:34 PM - Reply

    Setuju banget ane gan sama Artikel ini. Beberapa pendapat ane:

    1. Pengguna Android, Google mendeteksi dimana kita berada. Jadi setiap saat GOogle tau dimana posisi kita berada.

    2. Google Maps, Amerika kalau mau nyerang Indonesia tinggal minta Data ke Google.

    3. Adsense Banned, Ane juga yakin bgt, tuh uang ga di balikin ke Advertiser, Karena ane juga beriklan di Adword. Ga pernah yang namanya dapat uang kembali karena “fraud”.

    Maaf klo pendapat ane salah atau ngawur 😛

  71. Aldi September 10, 2013 at 11:02 PM - Reply

    Mau ikut berkomentar ya.

    Menurut saya, dunia internet memang seperti itu dan terus akan seperti itu. Kalau boleh saya analogikan mungkin seperti mas Wientor menulis di Bixbux.com. Saya yakin mas Wientor nggak akan semangat nulis atau bahkan nggak akan nulis-nulis lagi jika mas nggak tau apakah ada atau tidak orang yang membaca artikel-artikel di sini, atau nggak tau berapa banyak pembaca yang berkunjung ke Bixbux.com, atau tidak ada yang komentar di artikel-artikel di sini.

    Sama halnya dengan apa yang dilakukan Google, Bixbux memberikan artikel, informasi/berita secara cuma-cuma, dan pembaca memberikan data mereka seperti IP Address mereka ketika membaca artikel ini, dari mana mereka mengakses, pakai browser apa, OS apa, berapa lama mereka berada di sini, dari mana mereka tau artikel ini, dan lain sebagainya. Saya yakin data-data tersebut sangat bermanfaat bagi Bixbux.

    Hubungan timbal balik seperti inilah yang membuat internet bisa sebesar sekarang.

    Mengenai masalah privasi, pastinya setiap layanan, apalagi dari perusahaan seperti Google, mereka sudah pasti ada term & conditionnya yang sebelum pengguna menggunakan layanan tersebut, pengguna harus menyetujui apa-apa yang disyaratkan penyedia layanan. Kembali ke kitanya, mau pakai apa tidak.

    Lagian untuk kebutuhan pribadi, saya rasa tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Gmail misalnya, saya rasa Google nggak tertarik sama pembicaraan kita di email yang sehari-hari kita gunakan? Beda urusan kalau presiden SBY yang pakai Gmail.

    IMHO.

    • Wientor Rah Mada September 10, 2013 at 11:16 PM - Reply

      Betul sekali mas Aldi. Saya setuju dengan semua yang ditulis diatas. Thumbs up!

  72. Nadzifa September 10, 2013 at 11:07 PM - Reply

    Saya siy setuju dengan salah satu pndapat disebelah atas, ini artikel bagus, dan bukan 100% ngejelekin google, kalau kemudian kita tahu betapa google sudah berperilaku tidak adil terhadap kita, ambil sisi positifnya saja, kenapa kita selalu tergantung sama google, saya pikir kita bisa juga melakukan hal yang sama seperti yg China lakukan, toh sumber daya manusia Indonesia gak kalah dengan orang2 google.

    • Wientor Rah Mada September 10, 2013 at 11:17 PM - Reply

      Matur suwun mas Nadzifa. Saya sama sekali gak ada niat menjelekkan Google..hanya berusaha memaparkan fakta yang terjadi saja..

  73. HeQris September 11, 2013 at 2:14 AM - Reply

    Terus terang ane jadi tambah bingung harus gimana setelah baca artikel ini, artikel agan ada benernya juga. Tapi disisi lain, beberapa aplikasi Google seperti Maps dan Adsense juga membatu dalam kehidupan saya.

    ya semoga saja artikel mas bisa dijadikan koreksi dan banyak bermunculan ide para pakar IT supaya perkembangan teknologi internet di negeri ini bisa lebih baik.

    yang jelas saat ini kegiatan blogging saya lagi galau karena beberapa pengunjung blog saya dipangkas hingga 80% karena pergantian algoritma google 🙁 (sedikit curhat mas,,hehe)

    • Wientor Rah Mada September 11, 2013 at 9:10 AM - Reply

      Sabar mas sabar..kita semua pernah mengalami betapa perubahan algoritma terkadang membuat frustasi 🙂

  74. Antok September 11, 2013 at 6:01 AM - Reply

    Terima kasih artikelnya, bisa sebagai pengingat untuk hati-hati menggunakan fasilitas di dunai maya.

  75. H4nk September 11, 2013 at 7:04 AM - Reply

    saya setuju dengan pendapat artikel ini, dan emang ada beberapa kesalahan google terhadap pengguna dari indonesia. tapi sampai saat ini pengguna internet di indonesia belum bisa lepas dari namanya layanan google.

  76. YSR September 11, 2013 at 3:43 PM - Reply

    Kalo boleh ikut berpendapat, apa yang ditulis author memang benar adanya. But that’s the nature of business, moreover, that’s the nature of Internet. Mungkin memang tidak adil, tapi itulah kenyataannya karena Google dkk ngga ada yang milik Indonesia. Sama seperti punya warung, barang yg dijual ya hak pemilik warung bukan pembeli. Kalo orang Indonesia tidak ingin diinjak-injak bangsa lain ya bisa mencontoh China dengan membuat semua barangya sendiri. Selama Indonesia tidak bisa menyediakan kebutuhannya sendiri, maka selama itu juga Indonesia sebagai ‘pembeli’ akan bergantung pada terms of business bangsa lain selaku ‘penjual’ (just like everyone else). Dan karena ini bisnis, seandainya Google itu buatan Indonesia, siapa yang bisa menjamin tidak akan berbuat hal yang sama?

  77. dheche September 11, 2013 at 3:50 PM - Reply

    Seandainya pemerintah memblokir layanan google, apa yakin ini bakal didukung seluruh rakyatnya ? Jgnkan mblokir google, lha wong aksi blokir terhadap konten pornografi (mis dg program internet sehat/mercusuar/dll) aja udah diprotes kanan-kiri kok (ini yg protes ya netizen endonesa sendiri).
    Yang memprotes aksi pemblokiran ini bukan berarti pro terhadap pornografi lho ya, tapi tuntutannya kurang lebih, pemerintah gak perlu turut campur urusan pengambilan keputusan suatu konten boleh diakses atau tidak, biarkan pengakses yg memutuskan mau mengakses atau tidak.

    Masalah terbesar layanan buatan endonesa itu bukan semata-mata dari fitur sih, saya yakin banyak orang endonesa yg mampu buat seperti itu (tentu butuh waktu unt membuatnya sekelas punya google), tapi masalah terbesar yg sering kali jadi penghalang adalah keberlangsungan layanan.
    Banyak layanan baru, tapi baru dipake 2-3 taun udah tutup/gak dirawat/gulung tikar. Sebagai pengguna tentunya agak males kalo harus pindah2 layanan.

  78. Hendy Prima September 11, 2013 at 6:54 PM - Reply

    Saya menyukai tulisan anda, banyak orang bangga menggunakan google, gmail, youtube, pokoknya semua yg berhubungan dengan google , termasuk android yang otomatis akan memata2i kita, intinya produk asing melalui media internet menjajah negeri Indonesia, sekalian informasi, mas server yg mas pakai juga produk USA / AMERIKA, meskipun tidak google, tp anda termasuk user yang menggunakan server USA, artinya memang seluruhnya kita di jajah, 🙂 , kedepan saudara harapan nya menggunakan server INDONESIA , bravo.

