Ini Dia Cara Memulai Bisnis Online dengan Mudah & Menguntungkan

Gambar: Pexels

Bisnis online ialah bisnis yang dilakukan melalui platform yang terkoneksi internet. Alias secara online. Itulah yang disebut dengan bisnis online. Menurut saya, salah satu genre dari bisnis atau usaha yang menjanjikan. Bukan hanya itu saja. Bisnis ini relatif mudah untuk siapa saja yang ingin atau baru mau mencoba. Saya bilang ‘relatif mudah’. Itu sama saja dengan gampang-gampang susah. Loh kok, kata judulnya mudah? Itu karena saya ingin membangun mindset seseorang yang ingin membaca tulisan ini. Saya katakan mudah, supaya pembaca yakin untuk melangkah. Haiyah.

Peluang Bisnis Online

Kenapa sih ada bisnis online? Ya karena ada online-onlinenya. Ada panggung untuk tampil. Ada peluang untuk diambil. Peluang itu ada karena terdapat panggung yang telah memiliki penonton dengan jumlah yang tidak sedikit. Ada yang tahu berapa jumlah pengguna internet di dunia? Bejibun. Kita persempit dengan jumlah pengguna internet di negara +62. Indonesia tanah air tercinta kita, memiliki jumlah pengguna internet: > 143 Juta dari jumlah populasi penduduk: > 269 juta jiwa. Cek tabel di bawah. Thanks to Internet World Stats yang telah menyajikan data penting ini.

Tabel: Internet World Stats

Berdasarkan data di atas, apakah kalian sudah yakin dengan bisnis online? Saya rasa tidak secepat itu ya. Pasalnya kita perlu data lain untuk meyakinkan diri sebelum melangkah. Misalnya, data berupa jumlah pebisnis online di Indonesia. Saya sebetulnya ingin Googling, tetapi belum menemukan keyword yang pas. Saya yakin belum banyak.

“Negara kita membutuhkan entrepreneur yang tiap tahun meningkat. Di negara maju standar entrepreneur itu sekitar 14 persen,” kata Jokowi di sela sesi bersama Hipmi di tangga Istana Merdeka Jakarta, Kamis (5/4/2018).

Kepala presiden berujar bahwa angka entrepreneur atau pengusaha di Indonesia masih +/- 3.01 persen. Itu masih jauh dari angka ideal.

Baca juga: 7 Usaha yang Menjanjikan di Masa Depan & Boleh Anda Coba Sekarang!

“Artinya perlu sebuah percepatan sehingga angka entrepreneur terutama entrepreneur muda.” kata Jokowi didampingi Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menperin Airlangga Hartarto dan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita.

Hayo teman-teman, apa kesimpulan dari percakapan di atas? Angka pengusaha di Indonesia belum ideal itu fakta. Itu sama saja dengan sedikitnya jumlah pelaku bisnis. Jika dikerucutkan, pebisnis online juga pasti sedikit dong?

Jadi, apakah bisnis online menjanjikan? Ada alasan lain untuk meyakinkan Anda. Sekarang coba tengok kebiasaan manusia zaman now. Menunduk terus meski kepala sudah pegal. Lebih baik dompet yang tertinggal, ketimbang smartphone. Habit ini yang kemudian bisa kita manfaatkan untuk meraup keuntungan dari bisnis online. Tinggal bagaimana cara kita mengoptimalkan strategi tersebut.

Cara Memulai Bisnis Online

Gambar: Pexels

Sebelum kita menerapkan strategi macam-macam untuk mendapat untung dalam bisnis online. Mari kita mulai dahulu bisnis online tersebut. Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan untuk memulainya:

1. Menentukan produk yang ingin dijual.

Ada beberapa cara yang bisa diterapkan untuk menentukan produk yang ingin kita jual. Salah satunya dengan memanfaatkan Google Trending atau Keyword Tool. Dua alat ini bisa digunakan untuk mencari produk yang sedang trending di jagat media. Misalnya pada Instagram. Sehingga keuntungan bisa diraih lebih cepat, ketika kita menawarkan produk yang sedang dicari banyak orang.

