demam photo

Android Anda “meriang”? Mungkin saja ponsel tersebut terkena virus.

Android. Jika Anda menggunakan ponsel Android, berhati-hatilah! Minggu ini, setidaknya ada dua varian malware baru yang menyerang ponsel-ponsel berbasis Android. Yang pertama, RuMMS, menyebar melalui pesan singkat dan dapat menyedot informasi pribadi Anda. Sedangkan yang kedua, Dogspectus, dapat mengenkripsi data Anda. Untuk membuka data yang terenkripsi oleh Dogspectus, Anda harus membeli voucher iTunes untuk si pembuat malware sejumlah AS$200. Idih, sudah seharga HP baru, kan?

Fig1

Diagram RuMMS, (c) FireEye

RuMMS, yang untuk saat ini hanya menyebar di Rusia, menyebarkan diri lewat SMS. Pada SMS penipuan tersebut, Anda akan diminta memasang pembaruan sistem berbentuk berkas APK. Setelah pembaruan dipasang, informasi Anda akan diunggah ke server tertentu. Aplikasi ini juga menyimpan perintah-perintah untuk memeriksa saldo di bank, dan kemampuan untuk mengakali verifikasi telepon dari lembaga keuangan. Meskipun untuk saat ini Indonesia belum masuk target serangan, dengan kemampuannya yang mumpuni, bukan tidak mungkin ada pembeli malware yang membeli satu set malware ini untuk disebarkan di Indonesia dan sekitarnya.

Towelroot 5

Dogspectus (c) Bluecoat

Sementara malware kedua, Dogspectus, menggunakan kelemahan sistem yang ada di Android 4.4 ke bawah. Jika Anda menggunakan ponsel Android versi 5.0 ke atas, Anda dipastikan aman dari malware ini. Repotnya, karena malware berjalan dengan tingkat akses root, malware ini cukup sulit dihapus. Malware bisa menyerang ponsel yang belum di-root sekalipun, karena malware menyertakan aplikasi rooting buatan Hacking Team, yaitu Towelroot. Setelah terpasang, Dogspectus akan mengenkripsi perangkat dan mencegah Anda membuka aplikasi apa pun pada ponsel. Kode enkripsi baru akan diberikan setelah Anda membeli voucher iTunes. Kalau Anda tak mau, ya siap-siap saja kehilangan isi ponsel.

Pesatnya perkembangan pangsa pasar Android tentu menarik minat begundal digital untuk membuat virus, malware dan sejenisnya. Selain itu, keterbukaan Android yang memungkinkan pengguna memasang aplikasi dari luar Play Store (atau toko aplikasi lain, seperti Amazon, Getjar dan QooApp) pun memudahkan mereka beraksi. Tentu saja, sebagai pengguna, kita harus berhati-hati dalam menggunakan perangkat. Berikut ini adalah delapan tips ampuh yang dapat Anda terapkan agar ponsel tidak diserang malware.

1. Pasang aplikasi dari sumber yang tepercaya.

Ponsel Anda tentu dibekali Play Store atau toko aplikasi lainnya. Gunakan saja toko aplikasi tersebut untuk memasang aplikasi pada ponsel, karena kemungkinan besar, aplikasi yang Anda butuhkan ada di sana. Memasang aplikasi dari berkas APK sebenarnya tidak disarankan, kecuali aplikasi yang Anda gunakan tidak tersedia karena alasan tertentu. Sekalipun aplikasi favorit Anda hanya ada di luar toko aplikasi, hanya unduh aplikasi dari situs resmi aplikasi tersebut.

2. Jangan percayai iklan apa pun pada ponsel, terutama iklan “Ponsel terkena virus”.

Saat berinternet di ponsel, terkadang ada saja iklan menyebalkan yang menyebut-nyebut bahwa ponsel terkena virus. Untuk menghilangkan virus tersebut, Anda harus mengunduh aplikasi di halaman tertentu. Iklan tersebut biasanya juga membuat ponsel bergetar dan ditulis dengan huruf mencolok. Jika Anda melihatnya, jangan percaya! Tutup saja halaman penipuan tersebut, dan batalkan unduhan otomatis aplikasi bila ada. Ironisnya, banyak iklan “antivirus” justru memasang adware dan malware pada ponsel Anda.