  79. eserzone | sulawesi utara September 11, 2013 at 8:42 PM - Reply

    Hal ini bagaikan simalakama didunia internet…. Tapi memang jika saja pemerintah kita tegas dan mengikuti apa yang dilakukan oleh Cina (memblokir hal2 dari dunia barat) maka mengoptimasi produk lokal maka hal ini akan lebih menguntungkan bangsa kita…

    Pembahasa yang menarik bro,,,, ijin share artikel ini ke Komunitas RTIK Sulut sebagai bahan diskusi 😀

  80. Intel September 12, 2013 at 2:30 AM - Reply

    Google Maps : Intelejen atas Peta – google street view Intelejen atas gambar visualisasi jarak dekat.

    kemaren ini liat mobil google street view mondar mandir jakarta – bekasi. gapake pelan pula. 8)

  81. Imam M September 12, 2013 at 8:26 AM - Reply

    Artikel yang mencerahkan, baru ngeh juga terakhir sempet cari-cari distributor produk china, di google susah bgt carinya. Begitu buka di baidu, ternyata disana ngumpulnya……. Minimal pemerintah indonesia bikin search engine lokal dulu sekelas baidu, sehingga bisa meningkatkan potensi ukm di indonesia pada akhirnya.

  82. Akim September 12, 2013 at 10:41 AM - Reply

    Gak bisa dipungkiri kita membutuhkan produk2 zionis seperti google, tapi lebih baik kita minimalisir, jangan merasa bergantung pada produk2 zionis
    Terima kasih 🙂

  83. h4pe September 13, 2013 at 1:57 PM - Reply

    Memang betul Google maupun perusahaan2 kapitalis mempunyai banyak dosa besar terhadap bangsa Indonesia. Tapi dosa mereka terjadi salah satunya juga krn kesalahan kita baik rakyat maupun pemerintah. Rakyat kita sangat yg sedemikian bangga dengan produk2 berbau asing sangatlah potensial buat mereka. Sementara di pemerintahan lebih banyak oknum yg hanya peduli perut sendiri. Coba kita tengok kasus buah import… dunia pertanian kita dulu menjadi referensi negara2 lain tetapi sekarang justru kita kalah dgn negara2 yg belajar dari kita. BTW, tetep menarik mas ulasannya. Peace dan salam kenal.

  84. yerie September 13, 2013 at 2:35 PM - Reply

    cmn org kecil dan bodoh,gak ngerti tp pengen ngerti meski bingung,hehe…makasih atas wawasannya mas bro dan tmn2 komentator..kalian juara…!!”

  85. ragil 'thok' September 13, 2013 at 8:35 PM - Reply

    hmm…penjelasan yang menenangkan dari setiap pertanyaan yang menyangkut google, tapi miris juga kalo pada kenyataannya secara ‘terhipnotis’ kita tak pernah menyadari hal ini~~
    terima kasih atas pencerahan ini (tapi tetap tak bisa menghindari ‘ekspansi’ google dalam dunia maya!), semoga semua berakhir fair tentang hal beginian..

  86. andys September 17, 2013 at 9:10 PM - Reply

    google google google, , , , , , emang sie embah ni rajanya internet, , , semua orang butuh google, , ,

  87. Jakuri September 19, 2013 at 12:02 PM - Reply

    Dosa nomor 3 paling menyebalkan! Oh ya, tambahan juga dosanya yaitu suka membunuh pasaran blogger Indonesia.

  88. syach September 20, 2013 at 7:28 AM - Reply

    udah kecium kebusukan gugel dari dulu, semenjak banned massal gugel utk para publisher indo, emang sih bnyk yg maen curang tp ga sedikit yg bermain bersih akhirnya kena imbasnya. dan satu lagi GUGEL KAYA hasil dari banned, karena uangnya gak pernah dikembaliin ke advertiser INI FAKTA bukan NUDUH/FITNAH. Publisher indo klo earning udh sampe $1000 pasti waswas, cb bayangin bsk mau payout malemnya di banned.
    kita emg sdh ter”plugged” oleh sistem gugel akhirnya semuanya bisa dipantau oleh gugel dan sialnya susah utk “Unplugged”.
    so, Welcome To the New World Order!

  89. Ari Tunsa September 21, 2013 at 10:43 AM - Reply

    Huffttt… Sementara saya belum mengetahui cara mendapatkan penghasilan dari selain google. Mungkin mas Wien bisa share di sini sekalian… hehe… Kalo enak kan saya mau pindah aja dari google ^^

    Salam

  90. hendra September 21, 2013 at 12:57 PM - Reply

    numpang komen om..
    kapitalisme negara-negara luar harus diimbangi dengan kecintaan kita terhadap produk dalam negeri yg merupakan karya anak bangsa.
    sebagai bangsa merdeka seharusnya memilki impian yg besar.
    Namun apa yg terjadi di negara kita?? kita lah yg menjadi target impian besar negara lain.

  91. seo September 22, 2013 at 1:20 AM - Reply

    Memang indonesia sudah punya search enginee sendiri tapi sedikit yang memakainya. Semoga kedepan bisa lebihn jaya

  92. annas September 22, 2013 at 9:22 PM - Reply

    sembari nunggu ada tindakan nyata dari pemerintah, lebih disosialisasiin aja nih mas artikel bahwa big G bukan dewa, sambil kita sedot penghasilan sebanyak2nya dulu dari sana hihihii.. btw “fade to black” kemarin pas live concert syahdu loh masss, hahahaa…

  93. fema September 23, 2013 at 12:51 AM - Reply

    mau tidak mau suka tidak suka kita tetap memakai layanan dari google raksasa yang mengkangkangi jagat internet kita, mulai dari email sampai mati2xan cari posisi di search google, kesalahan tidak hanya pada pemerintah tapi juga ada pada diri kita sendiri kita bangga dan mau tidak mau ikut arus yang ada tidak bisa menghindari kekuasaan the big G. Mau bikin search engine bangsa sendiri seperti Baidu?? yakin mau banyak yang pakai ?? saya rasa kecil kemungkinannya karena rasa nasionalisme yang kecil dari setiap individu kita. Mungkin suatu saat kalau kita mampu untuk membanggakan kemampuan negeri sendiri dan kepintaran manusia-manusia Indonesia dalam berkreasi arah mata angin akan berbalik. Dan ini bukan tidak mungkin terjadi karena sebenarnya kita adalah pasar potensial yang punya peran besar sebenarnya untuk bisa mengatur mata angin :D. Semoga ( dan saya selalu beroda ) ini bisa cepat terjadi.

  94. lowongan kerja October 1, 2013 at 10:32 AM - Reply

    saya setuju banget gan dengan idenya. Google sekarang berlaku sekendak nya aja bener2 sewenang-wenang apa lagi masalah banned adsense. Ane juga kena imbas ratusan dolar hilang gak di bayar gak ada penjelasan yang masuk akal. Untuk gugatnya juga kita gak bisa cuma bisa pasrah uang kita gak di bayarkan

  95. Boedy October 3, 2013 at 7:10 PM - Reply

    WOW

    newbie ikut nimbrung ya

    simple aja

    selain google dan yg disebutin diatas masih buanyakkkkk lagi yg metodenya spt mbah gugel cs

    Indonesia punya potensi yg besar baik SDM maupun SDA, akan tetapi pemerintahnya rusak berat, potensi kita kalo ga dijual malah dikebiri

    SDA dijual, SDM dikebiri akhirnya semua lari ke luar

    ujung-ujungan urusan perut karena diluar sana ada rejeki yang menjanjikan daripada di negara sendiri

  96. lino October 11, 2013 at 10:45 AM - Reply

    Saya setuju semua terutama soal Adsense dan Google Play. Negara kita cuma dijadiin pasar doang..

    Ini di luar Indonesia, Google sekarang maksa semua usernya pake Google+. Waktu nonton youtube keluar trus popup biar bikin Google+, mau review apps di Google Play mesti pake Google+, gmail nyambung ke Google+, spam invite Google+ semua dari email, dll..

    Layanan-layanan Google yang saya pake diterminasi semua, terakhir Google Reader dan yang bentar lagi iGoogle.