Hasilnya seperti gambar di atas. Saya membandingkan antara produk sepatu dan jaket. Di mana sepatu lebih banyak dicari dibanding jaket. Boleh kalian bandingkan dengan produk lain seperti tas, kemeja, dll. Pokoknya kita kudu yakin akan produk yang ingin dijual. Yakin bakal ada yang membeli. Aamiin.

2. Menentukan sasaran produk tersebut.

Gambar: Pexels

Baru setelah itu kita cari sasaran akan produk tersebut. Caranya bagaimana? Ada tiga hal yang perlu kita perhatikan untuk menentukan sasaran produk atau target pasar kita. Apa saja?

  • Harga: produk kita ingin dijual dengan harga berapa? Pasalnya setiap orang memiliki kekuatan ekonomi masing-masing. Bawah, menengah, dan atas. Jadi pertimbangkan hal ini sebelum menawarkan produk Anda itu. Contohnya Anda memiliki produk kue tar. Hayo? Kira-kira masuk kelompok mana produk ini?
  • Geografi: lokasi atau daerah yang pas untuk produk kita. Seperti pepatah mainstream “posisi menentukan prestasi!” Jadi, kue tar tadi akan lebih menguntungkan dijual di mana?
  • Demografi: sedangkan poin ini akan memperhatikan jenis kelamin atau umur juga boleh. Kue tar biasanya untuk anak muda yang masih bebas mengonsumsi makanan manis. Kira-kira seperti itu.

Di atas adalah tiga hal dasar untuk menentukan sasaran produk kita. Sekarang ada tahap bonus atau lanjut yang boleh dilakukan guna mengoptimalkan calon bisnis kita.

Pertama, kita perlu uji coba sasaran pasar. Maksudnya bagaimana? Anggap saja kita sudah mengetahui calon konsumen produk dengan tiga hal di atas. Tidak berhenti di situ saja. Memangnya yakin? Konsumen yang sudah ditentukan tadi benar-benar akan membeli produk kita? Cara untuk meyakinkan diri ya dengan uji coba langsung ke sasaran. Misalnya dengan ikut bazar dan kita membawa beberapa sampel produk yang ingin dijual. Meski ini bisnis online. Ada kalanya kita perlu terjun langsung ke lapangan. Perhatikan perilaku konsumen. Lebih-lebih, mencatat kebutuhan konsumen tersebut.

Kedua, setelah uji coba sasaran. Kita sebaiknya melakukan evaluasi produk. Apakah akan terus melangkah maju menggeluti bisnis ini? Pada tahap ini yang terkadang mengendurkan semangat berbisnis. Bisa jadi karena produk uji coba tidak terlalu laku. Alhasil, mundur pelan-pelan. Tidak masalah. Pantang menyerah! Justru ini menjadi informasi yang berharga. Kita jadi mengetahui lebih awal terkait produk tersebut, sebelum benar-benar dijual dengan jumlah yang lebih banyak.

3. Menentukan strategi pemasaran yang ingin digunakan.

Gambar: Pexels

Punya produk sudah. Uji coba produk sudah. Evaluasi produk juga sudah. Jika ketiga hal sebelumnya masih belum memberi dampak yang siginifikan. Rasanya kita perlu strategi lain untuk optimasi bisnis kita. Apakah kita sudah efektif dalam melakukan pemasaran produk? Padahal jika menengok statistik produk yang dijual. Semua angka membuktikan bahwa produk ini memiliki peminat. Banyak atau pun sedikit peminatnya, yang jelas produk ini ada pasarnya. Ada calon pembelinya. Namun, kenapa belum menuai hasil yang maksimal? Menyebalkan ya?

Entah ini kata siapa awalnya. Pertama kali saya mendengar saat Pandji Pragiwaksono stand up. Mungkin saja kalimat ini bisa memotivasi Anda. Begini bunyinya, “Tidak ada produk/barang yang tak laku. Adanya produk/barang yang dipasarkan secara salah.” Apakah Anda setuju dengan kalimat itu?