3. Pasang pemblokir iklan di ponsel Android Anda.

Pemblokir iklan yang baik, seperti AdAway, tersedia di Play Store secara gratis. AdAway, dan beberapa pemblokir iklan lainnya, akan menghadang iklan dari seluruh aplikasi di ponsel, termasuk peramban. Jika Anda termasuk pengguna yang baik dan ingin menghargai pengembang aplikasi, Anda juga bisa memblokir iklan hanya di peramban internet. Saat ini, ada tiga opsi yang bisa Anda pilih untuk berselancar bebas iklan di ponsel, yaitu Firefox dengan pengaya Adblock Plus/uBlock Origin, Adblock Plus Browser (yang juga berbasis Firefox), dan UC Browser, dengan kelebihan dan kelemahannya masing-masing. Pilihlah peramban sesuai keperluan dan selera!

4. Pastikan Anda selalu memperbarui sistem operasi jika pembaruan tersedia.

Rendahnya ketersediaan pembaruan untuk ponsel Android kini sudah menjadi rahasia umum. Pabrikan ponsel memiliki sumber daya dukungan terbatas, dan sumber daya terbatas tersebut harus dibagi lagi untuk mendukung berbagai jenis ponsel yang dipasarkan. Karena itu, jika ponsel Anda menerima pembaruan, anggaplah hal tersebut sebagai kado dari pabrikan ponsel. Selain meningkatkan keamanan, sering kali pembaruan ponsel juga membawa fitur baru, mengatasi masalah yang membuat emosi melonjak, atau meningkatkan kinerja ponsel. Jadi, jangan malas memasang pembaruan, ya!

5. Hindari aplikasi bajakan bila memungkinkan.

Meskipun Google sudah menyediakan fitur carrier billing alias potong pulsa untuk pengguna mayoritas operator di Indonesia (kecuali Tri), masih banyak dari kita yang lebih memilih aplikasi bajakan dibanding aplikasi resmi di Play Store. Sayangnya, di dunia ini tidak ada yang gratis. Aplikasi bajakan yang Anda unduh memang gratis, tetapi siapa yang bisa menjamin keamanannya? Berbagai kasus membuktikan bahwa malware suka bersembunyi dalam aplikasi bajakan tersebut. Salah-salah, bukannya berhemat rupiah, pulsa Anda malah terkuras gara-gara malware, atau ponsel Anda panas dan kemudian rusak.

6. Nonaktifkan fungsi “Unknown Sources” di pengaturan ponsel, dan aktifkan hanya untuk memasang aplikasi yang dipercaya.

Awalnya, fungsi “Unknown Sources” di pengaturan ponsel disediakan untuk mempermudah pengembang aplikasi menguji aplikasinya. Sayangnya, fungsi yang memungkinkan pengguna memasang aplikasi dari luar pasar aplikasi bawaan ponsel ini sering kali menjadi jalan masuk malware. Jika Anda memang benar-benar perlu memasang aplikasi dari luar pasar aplikasi, nyalakan fungsi ini sebentar, lalu matikan segera setelah aplikasi terpasang. Seperti tertera di poin pertama, hanya pasang aplikasi dari sumber tepercaya!

7. Jangan mengunjungi situs-situs “berbahaya”; berinternetlah dengan sehat!

Situs-situs dewasa, perjudian, dan program bajakan biasanya menjadi sarang virus. Iklan yang diletakkan di situs-situs tersebut pun biasanya lebih ganas untuk menarik minat pengunjung. Jika Anda memang harus mengakses situs-situs “berbahaya” tersebut, setidaknya gunakan pemblokir iklan, dan jangan unduh aplikasi apa pun dari sana.

8. Gunakan peramban yang dapat menghilangkan skrip pada halaman internet, seperti UC Mini atau Opera Mini.

Jika Anda benar-benar paranoid, baik terhadap virus maupun jatah kuota bulanan, gunakan peramban yang bisa menghilangkan skrip pada halaman internet, seperti UC Mini atau Opera Mini. Kedua peramban tersebut memformat kembali halaman yang Anda akses di server. Skrip-skrip pada halaman (seperti JavaScript) pun dijalankan di server, sehingga ponsel murah sekalipun bisa mengakses halaman “berat”. Namun demikian, beberapa situs akan tampil buruk di Opera Mini atau UC Mini, dan beberapa fungsi dalam situs mungkin tidak bekerja sempurna. Jika situs favorit Anda tidak berfungsi sempurna, bukalah situs lewat peramban biasa.

Yuk dapetin update email penuh cinta dari BixBux

ABOUT THE AUTHOR:

Mas-mas random pecinta Indomie dan Wi-Fi gratis. Menulis tentang segala hal berbau teknologi, mulai Android sampai seni digital. Twitter : @ddrrage. Facebook : @ddrrage.

Leave A Response