    Jangan lupa dosa tambahan ini, bulan lalu mobil Google Street View nabrak di Bogor trus sopirnya kabur. Kynya Google sensi sama Indo ya 😀

  97. Walter Pinem October 16, 2013 at 4:23 PM - Reply

    bener analisa Anda. kebanyakan pengguna internet indonesia masih tergantung pd google, termasuk web developer yg masih mengacu pada SEO google. andai saja ada alternatif lain yg bisa dibuat orang Indonesia, selanjutnya kita tinggal mendukungnya saja. nice post

  98. apip October 21, 2013 at 9:35 PM - Reply

    Salut…..atas keputusan mempublish postingan ini dan berhadapan dengan Raksasa Google…

  99. Mbah October 23, 2013 at 4:12 PM - Reply

    Simple aja sihmas sebenernya. Semunya ada di google. kalo emang mau bikin search engine sendiri harusnya dimulai dengan menggiring para blogger buat nanem ke SE itu. kebanyakan blogger indo juga pada ke google yang gampang cari duit. intinya belajar pelan” dah buat lepas dari google. untuk saat ini sulit dah keknya.
    cuman kalo masalah FB udah bisa teratasi semenjak http://ooiya.com diluncurin. ya walaupun belom terkenal tapi mereka pake engine sendiri kaga nyomot engine orang lain xixixixi

  100. Rafki October 23, 2013 at 6:39 PM - Reply

    Mantab nih, semakin besar niatku membuat Sistem Operasi sendiri

  101. diqs October 23, 2013 at 11:34 PM - Reply

    buat gerakan boikot 1 hari untuk g…le ane mw liat sehebat apakah g…le

  102. Ozy L0caLHosT November 2, 2013 at 6:59 PM - Reply

    wkwkwk telat berita gw, ternyata ada artikel ginian …

    ntah gw mo bilang kek gmna …

    yang pasti gw cm ngingetin 1 hal … “APA SIH YANG GA KALAH SAMA DUIT”

  103. Tamam November 4, 2013 at 10:31 PM - Reply

    Masih banyak positifnya daripada negatifnya.
    Poin no 5 beneran ta itu? Temen-temen saya banyak yg jualan program di Google Play lhoo..
    Silahkan dilihat juga berapa banyak universitas yg sudah GONE Google, ada grup bisnis dan developer Google juga di wilayah besar seperti surabaya, jakarta, semarang dan lainnya.

    • Wiwing November 5, 2013 at 11:59 PM - Reply

      poin no 5 itu benar adanya, bahwa developer/publisher app di Indonesia tidak bisa berjualan produknya di Google play store atau nama lainnya Google Merchant.
      Tapi menurut saya sebenarnya bukan sepenuhnya salah Google, kenapa? karena banyak hal-hal yang ada di Indonesia (terutama yang berkaitan dengan masalah perundang-undangan dan birokrasi) tidak sesuai dengan kriteria-kriteria yang dibutuhkan Google untuk memberikan akses Google Merchant untuk wilayah Indonesia.
      Jangankan Indonesia, negara-negara SEA (South-East Asia) juga masih banyak yang belum diberi support Google Merchant kecuali Singapore.
      Saya bukannya mendukung Google, saya juga salah satu developer mobile app yang merasakan dampaknya. Tapi rasanya menyalahkan Google untuk hal ini kok terkesan ga sesuai ya seperti memberikan vonis bersalah kepada pihak yang tidak bersalah.

  104. syam November 7, 2013 at 1:45 AM - Reply

    posting yang sangat berani bung 😀

    gw sendiri yakin suatu saat nanti orang akan berenti bilang ” ah anda berlebihan, ah masih banyakan positifnya, ah itu semua hanya teori. ah anda juga g bisa berbuat apa2″

    suatu saat tali yang dijaga rapi oleh amerika untuk mengatur public sesuai kemauan mereka ini akan terkuak dan putus. sekarang aja di berita udah mulai keliatan

    • Wientor Rah Mada November 7, 2013 at 3:30 PM - Reply

      Bukankah dunia ini hanya milik pemberani bung? *pelukjantan*

  105. Cara Ririn November 8, 2013 at 12:56 PM - Reply

    Analisis yang sangat mendalam mas. Saya nggak bisa komentar banyak, soalnya masih belajar tentang internet. Terimakasih ya atas sharing nya 🙂

  106. Lihin November 10, 2013 at 1:43 AM - Reply

    Saya sangat PRIHATIN, itu saja ! 😀

  107. ade sunandar November 11, 2013 at 2:16 PM - Reply

    aduh kalau saya ngga begitu paham apalagi sampai sedetail ini

  108. Ade Rajab November 11, 2013 at 7:01 PM - Reply

    ass wr wb…!!! bagus nih gan artikelnya…!!! tapi seandainya bener tuh google ngebaca e-mail kita… berartikan tuh google punya kapasitas untuk menampung tuh email…!!! andaikan ada hacker yang handal di indonesia… suruh aja buat ngebobol balik… dengan cara di unlimit memory… maksudnya setelah dia buka e-mailnya terus2an masuk gak berenti2…!!! tapi yang terakhir ane yakin kok… dunia ini berputar… oke dia sekarang diatas… tapi nanti suatu saat pasti ada yang ngejatohin nih mbah google…!!! insya allah orangnya nih yang coment… hehehe “amin ya allah”

  109. Henz December 10, 2013 at 4:45 PM - Reply

    Menkominfo kita oke ga sih? Dia pinter ga sih? 😛
    Bikin yg kayak Baidu dia bisa ga ya? hihi..

  110. Amman December 11, 2013 at 11:45 PM - Reply

    Google ini cerdas sekali .., atau kita yang dibodohi ?

  111. Fransisca Natalia Damayanti December 19, 2013 at 11:14 AM - Reply

    *Beralih ke Bing search engine :p*
    Memang algoritma pencariannya tidak sedewa google, tetapi produk Microsoft ini menghargai privasi penggunanya..

  112. oon December 19, 2013 at 2:53 PM - Reply

    wah makin banyak sekali yang komen..
    ikutan nyundul ah..ndul!…

  113. maminx December 19, 2013 at 7:03 PM - Reply

    Makasih pencerahannya mas. Tulisan ini gak ada referensi sumber lain mas? murni analisa sendiri? makasih

    • Wientor Rah Mada December 20, 2013 at 9:50 PM - Reply

      Inshaa Allah analisa sendiri mas 🙂 matur suwun sudah mampir..

  114. aditya December 23, 2013 at 12:56 PM - Reply

    wow gw baru baca, and its damn great articles

  115. Ilham Muharrom December 24, 2013 at 11:28 AM - Reply

    Google sudah mulai ramah ko dengan menyediakan portal youtube indonesia. Logo youtube ada siluete borobudur. *kalo gak salah

    Tapi kesini2 cuma ada tulisan id aja hihihi

  116. dasar google. saya juga gan kalau mendaftar google adsense jika mengisi form pendaftaran adsense selalu gagal jika mengisi negara indonesia

  117. baju fashion January 13, 2014 at 3:54 AM - Reply

    wah serem juga ya bacanya..
    google emank udah kelewat gede kali ya

  118. Dedy January 15, 2014 at 10:53 AM - Reply

    Sunguh Artikel sangat bagus mas, mudah mudah bisa menjadi semangat buat para anak bangsa ini menjadi kan bangsa ini menajadi bangsa yg mandiri…Aamin..

  119. idblogmark January 18, 2014 at 3:45 PM - Reply

    ow alaaahhhh mbah gogel nakal

  120. Omje January 20, 2014 at 6:43 AM - Reply

    Ane udah lama baca artikel ini, tapi baru komeng sekarang, pdhl pengen dr dulu 😀

    Saya sih sejalan dgn opini mas wien, dan ini udah jadi ‘kegundahan’ saya sejak lama (hehe lebay), dan pernah sy tuangkan dalam curhatan kecil di blog saya. Inti masalah sy adalah pd kutipan curhatan di blog sy tsb:
    “Kadang terpikir, begitu melimpahnya resource di internet, baik itu berupa artikel, gambar, dokumen, musik, video, dll, baik dalam bentuk web, blog, fb, dll., yang jumlahnya mungkin jutaan ato lebih, apakah cukup ‘terwakili aspirasinya’ (eksistensinya) dengan hasil search engine google yang hanya 10 results/page?”.
    Krn masalahnya adalah, sbg user sy sering dibuat bingung dgn hasil pencarian google, dgn adanya SEO, akhirnya konten yg saya cari di google yg muncul di halaman utama google itu malah banyak yg “bagus SEO-nya” bukan yg “bagus kontennya”. Akhirnya, ngubek2 di google smpe halaman 10, hehe..dasar lemot. Mungkin nanti sy harus belajar “Bagaimana Cara Searching Yang Baik dan Benar” 😀

    Makanya, dr lubuk hati yg paling daleeeuuum sy berujar..ciyeeeh :p, “Ada ga sih alternatif selain google”?