Contoh konkretnya begini. Ada produk namanya tahi ayam. Kira-kira bagaimana menjual produk tahi ayam? Di foto lalu di upload ke Instagram kah? Justru Anda malah dihujat oleh netizen. “Orang lagi makan, malah upload kayak gitu. G*blok!” Ya begitulah ganasnya netizen Indonesia tercinta. Bagaimana? Bukannya laku malah kena semprot. Lalu, cara tepat untuk memasarkan produk tahi ayam bagaimana? Caranya begini, masukkan tahi ayam ke dalam karung. Beri label, “Pupuk Kompos Alami untuk Aneka Tanaman” pada karung tersebut. Baru upload di sosial media. Saya yakin sih laku. Hehe.

Bisnis Online Terpercaya & Terbaik

Mungkin pembaca ada yang bertanya-tanya. Apakah bisnis online itu bisa dipercaya? Semua saya kembalikan kepada Anda. Kepercayaan itu Anda pegang sendiri. Jika ada perasaan khawatir atau kurang percaya. Boleh saja Anda mundur. Saran saya selalu waspada dalam mengambil tindakan. Hati-hati terhadap hal yang sekiranya mencurigakan. Oke, berikut situs terpercaya yang mungkin bisa Anda coba untuk memulai bisnis online.

1. Tokepedia

Situs ini sepertinya sudah beken. Saya yakin teman-teman sudah sering mendengarnya. Tokopedia adalah salah satu unicorn di Indonesia. Jika Anda tertarik untuk bisnis online. Silahkan mendaftar sebagai penjual di sini. Atur toko dan produk Anda di situ. Anda juga boleh mencari produk yang sekiranya bagus dan harganya miring. Kemudian, dijual lagi melalui platform lain seperti Instagram atau Facebook. Kita manfaatkan segala lini untuk melebarkan sayap.

2. Bukalapak

Masih bakar duit mulu nih. Banyak produk yang dijual cepat (flash sale). Sehingga harganya jelas murah daripada harga normal. Ada yang menarik dari startup ini. Apa itu? Namanya Mitra Bukalapak. Bagi kalian yang memiliki warung kelontong dan sejenisnya. Kalian bisa mulai bisnis online dengan mendaftarkan warung tersebut di layanan ini. Coba saja. Harganya murah-murah dan insyaallah menguntungkan.

3. Elevenia

Saya orang yang suka berburu promo. Kala itu, saya sedang survei harga paket telepon di beberapa marketplace. Dari ketiga lainnya. Elevenia memberi harga yang miring untuk masalah paket telepon. Apalagi pelayanan lebih cepat. Sehingga paket bisa segera masuk ke smartphone. Walau namanya jarang ada di iklan. Namun memiliki pasar sendiri. Sehingga Elevenia masih ada hingga sekarang. Walaupun terkadang situsnya gangguan. Mungkin karena banyak pengunjung sehingga down.

4. Shopee

Di shopee pee pee pee, di shopee pee pee pee, di shopee. Ada yang terbayang-bayang dengan iklan dari marketplace satu ini? Jika iya, kalian tidak sendiri. Saya juga mengalami. Mungkin pihak marketing Shopee sedang mencuci otak kita dengan lagu tersebut. Lagunya memang lucu dan asik untuk dinyanyikan. Coba saja. Haiyah. Ini dia salah satu marketplace yang bisa digunakan untuk bisnis online. Silahkan survei harga produk di sini. Cari yang termurah dan terpercaya.

Baca juga: Keuntungan Berbisnis Dengan Toko Online Dan Kiat Suksesnya

Penutup

Akhirnya tulisan mengenai bisnis online sudah mencapai penghujung. Tunggu saya di tulisan berikutnya. Semoga bermanfaat. Sampai jumpa!

Yuk dapetin update email penuh cinta dari BixBux

Artikel terkait

Berikan komentar

Email Anda tidak akan kami publikasikan. Wajib diisi *