    #TolongSayaKecanduanGoogle

  121. tipskomputergadget January 24, 2014 at 5:09 PM - Reply

    artikelnya si om ini mengingatkan betapa kejamnya google kepada ane, gmn tidak, blog ane sekitar 350 biji ber PR smua, dibabat abis dalam waktu semalam. memang pembantaian yang sangat kejam. i hate google but i must love it. hehehe, kayak dua koin yg punya muka berbeda.

  122. Dedencakra February 10, 2014 at 4:53 PM - Reply

    Mantap….kritis abis…. 🙂

  123. wanitapedia.com February 16, 2014 at 1:48 PM - Reply

    Asik bener nich artikel.. Kita wajib tahu, itu pandangan saja dan berfikir untuk kedepannya lalu mulai untuk menyediakan layanan seperti Google buatan anak negeri supaya kita TIDAK PERLU MENGGUNAKAN PRODUK GOOGLE di negeri ini. Intinya Google is Google, semakin dibenci semakin di cinta, namun jika kita punya pengganti yang berkualitas insya Allah semua pengguna internet akan menggunakan produk lokal. makasih sudah di share!

  124. Alvi February 18, 2014 at 8:29 PM - Reply

    saya gk tahu kenapa saya gk terlalu memusingkan itu semua 🙂
    mungkin karena saya masih asik menggunakan layanan2 Google dan belum mendapatkan perlakuan yang merugikan
    mudah2an kedepannya makin asik sama Google 😀

  125. Luckystar Media February 18, 2014 at 9:25 PM - Reply

    Jawaban artikel dari seorang Guru saya…
    (bukan belain google lo yah…cuma untuk knowledge aja..hehehe…)
    1. Sebelum Membeli Android, Ini Harus Tahu
    nyalain android suruh login ke google, ya jelas terus login selama tidak di logout…, kalau pengin tidak di google lagi ya harus logout google account loh… inget jika kamu pake firefox trus buka gmail n login…, selama lom logout ya masih dalam layanan google tuh firefox…, jgn lupa, kamu bisa logout loh dari google account…( kalau g’ bisa logout baru itu monopoli dan dosa besar)
    2. Google Maps : Intelejen atas nama Peta
    jgn lupa, cia, nsa juga punya yg begituan…n jasa liat real time itu bisa kita pake loh…tinggal bayar aja.
    3. Adsense Publisher Indonesia? Banned!
    salah sendiri ! kebanyakan melanggar tos.., ingat tos adsense bukan cuma klik doang..tapi sumber traffic, penempatan, membuat iklan google seolah2 konten, atau menu navigasi…, gambar di samping iklan…dan kebanyakan publisher indo pake itu semua… dan yang paling nyebelin…iri dengki g’ suka liat orang lain sukses di adsense…, langsung di klikbombing deh… jangan lupa juga banyak yang dapat uang dari adsense loh…
    4. Menguasai Pasar Indonesia dari Luar
    sudah dijawab sendiri oleh penulisnya…Apabila ada dispute, undang-undang ynag dipakai tentu saja undang-undang dimana kantor Google itu berada. Undang-undang Indonesia? Maaf ya, gak akan dipake, kecuali yang mengatur iklan digital. Eh, emang ada ya?
    5. Google Play? Developer Indonesia Harap Menyingkir
    sebabnya adalah: aplikasinya banyak diunduh orang Indonesia, tetapi orang Indonesia, yang tinggal di bumi pertiwi, dengan akun bank lokal, tidak diperbolehkan menjual aplikasi berbayar di Google Play.
    bank lokal kita tidak bekerja sama dengan baik dari aspek2 tertentu dengan bank2 lain secara global. Misal, kartu debit mandiri, yang pake logo visa hanya bisa dipakai untuk penarikan atm berlogo visa ajah…tapi tidak bisa dipakai untuk transaksi online pake jaringan visa..kenapa?
    karena memang kerjasama yang dibikin oleh para bank lokal cuma segitu ja…, kita blm punya bank global…yang ada cuma bank lokal…
    6. There ain’t no such thing as a free lunch!
    Is there? memang tidak ada kalee… dan google tidak bohong tentang adanya biaya ini..
    saya sangat ingin negara kita kaya rusia atau cina…di sana g’ ada google n g’ ada facebook…
    tapi bisakah? bisa kalau pemerintahnya mau…
    yang harus dilakukan oleh para aktivis adalah: lobi ke pemerintah… dan harus ada solusinya…jangan asal g’ mau
    agak kurang nasionalismenya nih kayaknya…tapi bukan itu intinya.
    seperti halnya google mengambil uang dari advertiser indonesia, maka untuk ngimbangin…
    AYO AJAK SEMUA ORANG BISNIS ADSENSE! KITA AMBIL UANG GOOGLE MASUKKIN KE INDONESIA BANYAK2…!
    ingat! penghasilan kita dari Adsense, blog networking, dll adalah penguatan devisa negara loh

    • Suparman November 25, 2016 at 5:28 PM - Reply

      Komen yang begini ane demen bigitz…

  126. Nakamura Agatha February 22, 2014 at 5:22 AM - Reply

    hahaha… parah ya gan, terkadang ane pikir ada dendam pribadi neh penulis sama google. apakah app nya gk di approve sama Google play, atau pernah di banned adsensenya…heu…

    tp its ok lah… kayanya saya setuju kalo google sebagai mata-mata dengan menggunakan google maps bro,,,

  127. Jae Arif February 28, 2014 at 3:26 PM - Reply

    Yup, mr. G kan emang liberal. Gak pandang bulu, mulai dari yang paling kalem sampai yang paling ekstrim bisa di-scan mr. G.

    Okelah sekarang mr. G adidaya (dan wajar “sombong”), mungkin yang terbaik gimana (kalau mau) bangsa kita juga bisa membuatu sesuatu yang adidaya.
    Jauhkan ber-angan disubsidi & fasilitas pemerintah.
    Mestinya kalo Google aja dibuat dua mahasiswa bisa se-gede sekarang, kenapa sejauh ini belum ada yg ngalahin search engine-nya?…

  128. syakirurohman March 7, 2014 at 7:57 PM - Reply

    hahaha. kalimat terakhirnya kayanya pas banget tuh

  129. KTA ANZ March 14, 2014 at 11:36 AM - Reply

    Info yang bagus gan,,tapi sayangnya banyak orang yang masih bergantung kepada goolge,

  130. agus March 21, 2014 at 5:52 PM - Reply

    kemungkinan bisa saja terjadi. secara amerika gunakan segala cara untuk bisa jadi negara adikuasa. ketika pengaruh nyata di tolak mentah. mereka pake cara alus. Satelit komersil (bilangnya gitu) tapi disisipin alat inteligen..who knows kah?

    kedok bisnis dan semacamnya bisa dijadikan alat…amerika geto loh

    kata amerika “google, lu harus manut sama gue. pengen maju ga lo?. buat alat, buat system yang bisa nguntungin gue. tar loe gue kasih aman. loe buat seolah2 loe bantu mereka, lo support mereka, lo besar2kan mereka, lo kasih manfaat mereka..tp di balik itu..loe mesti curi sesuatu dari mereka. PAHAM?!!”

    i let you win just to get my victory

  131. Alexander May 17, 2014 at 2:16 PM - Reply

    Adakah saran untuk menjual aplikasi android buatan kita sendiri developer indonesia selain di Google PlayStore?

  132. Ike Sari May 22, 2014 at 3:57 PM - Reply

    Saya seneng ketemu dengan pemuda yang pro negara dari pada yg tidak..

  133. membangun website May 24, 2014 at 5:25 AM - Reply

    wah, ada ada aja nih mas. Baca ini mas, biar tambah grget pastebin.com/qh6Tta3h

  134. bocah petualang June 2, 2014 at 4:28 PM - Reply

    Google benar-benar tahu bagaimana mengejawantahkan kalimat “siapa pun yg menguasai informasi akan menguasai dunia”

    Sebentar lagi makin parah kalau smartwatch, google glass, dan chromebook sukses di pasar.

  135. jojo July 16, 2014 at 12:35 AM - Reply

    sekalian aja jangan pake komputer,,jaringan internet,,,satelite termasuk google….itu kan buatan yahudi…
    kadang kita ini hanya tau ngeluh dan nyari2 kesalahan,,,,tapi tidak bisa buat produk yang dapat menyaingi….
    lagian pemerintah kita tidak bisa memberikan solusi untuk teknologi di bangsa ini,,wong peletak dasar teknologi bangsa yahudi…!!!

  136. yan August 21, 2014 at 8:27 PM - Reply

    Google streetview sudah live… coba test sendiri… jakarta bekasi perbatasan kena coveragenya…

  137. ren August 29, 2014 at 4:39 AM - Reply

    itu postingan kapan sih? UKM di kampus saya suka nabung game ke google play kok 🙂

    • Bugil Club October 10, 2014 at 12:54 AM - Reply

      Ini postingan 8 september 2013, bisa kok orang indonesia masuk ke Google Play, sepertinya ini artikel perlu revisi

  138. Jaya September 12, 2014 at 12:22 AM - Reply

    Memang betul faktanya begitu, however kita bisa mendapatkan manfaat dari google. Mungkin kita harus mempertimbangkan mana banyak manfaat dan mudaratnya .

  139. Ezra September 18, 2014 at 2:02 AM - Reply

    Maaf nih, gue nyenggung mas pembuat thread ini.

    Terlalu over tentang google, mungkin mereka bisa sadap kita. Yaa mungkin bagi gue tak apalah bagi masyarakat biasa yang sering googling, tapi kalo udah konglomerat itu wajib mengganti peranti lunak selain google. Google juga selalu membantu tentang pengetahuan untuk anak anak yang kurang dengan pengetahuan. Di pedalaman banyak memakai Google, karena memang Google yang topcerrr kalo masalah search engine.

    Sekarang gini ya bang, untuk masalah google maps, sebenernya itu bukan hal layaknya drone satelite nya US bang. Ngerti ga maksud gue?
    (Kalo yang sering lo liat dan lo denger mungkin Plane Drone yaaa) ini beda bang.. GoMaps itu cuma gambar doang kok yang bisa di zoom berkali kali. Makanya kita bisa tau posisi kita dimana.
    Oke cuma itu yang gue tau. Kalo masalah navigasi dari GoMaps, itu penyedia layanan dari Provider bang, yang disambung ke Satelit Palapa, jadi kita ga bisa nyasar lagi deeeehhh ~~~~~~~~~~~~

  140. Manusia September 18, 2014 at 10:05 PM - Reply

    Tapi mau diblok juga percuma sih.
    Mau diblok pake cara apapun orang kita tetep punya 1001 cara buat ngeunblock.
    Selagi masih bisa dimanfaatkan gak masalah.
    Kita pake dulu buat cari informasi, begitu udah dapet baru bikin SE sendiri.

  141. Eury X September 30, 2014 at 12:10 AM - Reply

    Wah dosa google mah mas saya rasa tidak terhitung mas..berapa banyak dosa yang ditanggung google mana kala setiap pengguna google membuka situs-situs yang di haromkan..ini baru dari satu sisi loh..belum dari sisi-sisi negatif lainnya mas..tapi ternyata saya lebih membutuhkan google nih mas untuk cari informasi di dumay,karna si google ini lebih pintar dalam menyajikan informasi yang akurat…

  142. david October 1, 2014 at 10:40 AM - Reply

    gimana g pada milih google gan,,, lawong logonya aja paling besar dan paling berwarna,,,realistis aja….. indonesia kan orang yang mudah di fahami jika sekali saja orang ngobrol soal satu pasti yang laen akan tau,,,kayak biasanya ada kata2,cari aja di mbah google,gak pernah searching2 mbah google sih lo,,,nah dari kata2 bercandaan itu kita terbiasa denger dan nyoba pakek dan terus sampai sekarang…. coba kalau bercandaan kita sehari hari kalo ngledek temen tuh,,, ah g pernah search di ask,yahoo,amazon dan laenya gitu,pasti beda,orang jawa bilang witing tresno jalaran soko kulino,,kita suka karna kita terbiasa gan,,,, jadi kayak hubungan kekasih,cinlok itu lebih mudah putus dari pada terbiasa,,,,, mksih gan bwt semuanya,, masukan yg bagus,,,

  143. Jual produk October 4, 2014 at 12:43 AM - Reply

    konspirasi nih, tapi seru! sukses mas win (y)

  144. Jual produk October 4, 2014 at 12:45 AM - Reply

    Sunguh Artikel sangat bagus mas, mudah mudah bisa menjadi semangat buat para anak bangsa ini menjadi kan bangsa ini menajadi bangsa yg mandiri…Aamin..

  145. Jual produk October 4, 2014 at 12:47 AM - Reply

    tapi sayangnya banyak orang yang masih bergantung kepada goolge,

  146. adam October 6, 2014 at 10:47 PM - Reply

    6 Dosa Besar Google Terhadap Bangsa Indonesia, Tapi Tak Pernah Kita Sadari

    ARTIKAL YG JELAS BINGITS

  147. Bambang November 25, 2014 at 8:53 PM - Reply

    Yah walaupun begitu tetap aja website agan ini bisa ke akses karena google dan setiap ada tugas pasti agan search ke google yah menurut ane terserah aja masing” kan punya pendapat yg berbeda

  148. Yusril December 11, 2014 at 6:00 PM - Reply

    bagus banget artikelnya….tpi sya masih pke google,dan emailnya pke Gmail..

  149. GRANDONG December 18, 2014 at 1:35 PM - Reply

    HEE…mas…orang Indonesia itu kebanyakan makan gaplek..jadi kita trima saja takdir ini..orang luar negeri lebih maju karena mereka sendiri juga disiplin..la kita?? kalau ngk ada google indonesia juga tidak akan maju…
    Cina itu pinter jiplak barang..dari otomotif sampai elektronik..mereka munafik..ngak mau sama google tapi buat ha cina os nya android….pahammmmm

  150. Iklan fb January 28, 2015 at 10:11 AM - Reply

    terimakasih infonya

  151. Taufik January 30, 2015 at 9:30 PM - Reply

    Bukannya android itu punya google ya? jadi wajar dong kalo emailnya dari Gmail.

  152. Refs February 12, 2015 at 8:48 AM - Reply

    Analisa lu udha mantep bro,,mendalam dan banyak point penting disana…
    tapi pertanyaanya,,,trus kalo pembaca udah tau hal ini kenapa ?
    gue sih lebih suka sebuha analisa yang lengkap dengan solusi…tapi kayaknya untuk masalah androi lu ga bisa judge itu sebagai dosa deh,,,

    andro kan di develop oleh google,, so what ? semisal lu punya rumah dan ada tamu,,yaa tamu itu pasti akan make “barang-barang” lu,,,ga mungkin dong lu memperbolehkan atau seenggaknya mendahulukan tetangga make rumah lu,,,itu hak bro….

    cina bisa mandiri dan menguasai pasar elektornik, itu karena pemerintahnya membuat regulasi yang tegas dan pergerakan pemudanya nyata…Indonesia ? masih pada sibuk nonton shitnetron bro…hahahahaa….

    last not least,,,semoga banyak fikiran pembaca yang terbuka setelah baca ini, pesan moralnya, maksimisasi potensi diri, dengan begitu baru kita bisa bersaing.

  153. Lucky Star Media April 8, 2015 at 10:12 PM - Reply

    Jawaban artikel dari seorang Guru saya…
    (bukan belain google lo yah…cuma untuk knowledge aja..hehehe…)
    1. Sebelum Membeli Android, Ini Harus Tahu
    nyalain android suruh login ke google, ya jelas terus login selama tidak di logout…, kalau pengin tidak di google lagi ya harus logout google account loh… inget jika kamu pake firefox trus buka gmail n login…, selama lom logout ya masih dalam layanan google tuh firefox…, jgn lupa, kamu bisa logout loh dari google account…( kalau g’ bisa logout baru itu monopoli dan dosa besar)
    2. Google Maps : Intelejen atas nama Peta
    jgn lupa, cia, nsa juga punya yg begituan…n jasa liat real time itu bisa kita pake loh…tinggal bayar aja.
    3. Adsense Publisher Indonesia? Banned!
    salah sendiri ! kebanyakan melanggar tos.., ingat tos adsense bukan cuma klik doang..tapi sumber traffic, penempatan, membuat iklan google seolah2 konten, atau menu navigasi…, gambar di samping iklan…dan kebanyakan publisher indo pake itu semua… dan yang paling nyebelin…iri dengki g’ suka liat orang lain sukses di adsense…, langsung di klikbombing deh… jangan lupa juga banyak yang dapat uang dari adsense loh…
    4. Menguasai Pasar Indonesia dari Luar
    sudah dijawab sendiri oleh penulisnya…Apabila ada dispute, undang-undang ynag dipakai tentu saja undang-undang dimana kantor Google itu berada. Undang-undang Indonesia? Maaf ya, gak akan dipake, kecuali yang mengatur iklan digital. Eh, emang ada ya?
    5. Google Play? Developer Indonesia Harap Menyingkir
    sebabnya adalah: aplikasinya banyak diunduh orang Indonesia, tetapi orang Indonesia, yang tinggal di bumi pertiwi, dengan akun bank lokal, tidak diperbolehkan menjual aplikasi berbayar di Google Play.
    bank lokal kita tidak bekerja sama dengan baik dari aspek2 tertentu dengan bank2 lain secara global. Misal, kartu debit mandiri, yang pake logo visa hanya bisa dipakai untuk penarikan atm berlogo visa ajah…tapi tidak bisa dipakai untuk transaksi online pake jaringan visa..kenapa?
    karena memang kerjasama yang dibikin oleh para bank lokal cuma segitu ja…, kita blm punya bank global…yang ada cuma bank lokal…
    6. There ain’t no such thing as a free lunch!
    Is there? memang tidak ada kalee… dan google tidak bohong tentang adanya biaya ini..
    saya sangat ingin negara kita kaya rusia atau cina…di sana g’ ada google n g’ ada facebook…
    tapi bisakah? bisa kalau pemerintahnya mau…
    yang harus dilakukan oleh para aktivis adalah: lobi ke pemerintah… dan harus ada solusinya…jangan asal g’ mau
    agak kurang nasionalismenya nih kayaknya…tapi bukan itu intinya.
    seperti halnya google mengambil uang dari advertiser indonesia, maka untuk ngimbangin…
    AYO AJAK SEMUA ORANG BISNIS ADSENSE! KITA AMBIL UANG GOOGLE MASUKKIN KE INDONESIA BANYAK2…!
    ingat! penghasilan kita dari Adsense, blog networking, dll adalah penguatan devisa negara loh

  154. ari April 14, 2015 at 8:59 PM - Reply

    ada benar nya article mas, cuman kalo kita sebagai warga negara indonesia tidak punya produk yang bisa kita bangga kan, ya tetntu saja manusia indonesia lainnya lebbih memilih produk luar negeri,,,
    misal memilih gogle, yg berakibat entah baik atau buruk juga akan ber efek pada idonesia

  155. One -One April 19, 2015 at 3:41 AM - Reply

    Pecahkan aja gelasnya,,, biar rame….

  156. BarangIT April 27, 2015 at 1:15 AM - Reply

    udah waktunya kita ikutin gaya china 😀

  157. si poo chai June 16, 2015 at 7:02 PM - Reply

    beneran Mas Kita sebenarnya sudah diinjak injak dan di bodohi seperti ini sama negara luar, terutama Amerika…. baik secara ofline maupun online

    Dengan google saja Mereka bisa meraup pundi pundi rupiah dari orang orang atau Adversite Indonesia. . .

    Memang benar Google membantu kita banyak dalam hal teknologi. . .

    Tapi seandainya saja kita punya Mesin pencari sendiri (lokal) dan Platform seperti blogspot milik/produk Indonesia sendiri

    Marilah kita segenap besar keluarga blogger Indonesia meninggalkan kedua hal tersebut, dan beralih menggunakan hasil karya anak bangsa…

    Nah bayangin kalau blogger Indonesia tidak ada yang menggunakan platform blog**ot dan mesin pencari google… Bakalan rugi berapa mereka???

    Semoga kedepannya anak bbangsa semakin menunjukkan ketangguhannya dalam menciptakan karya karya baru di bidang IT.

  158. si poo chai June 16, 2015 at 7:14 PM - Reply

    tapi bagi saya google tetaplah berjasa bagi kita. . .

    SAYA MENYUKAI GOOGLE KARENA JASA JASA YANG DIBERIKAN dengan memberi kita kesempatan mencari penghasilan melalui Google Adsense

    DAN AKAN BERSALAH JIKA KITA MEMBENCI GOOGLE TETAPI MERAUP PENGHASILAN DARINYA…. DAN MENIKMATI FASILITAS YANG DIBERIKANNYA

    Saya banyak mengucapkan terimaksih pada Google dan Juga Blogspot berkat mereka saya dapat belajar banyak dan melakukan aktivitas blogging saya…

    Untuk Indonesia Aku Cinta padamu Dan Untuk Google Terimakasih banyak atas yang kau berikan Padaku…

  159. muzi June 17, 2015 at 1:00 AM - Reply

    Sebenarnya Indonesia punya potensi besar seperti Negara China yang mepunyai website seperti Baidu, dan E-Commercenya Alibaba. Permasalahannya, belum ada yang memulai. Itu saja.

  160. Agung HW August 19, 2015 at 5:24 PM - Reply

    Wah bener juga ya, masalah privasi dan keamanan yang menurut saya paling menonjol. Overall, artikelnya bagus dan bermanfaat. Ijin share dan tulis-edit di blog saya ya Gan…

  161. Embun Mulia September 12, 2015 at 9:04 PM - Reply

    Saya sendiri lebih setuju harus mesin pencari seperti halnya baidu di cina. Sy yakin bisa.

    be your selft ajah

  162. Harris September 16, 2015 at 2:39 PM - Reply

    Mohon di ralat, untuk pengembang lokal udah boleh kok dari kapan tau.

    saya sendiri udah terdaftar jadi google developer dan bisa pake google wallet juga dan bisa menerima bayaran in app purchase.

    pake cc indonesia dan alamat indonesia juga.

    Untuk masalah android, kalo situ beli xiaomi tapi android juga dimonopoli untuk pake baidu, beli windows phone juga pasti disuruh pake bing..

    pinter2 kita aja setting default search enginenya.

  163. desy September 17, 2015 at 8:38 AM - Reply

    Ternyata google banyak juga dosanya sama bangsa Indonesia 🙂

  164. antu rabing October 15, 2015 at 7:43 AM - Reply

    bahkan banyak orang yg menyebut google sebagai embah embah

  165. Lombok Developer October 18, 2015 at 1:53 PM - Reply

    wah kok jadi serba salah ya..
    di satu sisi saya udah kudu suka dengan google dan semua layanannya. di sisi lain ki ta semakin seperti dijajah dan ditaklukkan oleh google. kita terus bergantung sama google.

    terima kasih artikelnya mas. semoga bisa jadi pelajaran agar tidak terlalu bergantung dengan google dan justru mulai mandiri untuk Indonesia. 😀

  166. iKurniawan October 19, 2015 at 6:35 PM - Reply

    Dan sekarang, pendaftaran Adsense baru untuk alamat Indonesia juga ditutup
    🙁

  167. cincin kawin November 22, 2015 at 11:11 AM - Reply

    betul itu sekarang google sudah kelihat curangnya, bangsa indonesia sudah menganggap google sebagai kebutuhan …..

  168. Santi December 2, 2015 at 9:47 AM - Reply

    Yah setidaknya Google masih memberikan manfaat juga buat kita

  169. Ngawi dian January 9, 2016 at 1:03 AM - Reply

    kalo ngk ada google, orang pasti juga kebingungan

  170. Template-blogger January 12, 2016 at 6:15 AM - Reply

    yoi braderrr

  171. pusing January 15, 2016 at 12:14 AM - Reply

    duh..
    pusiiiiiinnnnggggg

    aku mau cari duit aj deh om yg banyak..biar bs makan dulu yg semakin lama semakin melatat nie….

    ntah mau dtindas gpp dulu deh..kan emang sudah di tindas gak dari sono juga dari sini juga malah lebih kejam2

  172. MBAH DAJJAL January 19, 2016 at 2:49 AM - Reply

    Balik ke jaman dulu aja biar gugel ga bisa buka Peta sama nyadap (scanning) email data jadi Hp cuma buat telpon aja eh itu aja di udah di sadap deh ke operator hehe..

    duhh serba di pantau kesatu pusat namanya Google…
    seperti PBB, IMF, Worldbank, apa apa dipantau mereka dan terpusat satu informasi..
    ya gimana ga di kendaliin wong microsoft, yahoo, google, dll lahirnya dari sana duluan dan dunia merespon sangat baik untuk ilmu pengetahuan, disatu sisi bikin informasi kebablasan… donwload apapun jd mudah, sampe anak murid skrg apa apa gugling… jaman dulu mah catetan buku penuh sesuai ilmu dari bibir guru nya…

    yah begitulah.. dunia teknologi informasi, akan terus berkembang dan muncul pesaing baru, muncul inovasi baru, muncul lah semua dikendalikan oleh satu sentuhan klik klik klik di layar…
    positifnya banyak yg melek teknologi, baca berita cepet, banyak yg tau dunia, banyak yg cepet dewasa sebelum umurnya juga klo buka gugel hehe…

    padahal setiap ada aplikasi baru indonesia selalu posisi teratas penggunanya… contoh epbi, tuiter, ige, pett, de’el’el.. dilemma memang..

    udah ah capek nulisnya hehe…

  173. tiagu January 22, 2016 at 5:10 PM - Reply

    KITA semua adalah korban GOOGLE
    saya sangat setuju, kalo bukan dari sekarang kita bersatu, kapan lagi, entar kita di jajah iptek dari luar lagi.
    saya yakin banyak anak indonesia yang bisa buat search e… apalah itu dan lebih canggih.
    saya dukung mas bro dll

  174. keceng January 25, 2016 at 9:03 PM - Reply

    Kamu aja yang Sirik pada google, google itu ciptain search engine dengan susah payah dengan kerja keras, jika kamu bisa ciptakaan karya seperti google , saya baru percaya terhadap omongan kamu

  175. Sahilluqman February 4, 2016 at 1:37 PM - Reply

    wah, sangat miris juga ya ternyata…terimakasih infonya mas. sangat bermanfaat buat kita semua

  176. Bujang February 20, 2016 at 12:58 PM - Reply

    Kalau dari perspektifnya teori konspirasi. memang tidak salah. Apa enggak sekalian saja ditambahkan bahwa dengan algoritma Google, habit semua orang bisa ketahuan.

    Tapi jika menyikapinya dengan positif akan lain.

    Mungkin iya adsense dari marketer tanah air di banned, mungkin iya developer disuruh menyingkir.

    Tapi apa iya 6 dosa besar, karena bisa jadi justru kebaikannya yang diberikan Google lebih dari 6.

    Bijak dalam memilih judul, 6 dosa besar Google, tapi masih pakai fasilitas dari Google (android, gmail, google map), malah jadi hipokrit.

    Tetap positif.

  177. Lukmanul Hakim February 23, 2016 at 1:44 PM - Reply

    Sebenarnya simple sih, Be Anonymous aja (bukan Hacker), jadi jangan gunakan Data Diri asli. Buatlah sebuah Informasi Diri palsu namun konsisten seperti Nama, Tanggal Lahir, Tempat Lahir, Alamat, dsb

    Kalau problemnya adalah Data Diri, masalahnya kita bercermin pada diri sendiri, seberapa berharganya sih Informasi Diri Kita ?, iya kalo sekaliber Presiden, Artis maka akan jadi Issue besar.

    Masalahnya, tengoklah Facebook, dan sosmed lainnya, adakah Usernya yg tidak sungkan-sungkan share kehidupan pribadinya ?

    Soal Email, ada aja solusinya, pakai Email berbayar dari Server Dedicated atau minimal VPS, ane rasa penyedia Domain sudah Build In Email deh, jadi ketika kita beli Domain biasanya ada fitur tambahan seperti Redirect, Email, Protect Pesonal Detail, AntiTheft, dll

    Masalahnya, di Indonesia ini siapa sih yg butuh email ?, beda dengan di Jepang yg setau ane Provider Selular tidak bisa Cross Provider, jadi beda Oprator gk bisa Telpon dan SMS, jadinya harus lewat Online seperti Email dan VoIP kalo mau berkomunikasi ke orang beda oprator, di Indonesia tidak demikian. Jadi cukup punya HP saja kita bisa komunikasi ke semua orang yg punya HP, apa pun opratornya. Ane banyak diminta bikinin Account Facebook, BBM, Twitter, dsb, yg notabene mewajibkan kita punya Email, tau gk orang yg ane buatkan itu bahkan gk memperdulikan Emailnya lagi, dia fokus ke Sosmed, bahkan sering lupa apa Password Emailnya, Ironis bukan ?

    Kalau kita tidak Special, kenapa harus Paranoid ?

    Kalau kita Special kan bisa dikatakan Professional, maka gunakan layanan Professional yg tentu saja gratis, tidak ada produk gratis yg tidak ada “udang dibalik batu”

    Lagipula tidak semuanya di Dunia Ini harus kita saja yg tau, misalnya masalah Terrorisme dan Kriminal, Goverment bisa dengan mudahnya membaca Data dari Perusahaan yg punya Data, karena Google dll itu “punya” Amerika, ya Goverment Amerika yg berhak, kepentingan baik atau buruk, masalahnya siapa yg gk tau Amerika ?, khususnya yg radikal pasti Anti Amerika.

    Jujur gan, ketika ane Register pada suatu layanan, ane paling parno saat mau masukin Passowrd andalan ane, karena siapa tau Passoword kita bisa dibaca oleh “orang dalam” lalu dia coba-coba login ke akun lain.

    Makanya, 1 Account is 1 Password, Kalo lupa, ada aja fitur Forgot Passowrd, nah Email yg terdaftar itulah yg menggunakan Password andalan kita.

    Ane sendiri udah Delete Permanent Account Facebook, Twitter, dan Account Sosmed lainnya dengan berbagai alasan.

    Ane sekarang lebih memilih aktif di blog dan forum lagi, daripada jadi Anti Sosial gara-gara Media Sosial.

    Sekali lagi, masalah privasi, asalkan jangan lancang ngerekam aktivitas kita didepan layar lewat Webcam yg ada di Laptop, ane rasa masih bisa ditoleransi, bisa-bisa kita aja memanipulasi Data Pribadi kita, jangan terlalu jujur lah di Internet, toh setiap Account di Internet itu yg penting Email, Username, dan Password.

    Ane jadi inget kata-kata teman ane yg ngena banget dengan masalah di Internet: “Hanya Mesin Tik yg Aman dari Cybercrime”

    Masalah Privacy masuk dalam ranah Cybercrime, walau sering kali dilegalkan oleh pemerintah dimana perusahaan tersebut berada.

  178. Afid Afid February 29, 2016 at 12:56 PM - Reply

    bung karno masih ada kok

    satu lagi, siapa yang bisa memberikan manfat ya itulah yang menang. siril loh ama google.

  179. Presly85 March 12, 2016 at 9:13 AM - Reply

    Sebaiknya Google,Facebook, perusahaan jejaring sosial yang lain, yang tidak memiliki kantor resmi di indonesia ditutup saja oleh pemerintah. Contoh dong kaya negara china punya situs web sendiri BADUI, Enak di negeri orang gak enak di negeri kita. Sama aja kita di jajah lagi…

  180. Hendra March 24, 2016 at 3:47 PM - Reply

    Ngeri-ngeri sedap juga ya mas… padahal khan kita itu kalau apa-apa ingin cari tahu pasti nyebutnya “Gugling duulu deh…”. Seolah memang tertanam, bahwa solusi setiap pertanyaan itu adalah google.

  181. Sandi Maulana April 9, 2016 at 1:37 PM - Reply

    baca artikel ini jadi takut juga nih an,, untung aja sekaran saya bukan orang penting haha 😀
    sepertinya agan harus bikin penyedia email asli produk indonesia.. dan sepertinya orang orang kita tuh lebih suka dan bangg pake produk luar gan..

  182. angkisland April 12, 2016 at 10:37 AM - Reply

    wah jadi bodoh dan memang makin membantu dosa google nih mas… jadi gimana yah?? biar indonesia merdeka??

  183. Putu Sujane May 9, 2016 at 12:54 PM - Reply

    Semoga nanti ada yang bisa meluncurkan produk lokal seperti pencarian Indonesia, penyedia email, dll .

  184. Narmadi May 24, 2016 at 9:15 PM - Reply

    Terlepas dari opini benar atau salah Artikel ini keren.. Jika dijadikan alert dan pemersatu…menggugah generasi Muda untuk lebih berkarya…sikat broo…saiki pak mentrinya sudah ganti

  185. AndroidTechnoria June 5, 2016 at 5:36 AM - Reply

    Mau dikata apa lagi juga emang benar orang indonesia itu butuh “Google”, nyari duit online aja larinya ke google, hehe.

  186. harga hp samsung July 21, 2016 at 12:24 PM - Reply

    Topik bahasan yang mendalam dan sangat menarik..

    Tetapi yang menjadi pertanyaan saya adalah, bagaimana lagi dan apa lagi yang harus kita lakukan?

    Karena memang Google saat ini adalah penguasa terbesar, bila dibanding China, memang pemain lokal sangat kreatif.

    Semoga ada pelaku usaha bisnis dalam negeri yang dapat bersaing, walaupun hanya untuk lokal.

    Amin.

  187. Righie August 7, 2016 at 11:23 AM - Reply

    Memang orang sudah sangat terikat dengan produk dan layanan google

    jadi mau gimanapun susah untuk di tinggalkan, apalgi tidak ada produk search engine ali dari indonesia

    ya semoga saja orang indonesia bisa memakai produk google lebih baik lagi dan tetap bisa menjaga privasi dirinya.

  188. Rani Maharani August 8, 2016 at 8:56 PM - Reply

    Kalau sekarang sedang booming Pokemon. Yang katanya juga punya misi terselubung.

    Sebenarnya banyak “celah” di setiap hal yang berhubungan dengan dunia on-line.

    Sekedar berpendapat.

  189. orang jawa August 22, 2016 at 8:35 PM - Reply

    Wise for the peace of the world, all of people prosperous, save, well & exist ( smg terwujud kedamaian seluruh dunia, semua makhluk hidupnya sejahtera & hidup selamat) zaman adanya androit ini malah rugilah bila masih ada orang yg tdk menyayangi sesama, putus asa dari supaya terciptanya kebahagiaan seluruh umat manusia yg berakal & berperasaan!
    Maka dengan jiwa & segala yg kt miliki tdk akan sia2 bila kt korbankan untuk kebahagiaan seluruh umat manusia itu! Uang juga dibagi rata, lahiriah &batiniah dibagi rata, semua mutlak menjunjung ini!
    Bukankah bila kita mati ada yg lain yg masih hidup! Maka dngn kebaikan itu ternyata kt tdk akan pernah mati, bahkan di surga se lama2nya, itulah kemenangan yg agung!
    Ya smg Google termasuk yg mempelopori kebaikan yg sesungguhnya dari maksud baik tulisanku yg seadanya ini, aamiin…

  190. bayu apriadi September 23, 2016 at 3:47 PM - Reply

    wah komennya lebih panjang dari pada artikelnya

  191. JULISTIA MONTANA September 25, 2016 at 10:41 AM - Reply

    satu kata, lebay…LEBAYYYYYY

  192. herman November 19, 2016 at 10:14 PM - Reply

    Kalo saya sendiri mikir emang itu tujuan google dari awal…bisnis…dan sebenarnya google berhak menerobos apapun yg sudah masuk diservernya selama tidak melangga kontrak user dan aturan pemerintahan amerika.yang bodoh itu sebetulnya user itu sendiri yang tidak menelaah maksud dan tujuan google dari awal.sudah jadi kebiasaan orang indoneaia yang jarang membaca aturan pengguna sebelum memakai produk yang akhirnya menyesal setelah di kemudian hari.

  193. Suparman November 25, 2016 at 5:00 PM - Reply

    Hmm, Gimana kalo dibikin artikel tandingan dengan judul “6 DOSA BESAR PEMERINTAH SEHINGGA GUGEL MENGUASAI BANGSA ENDONESIAH”
    Xixixi..

  194. Berita Teknologi November 28, 2016 at 9:50 AM - Reply

    Info yang menarik untuk disimak nih..
    Tentu saja Indonesia adalah salah satu pasar terbesar untuk produk produk google. Semoga kedepan kita bisa lebih bijak dalam pemakaiannya.

  195. restu pratama December 3, 2016 at 5:09 AM - Reply

    hmm.. bener juga sih klo dipikir2. tpi bisakah kita melawan produk negara adidaya ??
    untuk kedepannya saya berharap indonesia akan lebih mandiri dalam penggunaan produk..

  196. Ahmad December 11, 2016 at 4:51 PM - Reply

    wah …. sebegitunyakah si mbah google ?????? terlalu ……………

  197. Sofa January 12, 2017 at 3:12 PM - Reply

    apalagi sekarang dengan adanya masalah pajak ya… gimana ya? mau ninggalin belum berani, dipaku terus juga gak bayar pajak. bener bener.. hehe

  198. Sahupalashare January 17, 2017 at 12:00 AM - Reply

    Ini artikel kurang ajar bangat ya, buang-buang waktu bacanya. Masa harus saya habisin bacanya sampai komentar paling akhir.

    Tapi gak masalah, skrang saya bisa temukan solusinya, Apa solusinya..?? Ayo kita hidup secara offline semuanya. Gubrak…!! ????

  199. Naif Furniture January 31, 2017 at 2:30 PM - Reply

    “dosa google” muncul karena memang harus diakui google sudah memberikan layanan terlebih dahulu ke orang Indonesia. wajar aja sih.. hehe

  200. udin February 2, 2017 at 11:36 PM - Reply

    Kesimpulan dan point utama serta mencakup upaya dan ajuan user untuk membuat search enginer saingan untuk lokal. Menurut saya itu simbiosis mutualisme”menguntungkan satu sama lain”jadi tidak mungkin orang mendewakan mr.G. Di sisi lain orang yang terpelajar saja sama saja mania google apa lagi orang awam yang jauh sana dan baru mengenal dan mengoperasikan mr.G di buat ketagihan. Jadi mengapa kita tidak buat sendiri,…mau bagaimana lagi orang berpendidikan saja mendewakan apalagi membuat. Memang itu sabgian berpendidikan tapi anda tahu kurang nya antusiasme masyarakat yang bisa menghambat itu dan membuat nya saja harus bersabar karena apa karena kalau kita sukeses orang yang sukses contoh orang yang jujur saja terbawa masalah di dunia ini fana brow sudah segitu saja sebenarnya panjang sih yang saya mau utarakan berpkikr… secara bijak dalam mengetik itu penting itu juga berlaku di dunia maya.

  201. apartemen jakarta February 6, 2017 at 9:37 AM - Reply

    Sebenarnya Google mempunyai kemampuan untuk melihat semua email, tetapi tentunya tidak akan disalahgunakan sesuai dengan peraturan privasi online.

    Makasih atas artikelnya.

  202. adit February 21, 2017 at 5:45 PM - Reply

    Bukannya mau sok sih tapi emang bisa bikin sebagus google di indonesia ? Mendingan bikin dulu deh kan enak kalo udah ada tandingan nya bisa deh kita jelek2in produk orang lain

  203. adit February 21, 2017 at 5:51 PM - Reply

    Jangan suka menghina pemerintah emang kalo dibalik sampeyan yang jadi pemerintah bisa engga ?

  204. 4nd1 March 10, 2017 at 4:47 PM - Reply

    Mantap kang.

Leave A Response